
"kak... gendra....hiks...hiks...tolongin Aleta...kak....Aleta...takut...hiks..hiksss....." batin Aleta.
...****************...
Saat di tengah perjalanan tiba tiba Gendra dan Bara dihadang oleh beberapa orang. Sepertinya orang suruhan Bria. Mereka sama menggunakan jaket dengan logo elang.
Terpaksa Gendra dan anak buahnya berhenti.
"Sepertinya mereka orang suruhan Bria."ucap bara.
"Semuanya beberapa saja yang turun jangan semuanya. Beberapa ada yang mengurus mereka ,dan beberapa mencari jalan lain agar cepat sampai di tempat penyekapan Aleta." ucap Gendra dari HT.
"Baik Tuan."
Gendra dan Bara tidak ikut turun karena mereka akan mencari jalan lain agar cepat sampai di tempat penyekapan Aleta sebelum terjadi apa apa.
Beberapa anak buah Gendra juga ada yang mengatasi orang orang itu dan ada yang mencari jalan keluar dari sana.
"Keluar!!" ucap dari salah satu orang yang menghadang itu.
Anak buah gendra berapa memutuskan keluar. Mereka mulai menghajar satu sama lain.
"Tuan ,ada jalan lain sebaiknya tuan pindah mobil saja agar cepat."
"Oke saya akan pindah mobil."
Gendra dan Bara berhati hati untuk pindah mobil agar tidak ketahuan orang suruhan Bria. Untung saja ada jalan lain disana untuk menuju ke tempat penyekapan Aleta.
Kini Gendra ,Bara dan beberapa anak buah lainnya sudah berhasil kabur dari tempat tadi. Mereka melanjutkan perjalanannya.
...****************...
"Okey ,waktunya kita bermain main Aleta." ucap Bria sambil menyunggingkan senyumnya.
"Engga...hiks...hiks..."
"Ssttt diam.."
"Kak gendra... to-long Aleta...hiks...hiks..."
"Gendra ngga ada disini. Dan gendra ngga mungkin bakal nemuin Lo di sini. Karna.kita jauh dari rumah gendra sayang...." ucap Gabriel.
"hiks...hiks... kalian jahatt...KALIAN JAHATTT......"
PLAKKK....
Aleta menoleh saat dirinya ditampar oleh Bria dengan keras. Ia merasakan perih di pipinya.
"Gimana mau rasain yang lebih dari ini hmm?"
Bria yang sudah tersulut emosi lalu menonjok perut Aleta.
"Aaarrgghhhh......." Aleta merasakan perutnya sakit saya Bria berkali kali memukul perutnya.
__ADS_1
"Stopp....s-stopp...hiks...hiks...jangan sakitin anak aku...hiks...hiks..."
Bria tak mendengarkan rintihan Aleta dia semakin gencar untuk memukul perut Aleta bahkan dirinya juga sekali kali menampar pipi Aleta.
"sa-sakit hiks...hiks..." rintih Aleta.
Gabriel yang melihat Aleta sudah lemah pun akhirnya melepas ikatan pada tangan dan kaki Aleta.
"Aagghhh... hiks...hiks...." Rintih Aleta sambil memegangi perutnya.
"Sayang kamu harus bertahan ,kamu kuat.." batin Aleta.
"Sayang... sakit hmm?" Tanya Gabriel.
"Ini belum berakhir Aleta. Saya akan membuat kamu merintih kesakitan!"
"Ngga...cu-cukup saya mohon cukup....hiks...hiks...hiks..."
"Gendra waktu membunuh orang tua gue lebih dari INI ALETA!! GENDRA LEBIH SADIS DARI GUE NYIKSA LO KAYA GINI!!" ucap Bria dengan emosi yang memenuhi dirinya.
"Lo boleh bermain main sama dia Gabriel."
"Okeyy baby."
Aleta benar benar merasakan amat sakit diperutnya ,dirinya sudah tidak kuat lagi menahannya.
"Sayang.... sini biar aku obatin ya." ucap Gabriel sambil membuka baju Aleta.
"Stop ,jangan sentuh saya...hiks..hiks..."
Aleta yang sudah lemah dia tetap berusaha untuk menghindar dari sentuhan gabriel. Ya Gabriel seperti akan menyetubuhi aleta.
"ja-jangan sentuh saya....hiks...hiks...."
