
"udah udah kenapa pada berantem sih Aleta mau sarapan jangan ada yang berantem."
Mereka akhirnya menyelesaikan sarapannya.
"Al ,aku mau keluar ada urusan."
"Mau kemana?"
"Ada sesuatu yang harus aku selesaikan dulu. Aku janji bakal pulan cepet nanti."
"Iya hati hati kak." Ucap Aleta sambil mencium pipi gendra.
Gendra lalu bergegas menggunakan mobilnya. Entah kemana ia akan pergi Aleta juga tidak tau.
"Al ,aku juga pulang ya. Makasih buat sarapannya."
"Iya kak, hati hati di jalan."
"iya.Kamu juga hati hati dirumah ,kunci pintunya. Kalo ada apa apa telpon langsung ya."
"Iya kak."
Bara juga bergegas pergi,kini tinggal Aleta sendiri. Ia sebenarnya takut jika di tunggal oleh gendra. Walaupun di rumah sudah ada banyak bodyguard dan pembantu tapi Aleta tetep saja takut.
...****************...
"Tuan Gendra tidak ada dirumah ,sekarang non Aleta hanya sendiri." ucap seseorang ditelpon.
"oke alihkan semua bodyguard dan pembantu disana. Saya segera kesana."
"Baik."
...****************...
Aleta menuju ke taman ia ingin menyibukkan diri dengan menyirami bunga yang ada di taman.
Disisi lain Aleta selalu di jaga oleh para bodyguard nya. Karna takut kejadian waktu itu akan terulang lagi.
Saat Aleta tengah asik menyirami tanaman tiba tiba Aleta merasa bahwa sedang ada yang mengintainya.
Aleta ragu saat ingin melihat kebelakang.
"Apa perasaan aku aja ya?" gumam Aleta.
Aleta memutuskan untuk menoleh kebelakang dan ternyata para bodyguard yang menjaganya tidak ada disana.
"Kok bodyguardnya ngga ada semua?"
"ngga ngga Aleta ngga boleh negatif thinking okay. Disini aman banyak bodyguard ngga boleh berpikiran buruk. Mending lanjut lagi buat nyiram tanamannya. Mungkin karna aku takut aja." gumam Aleta lagi.
Beberapa saat kemudian tiba tiba Aleta merasakan jika dibelakang seperti ada orang berjalan yang menghampirinya.
Aleta lalu menghentikan kegiatannya ia masih berdiam disana tanpa menoleh ke belakang.
"Ngga ini beneran kaya ada orang yang berjalan ke arahku. apa mungkin bibi ya?" batin Aleta.
Aleta merasakan langkah itu semakin mendekatinya.
Tiba tiba....
"eemmmhhh...eeemmhhh....."
Ya Aleta di bekap oleh seseorang dengan memakai pakaian serba hitam dan menggunakan masker. Jadi Aleta sulit mengenali siapa orang itu.
"DIAMM!!"
"eeemmmhh...eemmmhh..."
Aleta mencoba untuk melepaskan dirinya tapi tidak bisa orang itu lebih kuat dari Aleta. lama kelamaan tubuh Aleta tumbang. Ia sudah kehabisan nafas karna disekap. orang itu kalau membawa Aleta pergi dari rumah Gendra.
__ADS_1
"Cepat..." Aleta di bawa masuk ke mobilnya.
Dengan cepat tanpa ketahuan bodyguard bahkan pembantu disana Aleta dibawa oleh orang itu. Seperti ada yang tidak beres dengan semua ini.
...****************...
Disisi lain Gendra yang saat ini sedang berada diluar dengan Bria. Ya Gendra ingin memastikan dan mencari informasi dengan Bria apakah yang dikatakan oleh Bara itu benar tentang Bria yang dibalik semua masalah ini.
"Kenapa Gend?"
"Ngga papa pengen ketemu aja bosen dirumah."
"Istri Lo kemana?"
"Ada."
"Udah sarapan?" tanya Bria.
"Udah. Lo?"
"udah juga."
"Gue mau minta bantuan dari Lo."
"Bantuan apa?"
"Waktu itu gue sama Aleta diserang oleh beberapa orang dia pake jaket lamabanh elang juga kaya yang waktu itu. Tapi Lo bisa ngga sih cari informasi tentang mereka? soalnya terakhir gue suruh Lo cari informasi itu sampe sekarang aja Lo ngga ada info apa apa."
"Sorry sorry gen. Gue lagi sibuk soalnya ada urusan yang gue urus juga ,jadi jarang banget bantuin Lo buat cari informasi."
"Lo ada urusan apa? " tanya gendra mengintimidasi.
"Ada pokoknya. Oh ya lo.diserang dimana?" tiba tiba Bria mengalihkan pembicaraannya.
"Kenapa Bria tanya? bukannya waktu itu bara ngelihat Bria ada disana ya? Kayaknya bener ada yang ngga beres." batin gendra.
