Dipaksa Menikah Dengan Mafia

Dipaksa Menikah Dengan Mafia
KEMBALI KE RUMAH


__ADS_3

"Iya yah. Aleta juga belajar ikhlas untuk ini semua. Aleta percaya suatu saat nanti aleta pasti bisa gendong anak Aleta dan kak gendra. Doain ya yah,Bu semoga keluarga kita selalu sehat dan tidak ada masalah yang menimpa lagi. " ucap Aleta dengan mata berkaca-kaca. Gendra yang melihat itu langsung membawa Aleta ke dalam dekapannya.


Gendra tau jika Aleta masih sedih dengan kehilangan anak yang bahkan belum lahir dan mereka belum sempat melihat anak itu.


"Yasudah nak. Kamu istirahat ya...jaga kesehatan. Gendra juga jaga kesehatannya ya.. saya titip anak saya ya...." ucap ayah Aleta pada gendra dan Aleta.


"iya yah.. saya janji akan menjaga Aleta dengan baik." Jawab gendra.


Setelah itu Aleta lalu menutup teleponnya.


"Ssttt udah jangan sedih ya. emm kamu tunggu di sini dulu sebentar aja." ucap gendra.


"Kak gendra mau kemana?"


"Sebentar aja sayang ya. Jangan ke mana mana tunggu di sini." setelah mengucapkan kata itu gendra lalu bergegas pergi entah akan ke mana.


Dan ternyata gendra ke seberang rumah sakit karena gendra melihat ada yang menjual balon di sana. Gendra pikir hal ini tidak akan membuat Aleta sedih lagi.


"Pak beli balonnya satu ya." ucap gendra pada penjual balon.


"Ya mas. Ini." penjual itu memberikan balonnya dan gendra juga memberikan selembar uang berwarna merah.


"Ini kembaliannya mas." ucap penjual itu sambil menyerahkan uang kembalian kepada gendra.


"Buat bapak saja."


"Terimakasih ya mas."


Beberapa saat kemudian Aleta yang menoleh kesana ke mari mencari gendra ,akhirnya gendra datang. Aleta tersenyum melihat gendra dengan membawa balon berwarna biru muda di tangannya.


"Sayang.... aku beliin balon buat kamu."


"Kak gendra apaan sih? ada ada aja." ucap Aleta malu.


"Kamu bisa berdoa dan kamu lepas balon ini ,doa buat anak kita yang sudah di atas sana."


Aleta mengangguk..Dirinya lalu meraih balon yang ada di tangan Aleta.


"Kita doa sama sama ya." ucap gendra. Aleta dan gendra lalu memejamkan matanya. Mereka berdoa untuk anak yang sudah pergi meninggalkannya.


"udah?" tanya gendra. Aleta mengangguk. Mereka memegang balon itu bersama dan menerbangkannya berharap doa yang tadi mereka berdua lakukan bisa sampai di atas sana.


Gendra lalu memeluk Aleta. Aleta juga membalas pelukan gendra dengan erat.


"ikhlas ya sayang... Baby udah tenang di atas sana." ucap gendra.


"Aleta belajar kok kak. Aleta berharap baby bisa bahagia di sana." Gendra mengangguk menanggapi perkataan Aleta.


Kini setalah cukup lama menikmati pagi di taman ,Aleta dan gendra memutuskan untuk kembali ke ruang rawatnya.

__ADS_1


"Sayang besok kamu udah boleh pulang." ucap gendra saat mendorong Aleta ke kamarnya melewati lorong rumah sakit.


"Beneran?"


"iya ,tadi pagi saat kamu belum bangun ,dokter periksa kamu dan katanya kamu udah boleh pulang. Semua kondisi kamu udah baik juga." jelas gendra.


"Akhirnya Aleta bisa pulang juga. Udah bosen banget tau kak di sini terus."


"Iya sayang...." gendra mencubit gemas pipi Aleta.


...****************...


Hari berikutnya dimana Aleta akan pulang dari rumah sakit. Gendra yang sudah selesai menyiapkan segala keperluan Aleta untuk pulang dan sudah menata semua pakaian yang akan di bawa pulang.


Rencananya Bara yang akan menjemput ke rumah sakit. Tak menunggu lama akhirnya bara datang juga. Aleta dan gendra sudah menunggu bara.


