Dipaksa Menikah Dengan Mafia

Dipaksa Menikah Dengan Mafia
30. DUNIA MAFIA


__ADS_3

"Kak Bara mana? hiks...hiks...."


Aleta binggung jika ia tidak keluar gendra akan semakin di hajar ,tapi gendra menyuruhnya untuk tidak keluar.


"hiks...hiks..."


"CEPAT KELUAR!!"


Akhirnya Aleta memberanikan diri untuk keluar Ia perlahan membuka kunci pintu mobilnya. Dan ia juga perlahan keluar mobil.


"ALETA!! JANGAN KELUAR!"


"hiks...hiks..hiks..."


Setelah Aleta keluar orang itu langsung merangkul Aleta dari belakang dengan satu tangannya memeluk leher Aleta.


"KURANG AJAR!!"


"hiks..hiks..."


"Kak... gendra...hiks...hiks..."


"Aleta tenang sayang ,jangan panik oke." ucap gendra memenangkan Aleta.


"LIHAT GENDRA ORANG YANG KAMU SAYANG MUNGKIN AKAN MATI DIDEPAN KAMU SENDIRI!!"


Gendra yang kini sudah lemah karna banyak luka dan tembakan di tubuhnya benar benar binggung.


"Kak bara tolong...kak.bara kemana?" batin Aleta.


"SIALAN ANJING!!" Teriak Gendra.


Orang yang kini tengah menyandra Aleta mulai mengarahkan pistol ke kepala Aleta. Aleta yang melihat itu kaget,dirinya gemetar.


"JANGAN PERNAH SENTUH ISTRI GUE!!"


Orang itu malah tertawa saat melihat gendra yang begitu emosi.


"SELANGKAH LO MAJU KEDEPAN MAKA PISTOL BERSARANG DI KEPALA ISTRI TERSAYANG LO!!"


Aleta yang kini takut hanya bisa menangis. Tak berani berbuat apapun.


"hiks...hiks..."


"Apa kau bahagia menikah dengan moster seperti dia hmm?" tanya orang itu pada Aleta.


Aleta tak berani menjawab. Yang ia rasakan saat ini hanya takut,tubuhnya kak tak berani menggerakkan. Nafasnya juga tercekat.


"Jawab sayang...." ucap orang itu lagi sambil mengeratkan rangulan pada leher Aleta yang menyebabkan Aleta sulit untuk bernafas.


"hahh...hahh....." Aleta berusaha bernafas tapi sulit.


"LEPASIN ISTRI GUE!!"


"k-kak to-tolong Aleta....hiks...hiks...."


"le-lepas...sa....kit....hiks..hiks..."


"LEPASS ISTRI GUE!!" ucap gendra bangkit dan maju dengan tubuh yang lemah.Orang itu juga semakin menarik pelatuknya.


"Lo semakin maju maka Lo akan lihat mayat istri Lo didepan Lo sendiri Gendra!" ucap orang itu sambil menekan-nekan nama gendra.


"ka-kak...hiks...hiks..."


Aleta semakin kehabisan nafas. Tiba tiba...


DORR!!!!


Aleta menutup matanya ia juga terjatuh di tanah.


Ya orang itu tertembak oleh Bara. Para orang yang tadi juga semakin menyerang anak buah gendra. Gendra dengan segera berlari ke arah Aleta yang kini tengah pingsan.


"Bawa Aleta pergi dari sini gen!!"


Gendra mengangguk mengikuti arahan Bara.Bara juga ikut membawa Aleta menjauh tidak mungkin jika gendra sendiri yang membawanya karna tubuh gendra juga lemah. Bara membawa masuk Aleta ke dalam mobilnya dengan gendra juga mereka menjauhi tempat tadi.


"Sayang...bangun Al..."

__ADS_1


Gendra dan Aleta di belakng dan yang emnyetir mobil Bara.


"Lo ngga papa gend? Kita kerumah sakit ya?"


"Ngga gue ngga papa yang terpenting sekarang itu Aleta."


"Tapi lo juga luka gendra."


"Gue ngga papa Bara."


"K-kak Gendra..."


"Al...kamu udah sadar? Ada yang sakit ngga?"


"Aleta ngga papa...hiks..hiks...Aleta takut kak....hiks...hiks..."


"Tenang Al kita udah pergi dari mereka."


"Kak...bara...?"


"Iya Al? Lo ngga papa kan?"


"Aleta ngga papa."


"Kita kerumah sakit ya..."


"ngga usah Aleta ngga mau kerumah sakit."


