
Gendra hanya diam tak menjawab lagi perkataan Bara. Entah apa yang ia pikirkan setidaknya Bara sudah menjelaskan semuanya.
" Gue izin keluar buat nemenin istri Lo."
Gendra tak menjawab. Bara lanangsung keluar begitu saja.
"Al..udah habis?"
"Belum kak banyak banget soalnya makanannya."
"Biar kamu seneng. Oh ya Al ada yang mau bicarain sama kamu."
"Boleh ,tapi Aleta mau minta tolong bibi dulu buat kupasin buah."
"Iya sana,aku tunggu. "
"Oke."
Aleta berlari kecil membawa kantong plastik berisi buat untuk meminta tolong bibi mengupas buah.
"Bi...Aleta mau minta tolong kupasin buahnya boleh?"
"Boleh non."
"Eemm sambil buatin minum buat kak Bara ya.. aku ada di taman belakang."
"Iya non."
"Makasih bi."
Aleta kembali lagi menuju taman belakang. Tapi ia berhenti di depan tangga saat melihat gendra turun tangga.
"Kak Gendra? Eemmm u-udah baikan?"
Gendra tak menjawab. Ia juga tak melihat Aleta sama sekali. Saat Gendra tiba dibawah tepat disamping Aleta. Aleta lalu menahan lengan tangan Gendra.
"Kak Gendra.Masih sakit ngga?"
"engga."
"Kak Gendra mau kemana?"
"Bukan urusan Lo."
Gendra lalu bergegas pergi meninggalkan Aleta yang masih berdiri di sana. Aleta langsung bergegas juga ke taman belakang.
"Udah Al?"
"Udah. Kak Bara mau cerita apa? Aleta udah siap dengerin."
"Kamu mirip seseorang yang aku sayang Al. Tapi dia udah ngga ada. Makanya kenapa aku mau Deket dan kenal dengan kamu. Pertama kali gue ketemu Lo gue ngerasa Lo itu mempunyai sifat,tingkah laku mirip orang itu." jelas Bara.
"Maaf kak boleh tanya. Siapa orangnya?"
"Adik gue. Dia udah meninggal beberapa tahun yang lalu. Tingkah dan sifatnya bener bener banget sama kaya Lo. Jadi gue anggep Lo itu kaya adik gue sendiri. Lo bisa ngobatin rindu gue sama adik gue."
"Dia meninggal gara gara apa kak?"
"Adik gue meninggal gara gara dia memiliki penyakit yang sulit untuk di sembuhkan. Sebelum kepergian adik gue,gue udah ditinggalin dulu sama mama dan setelah beberapa tahun kemudian adik gue yang ninggalin gue sama papa juga. Dan sekarang aku sama papa hidup berdua aja tanpa adanya seorang perempuan."
"Kak? are you okay? "
"i'm okay. aku sama paap berusaha menerima semua itu. Kita saling menguatkan satu sama lain. Aku pindah kesini lagi setelah sekian lama di luar negeri karena aku ingat kenangan mama dan adik aku ada disini. Jadi aku memutuskan untuk balik kesini lagi."
"Kak Bara boleh kok anggep Aleta sebagai adik Kaka. Aleta juga pengen punya Kaka laki laki soalnya Aleta cuma anak perempuan satu satunya."
"Makasih ya Al. Gue sayang banget sama Lo. Hal ini juga gue udah bicaraiin sama Gendra tadi. Dia juga tau waktu adik gue meninggal waktu itu. Keran gue sama gendra udah sahabatan dari kecil."
"Iya Kaka. Aleta juga sayang sama Kak Bara."
"Maaf menggangu non ,tuan. ini minuman dan buahnya."
"Makasih ya bi."
"Sama sama non. Saya permisi."
"Iya bi."
__ADS_1
"Kak minum dulu."
"iya Al."
...****************...
Disisi lain Gendra yang kini tengah mengendarai mobilnya menuju ke markas ,karna ia di telpon oleh anak buahnya jika ada penyerangan lagi di sana.
Tiba di markas sudah banyak anak buahnya yang diserang.
Gendra segera turun dan ikut menyerang.
Dor...dor...dor...
Bugh..bugh..bughh...
"Suruhan siapa Lo?" tanya gendra.
"Lo ngga perlu tahu gue suruhan siapa."
Dor....
Gendra menembak orang itu dibagian lengannya.
Penyerangan itu cukup lama hingga akhirnya musuh gendra melarikan diri.
"Tuan tidak apa-apa?"
