
ayah sangat kewalahan dengan kami yang sama-sama mabuk perjalanan itu.
karena lelah dan lemas kami pun tertidur di bus hingga bus yang kita tumpangi sampai ke tujuan.
turun dari bus kami masih harus Dua kali naik angkot, lumayan jauh bukan.
akhirnya kami pun sampai.
ibu bekerja sebagai pengrajin membuat anyaman dari bambu kalau disukabumi namanya bilik, rumah ibu juga di pinggir jalan raya yang lumayan ramai lalu lalang kendaraan.
"masyaaallah Rani, Nisa ibu kangen banget sama kalian" ibu menyambut dan memeluk kami.
kami disuguhi makanan yang enak masakan ibu, dan bagiku masakan ibulah yang enak dan bikin rindu.
Hari pertama dirumah ibu hanya istirahat karena sangat lelah.
Iya dibelakang rumah ibu terdapat sawah dan irigasi kecil serta air pancuran buat mandi, karena sebrang jalan raya itu gunung cadas jadi sumur disini airnya berwarna putih seperti air cadas, tapi kalau hujan terus menerus air itu keruh kalau sudah beberapa lama tidak hujan air itu agak bening tapi jika airnya sedikit ia akan berwarna air cadas.
Kebetulan sudah lama tidak hujan jadi air sedikit .
Mandi pun di air pancuran.
__ADS_1
Sawahnya begitu banyak tapi itu sawah orang bukan sawah kami, dan di seberang sawah juga ada sungai besar nama sungainya cimandiri.
Setelah beberapa hari dirumah ibu aku mengenal beberapa orang anak tetangga ada yang jahil,baik dan jahat tentu saja setiap orang berbeda-beda watak.
Karena aku suka memancing akhirnya aku sering diam-diam pergi ke sungai besar untuk mancing dari siang sampai sore tentu saja sama anak tetangga beda dua tahun denganku namanya Mirna, sampai suatu hari aku ketahuan sama ibu dan ayah.
"Nisa mancing di cimandiri kah" tanya ibu
"Iya Bu maaf gak izin pasti ibu tidak akan mengizinkan aku pegi" ucap ku
"Sudah tau tidak akan memberikan izin kenapa masih pergi, Nisa ingat itu bukan kolam buatan Kakek disungai itu sangat berbahaya, kalian wanita masih pada kecil seandainya tenggelam terbawa arus tidak ada yang nolong gimana disana tempatnya sepi" ucap ibu sedikit keras
Ayah hanya menggelengkan kepalanya
"Lain kali gak boleh ya " ucap ibu
Akhirnya kami mandi dan segera shalat Ashar.
__ADS_1
Mirna mempunyai kakak namanya ishal serta Paman namanya Ridwan dan adiknya seusia Rani namanya doni.
Ishal lumayan tampan dengan perawakan tinggi, Ridwan agak pendek dari ishal tapi lumayan juga lah tidak terlalu jelek.
setelah seminggu dirumah tak ada kerjaan akhirnya aku ikut mengaji bersama Mirna ke mushola, ternyata banyak disana yang belajar mengaji mungkin sekitar 12 orang diantaranya 3 laki-laki dan sisanya perempuan.
kami selalu berangkat berempat kemushola yaitu aku, Mirna, Rani dan Doni.
hari pertama aku merasa malu- malu karena emang baru pertama.
banyak yang berkenalan denganku dan menjadi teman baik.
diantaranya Nuri perempuan beda 1 tahun denganku, Aray laki-laki beda 2 tahun denganku seumuran Mirna, serta kak arif berusia 20 tahunan pengurus mesjid yang lumayan tampan dan putih.
hingga selang tiga hari begitu aneh semua teman ngaji meminta nomor telepon ku, tentu saja karena tidak punya handphonenya maka aku tidak memberikan nomor apapun.
ibu adalah teman baik ku waktu itu dia mendengar segala curhatan ku serta semua keluhan ku
"ibu ada yang minta no hp ku tapi aku gak punya hp jadi aku gak kasih" ucap ku
__ADS_1
"Nisa pakai saja handpone ibu, kita pakai berdua ya" ucap ibu