Gendra lalu memeluk Aleta ia merasakan tubuh Aleta bergetar hebat. Mungkin ini kali pertama Aleta merasakan hal itu. Jadi dia masih syock.


"Aleta mau pulang aja...hiks...hiks...a-aleta ngga mau kemana mana...hiks..hiks..."


"Sstt tenang sayang kita pulang iya. Udah ngga ada apa apa Al. Jadi tenang oke?"


Aleta mengangguk. Ia masih dalam dekapan gendra. Ia memejamkan matanya ia masih merasakan takut.


Setelah beberapa lama akhirnya mereka Sampai di rumah gendra. Aleta yang kini masih di dekapan gendra akhirnya membuka matanya.


"Sayang..udah sampai."


Mereka turun dari mobil dan masuk kedalam rumah.


"kekamar ya.."ucap gendra.


"Gendra ,obatin dulu luka Lo." ucap Bara.


"Iya nanti gue obatin."


"Gue telpon dokter ya suruh kesini."


Gendra mengangguk ,sebenarnya dari tadi Gendra menahan sakit di lengannya yang terkena tembakan tapi ia tidak mengeluh karna kondisi Aleta yang masih syock.


Sampai dikamar Aleta lalu duduk di kasur dan hanya diam saja.


"Sayang..."


"A-aleta takutt kak...hiks...hiks..."


"Tenang ya Al. Udah ngga apa apa sekarang."


"A-aleta ngga mau keluar lagi. Aleta ngga mau kaya tadi hiks...hiks..."


"Iya iya ,sekarang kamu istirahat aja."


Saat Aleta ingin merebahkan dirinya ia baru sadar jika lengan gendra banyak darahnya.


"Kak ,kak Gendra ini sakit?"


"Ngga papa Al."


"Ngga papa gimana? Ini kena tembakan yang tadi kan?"


"Ngga papa Al."


Tok..tok..tok...


"Masuk."

__ADS_1


"Gend ini dokternya."


Gendra mengangguk.


"Temenij aku disini ya al."


"Iya kak."


Beberapa saat Gendra diperiksa ,Aleta selalu menemaninya.


"Terimakasih dok." ucap Aleta.


"Iya sama sama. Saya permisi ya."


"Iya dok."


Setelah kepergian dokter Bara memasuki kamar Aleta dan Gendra.


"Gend gimna ngga papa kan? Aleta baik baik aja kan?"


"Ngga papa kak Aleta cuma takut aja tadi. Baru kali ini Aleta ngalamin kaya gitu."


"Ngga papa Al. Gendra Lo istirahat aja biar gue yang cari tau."


"Thank you Bar."


"Santai sama gue. Kalian berdua kalo kemana mana mending bawa bodyguard. Gue takutnya mereka bakal terus mengintai lo.berdua. Hati hati sekarang. Mereka sudah mulai berani."


"Iya untung aja tadi gue nyadar kalo gue sama Aleta lagi di intai."


"Makasih kak Bara untung kak tadi tepat waktu."


"Iya sama.sama Al."


"Oh ya perut Lo sakit ngga?"


"Tadi aga sakit sih kak.Tapi sekarang udah ngga pap kok."


"Syukur deh,lain kali jangan keluar rumah sendiri okay."


"Iya."


"Gue pamit ya.Ada meeting."


"Sorry ya gue ngerepotin Lo tadi."


"Gapapa santai aja."


"Okay ,gue pamit gend,Al."


"Makasih kak."


Setelah kepergian Bara. mereka berdua kini ingin beristirahat dulu tapi sebelum itu Aleta lebih dulu membersihkan dirinya.


...****************...


"Gagal."


"Aagghh kenapa.gagal lagi gagal lagi."


"Sepertinya saat saya mengintai tadi gendra tau."


"Okay kita hari ini boleh gagal tadi besok besok rencana kita harus berhasil."


"Gendra dan Aleta. Jangan harap kalian berdua bakal hidup tenang setelah ini!"


...****************...


"Al maaf gara gara musuh aku kamu jadi celaka."


"Ngga papa kak. Ini resiko aku menikah dengan Tuan mafia. Aku ngga papa kak ,ya mungkin sekarang aku takut dengan semua ini tapi aku yakin jika Kak Gendra bener bener bisa mengajarkan aku dengan dunia mafia mungkin aku juga akan seberani kak Gendra."


"Aku ngga akan buat kamu masuk ke dalam dunia mafia apalagi anak kita nanti. Aku setelah menyelesaikan semua ini akan berhenti di dunia mafia."


"Bantu aku ya Al." ucap gendra.


"Kalo aku bisa ya kak."

__ADS_1


__ADS_2