Dipaksa Menikah Dengan Mafia

Dipaksa Menikah Dengan Mafia
28. SAYANGG..


__ADS_3

Sampai di kamar Aleta lalu di baringkan oleh Gendra.


"Tidur sayang..."


"Mau dipeluk sambil di usap perutnya sama Kak Gendra."


"Manja banget bumil satu ini." ucap gendra sambil mencubit gemas hidung Aleta .


"Kak Aleta tanya boleh?"


Gendra lalu mendekatkan tubuhnya dengan Aleta. Ia menyandarkan Aleta pada dadanya ia juga menjadikan lengan tangannya sebagai bantalan Aleta.


"Boleh sayang..mau tanya apa?"


"Kak Gendra cinta ngga sama Aleta? Kan kak gendra maksa buat nikah sama Aleta juga karna hutang orang tua Aleta."


"Kenapa tanya kaya gitu hmm?"


"Aleta takut kalo Aleta semakin dalam cinta sama kak Gendra. Nantinya Aleta bakal di buang dan Aleta ngga mau setelah melahirkan nanti anak ini ngga punya papa."


"Awal aku melihat kamu aku sudah jatuh cinta sama kamu Al. Jadi sekarang aku juga cinta dan sayang sama kamu."


"Kak Gendra beneran? Tapi kadang kak Gendra kaya benci banget sama Aleta." ucap Aleta sambil memainkan jari jari tangan gendra yang ada diperutnya.


"Seiring berjalannya waktu cinta itu akan datang Al. Dan sekarang aku merasa nyaman dengan kehadiranmu. Aku juga sudah cinta dengan kamu. Untuk sikap aku yang kadang berubah tolong ya kamu mengerti. Ada satu hal yang membuat aku menjadi seperti itu." Jelas Gendra.


"Kak Gendra nangis?" Aleta mendongkak menatap Gendra yang kini menitihkan air matanya.


"Ada yang salah ya sama ucapan Aleta? Maaf ya kak Aleta ngga bermaksud kok."


"Aku cuma kangen sama mama Al. Boleh peluk?"


"Boleh."


Gendra lalu memeluk erat Aleta.


"Gini aja diem. Jangan tanya apapun sama aku. Aku mau mencoba mengontrol emosi aku. Aku gapapa Al. nanti aku bakal cerita."


Aleta mengangguk.


Beberapa saat kemudian Aleta yang masih dalam pelukan Gendra pun merasakan bahwa gendra sudah tidak menangis lagi. Aleta lalu melepaskan pelukannya ia melihat Gendra yang sudah tidur.


Aleta melihat Gendra yang tidur pun merasa tenang. Wajah tampannya kini terlihat sangat jelas.


"Selamat malam kak Gendra. Tidur yang nyenyak ya..Aleta berharap kak Gendra bisa sayang sama Aleta dan calon baby."


Aleta lalu memejamkan matanya dan ikut tidur. Malam ini malam yang indah Aleta merasakan ketenangan dalam dirinya. Gendra yang tidak marah,membuat Aleta merasa bahagia.


Kini matahari telah muncul dari arah timur. Cahaya matahari telah masuk ke celah celah kamar Aleta dan Gendra. Dua insan itu masih tertidur pulas. Dengan posisi Gendra yang memeluk Aleta.


"Eeuugghhh....."


Aleta terbangun dari tidurnya. Ia merasakan perutnya terasa berat. Ia melihat ke arah perutnya ternyata gendra memeluk Aleta begitu erat membuat perut Aleta sedikit sakit.


"Kak..."


Aleta mencoba membangunkan Gendra. Ia juga mencoba mengalihkan tangan gendra dari perutnya tetapi gendra memeluk Aleta begitu erat. Susah untuk melepaskannya.


"Kak...sshhh...minggir dulu ya tangannya. Perut Aleta agak sakit..."


Tak juga bangun padahal Aleta sudah sedikit keras memanggil Gendra.


"Kak..."Aleta mencoba lagi sambil menepuk pelan lengan gendra.


"Iya Al...aku masih ngantuk."


"Tangannya minggir dulu ya kak..perut Aleta aga sakit kak gendra meluknya terlalu erat."


Gendra langsung membuka matanya dan langsung bangun.

__ADS_1


"Perutnya sakit?"


"Iya agak sakit.Tadu kak gendra meluknya terlalu erat."


Gendra langsung mengusap usap perut Aleta lembut.


"Baby maafin papa ya..papa ngga sengaja buat baby sakit." Gendra lalu membuka.kaos Aleta setengah dan mengecupi perut Aleta.