"sa-saya mohon hiks....hiks... aagghhhh...." Aleta lagi lagi merintih merasakan sakit diperutnya.
saat baju Aleta akan benar benar terbuka tiba tiba Aleta menendang alat kelamin Gabriel dengan cukup kuat. Hal itu membuat Gabriel merasa kesakitan . Aleta yang mendapat kesempatan itu lalu berusaha untuk keluar dari sana walaupun dengan keadaan yang begitu lemah tapi Aleta tetap berusaha.
"aaarrgghhhh..." teriak Gabriel.
Aleta lalu berlari ke arah pintu tapi naas pintu itu terkunci dari luar.
Brak brak BRAKK...
"buka pintunya..." teriak Aleta.
Bria yang diluar mendengar suara Aleta pun lalu membuat pintu kunci itu. pintunya terbuka lalu Aleta mendorong Bria kuat yang membuat Bria terjatuh kebelakang.
"Siall..." umpat Bria.
"KEJAR DIA JANGAN SAMPAI LOLOS!" Teriak Bria pada anak buahnya.
Aleta berlari menjari jalan keluar dari sana. Rumah itu sangat besar jadi susah untuk Aleta mencari jalan keluanya. Darah dari ************ Aleta mulai keluar hal itu membuat Aleta berhenti karena perutnya benar benar sangat sakit.
__ADS_1
"Aaagghh.....awwsss.... kak gendra sa-sakitt..." Aleta lalu bergeletak tak bisa melanjutkan larinya lagi. Tubuhnya lemas,perutnya sakit.
Aleta melihat kebelakang ternyata Bria dan anak buahnya sudah semakin dekat dengannya.
Aleta mencoba bangkit lagi tapi tidak bisa. Tubuhnya benar benar sakit.
"Kenapa tidak lari hmm?"
"Bria...hiks...to-long selamatin anak g-gue hiks...hiks...sa-sakit....hiks...hiks..."
"Sakit ya? Itu yang mungkin orang tua gue rasaain saya gendra siksa mereka. Dan gue ngga bakal selamatin lo.apalagianak Lo itu." ucap Bria sambil menendang perut Aleta kencang.
"AARRGGGHHH..." teriak Aleta kencang.
DOR DOR DOR
Tiba terdengar suara tembakan dari luar rumah itu. Bria , Gabriel dan anak buahnya panik.
"Permisi ,diluar ada gendra dan anak buahnya." ucap anak buah Gabriel.
"Sial kenapa mereka bisa kesini." umpat Bria.
"cepat amankan Aleta jangan sampai gendra menemukannya." suruh Gabriel pada anak buahnya.
"kak gendra? kak Gendra to-long hikss... aleta...."
"Diam!" bentak Bria.
Aleta lalu di gendong oleh anak buah Gabriel ,padahal darah dari ************ Aleta banyak dan masih terus mengalir tapi mereka tidak ada bekas kasihan sama sekali pada Aleta. Aleta terus merintih dalam gendongan anak buah gabriel tapi mereka juga sama tidak perduli dengan Aleta.
Aleta dibawa ke salah satu ruangan tapi beda dengan yang tadi ,ruangan ini tidak ada ventilasi sama seklai ,ruangan kosong yang begitu berdebu.
Aleta di geletakkan dilantai tanpa alas apapun padahal ruangan itu sangat dingin.
"To-tolong sa...kitt.....hiks..hiks..."
Anak buah Gabriel hanya acuh tak menanggapi Aleta.
...****************...
Diluar Gendra ,Bara dan anak buah mereka sudah sampai di rumah itu. Gendra sengaja menembakkan peluru ke arah langit. Untuk memanggil mereka keluar dari sana.
Gabriel dan anak buahnya kini sudah sampai juga didepan rumah itu. mereka saling berhadao hadapan.
"Mana istri gue? Gue tau Lo yang bawa Aleta kesini."
"Tenang dulu gendra. mana bukti Lo jika Aleta ada disini?"
"Gausah banyak bacot Lo? Mana Aleta hmm? Gue tau Lo sekongkol sama Bria buat hancurin gue dan nyulik Aleta kan? JAWAB MANA ISTRI GUE GABRIEL ANJING!!"
"IYA GUE YANG UDAH NYULIK ISTRI LO!" ucap Bria yang tiba tiba datang.
"BRIA BRENGSEK!!"
__ADS_1
"KENAPA? LO MAU MARAH SAMA GUE? JUSTRU GUE YANG HARUSNYA MARAH SAMA LO GENDRA!! KARNA LO UDAH BUNUH ORANG TUA GUE!"
Gendra diam ia masih mencerna ucapan Bria. Tidka ,Gendra tidak pernah membunuh orang tua Bria sepertinya? Tapi mengapa Bria bisa bilang seperti itu?.