"gue gapapa."
"Yang lainnya ada yang luka?"
"Beberapa ada tuan."
"Obati semuanya."
"Baik."
"Masih sama Tuan yang menyerang kita dengan jaket lambang elang."
"Kita juga belum bisa menemukan identitasnya." kata anak buah gendra.
"Okay sepertinya saya yang harus turun tangan sendiri. Jika ada yang menyerang lagi atau saat di jalan kalian menemukan mereka segera hubungi saya. Ikuti mereka!"
"Baik Tuan."
Gendra masuk ke kamar yang ada di markas. Ia mengistirahatkan dirinya di sana. Ia memikirkan perkataan Bara tadi.
"Apa gue harus bicara sama Aleta tentang trauma gue? Tapi gue nikah sama dia karna hutang orangtuanya."
"Aaagghhh...." Teriak Gendra.
Gendra lelah dengan pikirannya. Ia benar benar binggung sekarang. Gendra memutuskan untuk istirahat di markasnya.
...****************...
"Al udah sore gue pamit pulang ya."
"Iya kak. Emm tapi kak Gendra juga belum pulang, tau ngga kak Gendra kemana?"
"Emang gendra pergi?"
"Iya tadi pas Aleta mau minta tolong bibi ngupasib buah ,kak Gendra pergi. Terus Aleta tanya Kak gendra jawab bukan urusan Lo gitu."
"Nanti gue telpon gendra."
"Iya makasih kak."
"Iya Al." ucap bara sambil mengelus pucuk kepala Aleta.
"Lo selama hamil kenapa tingkah lomkaya anak kecil sekarang hmm? Lucu banget."
"emang iya ya? ngga tau juga sih kak hehehe."
"Gue pamit Al ,hati hati dirumah ya."
"Oke Kak Bara. Hati hati juga di jalan."
__ADS_1
"Bye..."
Setelah Bara pergi Aleta langsung menuju kekamar untuk mandi.
Selesai mandi Aleta kepikiran dengan Gendra. Ia sebenarnya ingin menelpon Gendra.
"Telpon kak Gendra ngga ya? Aleta takut sih sebenernya.Tapi kak Gendra belum pulang Aleta pengen kak Gendra disini."
Entahlah pikiran Aleta saat ini ingin sekali Gendra bersamanya. Dan akhirnya Aleta memutuskan untuk menelpon Gendra.
Tut...Tut...Tut ...
Lama tak ada jawaban.
"Siapa?"
Tiba tiba sambungan telpon Gendra terhubung.
"Kak Gendra..ini Aleta.."
"hmm apa?" jawab gendra dari sebrang sana.
"Kak kenapa ngga pulang? Aleta pengen kak Gendra disini tau."
"gue ngga pulang. ngga usah nungguin gue."
"Kenapa? Aleta pengen banget Kak Gendra disini...hiks...hikss.."
"Kenapa nangis? "
"Pulang ya...pleasee"
"GUE BILANG ENGGA YA ENGGA."
"...."Aleta tak menjawab lagi ia memilih diam jika Gendra sudah marah ia sangat takut.
Dorr....
"Aaaaaaa......."
"Aleta...kenapa?"
"K-kak Gendra...tolong Aleta takut hiks...hiks..."
"Ada apa Al?"
"Ngga tau ini ada yang nembak kaca kamar kak...hiks...hiks...."
"Gue pulang sekarang.kunci ointunya ,jangan di matiin handphonenya okay?"
"Cepet Aleta takut....hiks...hiks..."
...****************...
Gendra yang khawatir dengan Aleta pun langsung bergegas mengambil kunci mobilnya dan keluar dari markas.
"Semuanya ikut saya. Dirumah juga ada yang menyerang."
"Baik Tuan." Jawab anak buah gendra serempak.
Gendra mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.
" Al masih di sana kan?"
"i-iya kak... Aleta takutt...hiks...hiks...hiks..."
"Aku udah di perjalanan ,jangan takut sebentar lagi sampai."
"Hiks...hiks..."
Beberapa saat kemudian Gendra sampai di rumah. Ia melihat halaman depan sudah berantakan , Tapi orang yang menyerang rumahnya sudah tidak ada.
Gendra lalu bergegas ke dalam rumah dan menuju kamar untuk meelihat istrinya.
Tok tok tok...
"Al ini saya...buka pintunya....."
__ADS_1
Tok tok tokk....
"Aleta ,kamu ada di dalamkan buka pintunya."