"Kak geli... jangan gitu..."


"Aku mau minta maaf sama baby dan juga kamu. Soalnya udah buat kamu dan baby sakit."


"Iya ngga papa sekarang udah ngga sakit kak..."


"Maaf ya sayang ngga sengaja..kamu ngga papa kan?"


"Ngga papa kak..oh iya hari ini ada jadwal cuek up kandungan, Kak Gendra mau nemenin ngga?Kita liat baby didalam."


"Hari ini check up?"


Aleta mengangguk.


"Kak gendra ngga bisa ya?"


"Bisa sayang... yaudah sekarang kamu mandi ya siap siap sekalian jalan jalan ke taman okay?"


"Beneran?! Yaudah sekarang Aleta mandi." Aleta lalu beranjak dari kasur dan lari menuju kamar mandi.


"Eehh sayang jangan lari ,ingat kamu lagi hamil."


"Maaf kak Aleta lupa heheh saking senengnya tadi." Teriak.aleta dari dalam kamar mandi.


Gendra dan Aleta siap siap untuk check up.Aleta mandi di kamar mandi kamar sedangkan gendra di kamar mandi bawah.


Selesai mandi Aleta kalau merias sedikit wajahnya ia juga menggunakan dress yang aga panjang dan tertutup.


Aleta lalu menoleh ke arah pintu.


"aaaaaaaa........!!?"


"Sayang kenapa teriak?"


"Abisnya kak gendra kenapa ngga pake baju ,terus cuma pake handuk doang? Mata Aleta ternodai."


Gendra mendekat Aleta yang kini sedang berada di depan meja rias.


"Sayangg..lagi pula kamu juga pernah liat kan?"


"Heheh iya sih. Tapi Aleta tadi kaget tau."


"Beneran kamu ngga mau liat?"


"Aaa ngga mau cepetan kek gendra ganti baju sana. Terus berangkat."


"Iya iya sayang lucu banget sih saltingnya."


Setelah mereka selesai mereka memutuskan untuk sarapan terlebih dahulu.


"Selamat pagi tuan ,non Aleta."


"Pagi bi..."


"Sarapan sudah siap semua Tuan,non."


"Makasih bi " Ujar Aleta.


"Sama sama non,saya permisi dulu."


"Kak Gendra mau makan apa? "

__ADS_1


"Roti aja pake selai coklat."


"Pake nasi dong kak.."


"Engga sayangg..roti aja ya.."


"Yaudah deh Aleta siapin dulu"


"Makasih sayang..."


"Sama sama kak Gendra sayang..."


Gendra terkejut ini pertama kalinya Aleta memanggil gendra dengan sebutan sayang.


"Coba ngomong sekali lagi!"


"Ngomong apa?"


"Yah tadi.."


"Yang mana?"


"Yang sama sama kak Gendra sayang." Gendra menirukan suara Aleta.


"Kenapa kak Gendra suka ya Aleta panggil sayang."


"Suka banget kalo bisa terus begitu aja boleh?"


"Boleh sayang..."


"Aaaa Aleta kenapa bikin jantung aku berdetak cepat?"


"Ihh apasih kak baru kali ini ngeliat kak Gendra kaya gini.Lucu banget ternyata."


"Kaya gini juga cuma sama kamu Al."


"Iya Aleta percaya kok ,yaudah sekarang sarapan yukk..."


"Sayangnya mana?"


"Sayang sarapan ya sekarang." Aleta menurut apa kata gendra dengan memanggil Gendra menggunakan embel embel sayang.


Selesai sarapan mereka langsung bergegas menuju ke rumah sakit untuk check up kandungan Aleta.


Kini mereka di mobil menuju ke rumah sakit.


"Kak Gendra Aleta pengen makan sate tau."


"Tiba tiba?"


"Heem ,aku telpon ibu katanya kalo lagi hamil terus tiba tiba pengen sesuatu itu namanya lagi nyidam ,dan katanya juga harus diturutin,kalo ngga nanti anaknya bakal ngeces."


"Emang gitu?"


"heem.."


"Yaudah nanti selesai check up kita beli sate ya.."


"Aleta maunya sate yang di jual mang mang di pinggir jalan."


"ngga baik sayang..itu ngga sehat..."


"Siapa bilang ngga sehat.alwta pengen banget tau makan di sana."


"Iya iya nanti kita makan setelah dari rumah sakit okay?"


"Makasih kak Gendra sayang..."


Muach..

__ADS_1


__ADS_2