Doa Mengubah Segalanya

Doa Mengubah Segalanya
episode 15


__ADS_3

Kak Arif masih belum menghubungi ku atau pun main kerumah dan aku sudah lama tidak mengaji ke mushola lagi karena masih syok atas kejadian terakhir kali, hampir saja ular jatuh ke kepala ku dan menggigit ku, si ular jatuh dari pohon bersama ranting yang sudah rapuh Untung saja waktu itu dijemput ayah tiri dan ularnya langsung dibunuh.



Sampai saat ini aku masih trauma akan kejadian itu.



Aku termasuk orang yang pantang menghubungi duluan jadi berasa bukan diriku kalau aku sms duluan 😂, ya sudahlah masa bodoh.



Beberapa hari kemudian, kak isak datang lagi kerumah membawa durian kesukaan ibu, serta dia tidak lupa coklat kesukaan ku.



Meskipun aku sangat suka banget sama coklat tapi saat itu aku justru enggan buat memakannya ntah rasa takut atau pun rasa benci, entahlah.



Semenjak balikan lagi sama kak Isak dia memang benar-benar berubah lebih perhatian dan lebih lembut juga tidak macam-macam.



Setiap malam kami telponan sampai aku tidur, mungkin senang menurut kak Isak tapi bagiku itu adalah siksaan, dimana harus pura-pura mau menerima nya dan memberi perhatian kepadanya, satu yang membuat ku bertahan yaitu balas dendam.



Jelang 1 bulanasih tak ada kabar dari kak arif.


Hubungan ku dengan kak Isak pun semakin dekat dan memutuskan untuk bertunangan dulu, padahal ini hanya siasat untuk meninggalkan dia, lagi pula usia ku masih kecil.



Hari ini kak isak janji mau datang kerumah membawa cincin karena bapaknya sudah meninggal jadi dia cuma datang sendiri kerumah ishal pun adiknya tidak mau ikut campur dalam hal seperti ini.

__ADS_1



"Moment yang bagus sekali" gerutu ku sambil ketawa jahat



Aku tidak bisa dandan jadi aku suka natural saja tanpa apapun, memakai dres panjang warna pink dengan rambut diikat satu ditengah.



"Tumben Nis rapih gini hari mau ngapain" ucap ibu


Saat itu sesudah mau isya



"Iya Bu kak Isak mau kemari mau main" jawab ku


Tanpa memberi tau ibu kalau kak isak mau melamar ku.




"Siap Bu bos" ucap ku



Isya pun berlalu tiba jam setengah delapan malam kak Isak pun datang.



"Asalamualaikum" ucap kak Isak


__ADS_1


"Waalaikumussalam, eh kapan datang a masuk a" jawab ibu



Ibu selalu memanggil aa kepada cowok yang dekat dengan ku.



"Iya Bu kemaren baru pulang kerja jadi aa kesini pengen ketemu Nisa" ucap kak isak



"Oh ya udah kalian ngobrol dulu deh ibu ambilin air dulu" ucal ibu sambil berlalu pergi



"Nisa udah bilang ibu belum kalau kakak mau melamar" tanya kak Isak



"Belum kak gak sempat" ucap ku santai



"Masa iya gak sempet si, kan bisa ngomong langsung aja" kata kak Isak sedikit ketus



"Duh siapa juga yang mau dilamar sama kakak" ucap ku manyun



"Nisa Gimana sih kan kita sudah setuju tunangan dulu kemaren kita ngobrol di telpon" ucapnya sedikit marah


__ADS_1


"Maaf ya kak aku gak cinta sama kakak apa lagi rasa sayang, rasa itu sudah hilang semenjak kakak memutuskan untuk mengakhiri hubungan kita, apa lagi aku hanya dianggap sebagai pelampiasan saja, kakak pikir aku mau terima kakak lagi dan melupakan rasa sakit yang kakak berikan?, Maaf kak tidak semudah itu aku berjuang melawan rasa traumaku sendiri (trauma akan hilangnya kesucian yang direnggut paksa), ingat cuma sendiri aku tak berani bicara masalah ini pada siapapun termasuk sahabat ku karena ini mengenai harga diriku,(bicara pelan terdengar berbisik)" ucap ku menahan tangis.


__ADS_2