"Gendra? kok ngelamun sih?"
"Oke kalo gue bisa bantu cari informasi mereka gue bakal cepet kasih tau ke Lo kok."
"Thank you ya bri."
"Tenang aja kaya sama siapa sih Lo."
Kringg...kringg...
"Eh bentar ya gendra gue angat telpon dulu."
"Iya."
Bria lalu berjalan menjauhi gendra. Ia segara mengangkat teleponny.
"Halo?"
"Halo. Ini Aleta udah sama gue."
"emmm bagus sebentar lagi gue kesana."
"oke gue tunggu Lo."
"Siap kerja bagus."
Bria tersenyum tipis.
"Sebentar lagi kita akan bermain main Aleta."
Selesai menelpon Bria kembali ke meja menghampiri gendra.
"Maaf ya lama."
__ADS_1
"Ngga papa."
"oh ya gue ngga bisa lama lama disini ,gue harus pergi sekarang."
"Oh ya okey makasih ya."
"Iya sama sama ,duluan ya gendra."
Gendra mengangguk.
"apa gue ikutin aja? siapa tau gue Nemu sesuatu."
Gendra khirnya memutuskan untuk mengikuti Bria.
Ia penasaran dari saat Bria tanya tadi kenapa dia seolah olah tidak tau jika ia diserang padahal bara lihat sendiri jika Bria ada disitu dan melihat gendra diserang.
"Sepertinya ada yang tidak beres." gumam gendra.
Bria yang kini menyetir mobil sendiri ia sesekali juga melihat ke arah spion mobilnya.
"Bukannya mobil gendra?" gumam Bria.
Bria yang menyadari bahwa dirinya diikuti gendra pun ia langsung berbelok arah agar Gendra tidak curiga.
"halo? gue lagi diikutin sama Gendra ,jadi gue ngga bisa cepet kesana." Bria menelpon seseorang yang kini sedang membawa Aleta.
Bria berbelok ke arah restoran yang dekat sana.
"gue berhenti disini aja biar Gendra ngga curiga.*
Disisi lain Gendra yang masih mengikuti Bria pun kini berhenti didekat sana juga ,melihat Bria turun dan masuk ke restoran.
Saat Gendra ingin juga turun dan masuk kedalam restoran ia mendapat telepon.
"Halo?"
"Halo iya bi?"
"Tuan ini nona Aleta tidak ada dirumah ,sudah dicari kemana mana. tapi tidak ada tuan." ucap bibi panik.
"Aleta ngga ada?"
"iya tuan."
"Saya pulang sekarang bi."
Gendra lalu menyalakan mesin mobilnya dengan keadaan emosi. Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
"Aleta..." ucap gendra dengan nada emosi.
Beberapa saat kemudian mobil gendra sudah memasuki halaman rumahnya. Gendra segera turun dari mobil dan memasuki rumahnya dengan keadaan marah.
Semua bodyguard dan pembantu dirumah gendra sudah berkumpul di ruang tamu.
"GIMANA ALETA BISA PERGI HMM?"
Tak ada yang menjawabnya satupun.
"KALIAN SEMUA MAU MATI?! KEMANA ALETA?"
"ma-maaf tuan tapi tadi semuanya sibuk dengan kegiatan masing masing. Tadi saat setelah tuan gendra dan tuan bara pergi non Aleta ke taman menyirami tanaman, non Aleta juga ditemani 2 bodyguard disana." ucap salah satu pembantu.
" Siapa yang menemani Aleta saat ditaman?!" ucap gendra dengan nada sedikit tinggi.
"Saya tuan." kedua bodyguard itu mengangkat tangannya.
"Tadi saat saya sedang menemani nona Aleta tiba tiba kami mendapat telepon jika tuan gendra menyuruh kami semua untuk menyusul tuan gendra ke markas karna ada penyerangan di sana. Jadi kami tinggal nona Aleta sendiri. Dan pembantu yang lain juga sedang fokus membenahi rumah ini." jelas bodyguard itu.
"KALIAN SEMUA BENAR BENAR TIDAK BECUS MENJAGA ALETA!! BAGAIMANA JIKA ALETA TERJADI APA APA! KALIAN BISA MENINGGALKAN ALETA TAPI HARUS ADA SALAH SATU DIANTARA KALIAN JUGA YANG BISA MENJAGA DISINI!! DAN SATU LAGI SAYA TIDAK PERNAH MENELPON ATAU MEMERINTAH KALIAN UNTUK KE MARKAS!!" ucap gendra dengan emosi.
__ADS_1
"Sepertinya ada yang tidak beres dengan ini. Tudka mungkin jika Aleta kabur dari rumah ini..Apalagi semua bodyguard di suruh untuk kemarkas lewat telepon. Apa Aleta di culik?" batin gendra.