"maaf ya ,gue agak lama hehee."


"Kemana aja Lo?" ucap gendra sambil menyerahkan tas berisi pakaian kepada bara.


"Tadi mampir beli makan dulu. Soalnya laper banget."


"Yaudah ayo cepetan,kasian Aleta udah nunggu dari tadi." gendra lalu membantu Aleta untuk duduk di kursi roda.


"Kak Bara makasih ya udah mau jemput Aleta. Jadi ngerepotin deh." ucap Aleta yang tengah di dorong oleh gendra melewati lorong rumah sakit.


Kini perjalanan dari rumah sakit ke rumah gendra tidak terlalu jauh. Gendra dan Aleta duduk di belakang sedangkan bara di depan menyetir mobilnya.


"Eemm kak gendra, Aleta pengen makan brownies." ucap Aleta.


"Mau brownies?" Aleta mengangguk.


"Di depan nanti ada toko kue kita lihat nanti ya di sana ada brownies ngga."


"Yeyy makasih kak gendra." muachh... tiba tiba saja Aleta mencium pipi kiri gendra membuat sang empu tersenyum tipis.


"Sekarang udah berani ya..." ucap gendra dan di tanggapi Aleta dengan menampilkan deretan giginya.


"Kak Bara ,nanti mampir di toko kue depan ya. Aleta mau beli brownies."


"Siap nona Aleta." ucap bara kesal karena Gendra dan Aleta yang terus saja mesra mesraan jika ada dirinya.


Aleta dan gendra saling tatap dan hanya tersenyum melihat tingkah bara yang kesal seperti itu.


Tak cukup lama akhirnya tiba di sebuah toko kue."Kamu disini aja ya biar aku yang belix" ucap gendra.


"Aleta mau ikut."


"Sayang....di sini aja ya."

__ADS_1


"Yaudah deh."


"Okey ,jangan ke mana mana." ucap gendra sambil mengelus rambut Aleta.


Aleta dan bara hanya menunggu di mobil saja. Itu juga perintah dari gendra.


Beberapa saat kemudian akhirnya gendra keluar dari toko kue itu. Di tangan kanan dan kiri gendra penuh dengan kantong belanja.


"sayang....ini browniesnya." ucap gendra setelah masuk ke dalam mobil dan menyerahkan tas belanja nya ke Aleta.


"Banyak banget kak? padahal Aleta cuma pengen satu kotak aja."


"Ngga papa sayang...buat stok di rumah. Bara juga kalo mau boleh ambil."


"Iya nanti gue ambil." ucap bara yang sudah menyetir mobilnya menuju arah pulang.


"Makasih kak gendra,baik banget deh suami aku."


Kini mobil yang gendra ,Aleta dan bara tumpangi sudah mulai memasuki kediaman Gendra.


"Akhirnya bisa kembali ke rumah ini juga. Kangen banget tau." ucap Aleta yang turun dari mobil dengan bantuan gendra.


"Bi,ambil barang yang ada di dalam mobil terus bawa ke dalam ya. Oh ya kantong belanjaan isinya brownies nanti sipin terus minta tolong bawa ke kamar ya bi." suruh gendra papa pembantunya.


"Baik Tuan."


"Gendra,Aleta gue langsung pamit ya. Ada meeting siang nanti jadi harus ke kantor sekarang."


"Buru buru banget Lo. Minum atau makan dulu di dalem gih." ucap gendra.


"Makasih tawarannya tapi gue harus balik sekarang."


"Yaudah deh hati hati Lo di jalan. Kalo ada apa apa kabarin gue."


"Kak bara makasih ya."


"Iya Al,sama sama. Gue pamit dulu ya."


Setelah bara keluar dari halaman rumah gendra. Aleta dan gendra pun langsung bergegas ke kamar mereka.


"non Aleta gimana keadaanya? sudah membaik?" tanya salah satu pembantu di sana.


"Sudah bi. Aleta sudah sehat."


"Syukurlah non. Mau di buatkan apa non,tuan?"


"Ngga usah bi. Aleta mau di bawain brownies yang tadi aja. Tolong di bawa ke kamar ya."


"Baik non saya siapkan."

__ADS_1


__ADS_2