Doa Mengubah Segalanya

Doa Mengubah Segalanya
episode 36


__ADS_3

Dia berkata...


lu dari kecil slalu nyusahin gue mulu, sampai sekarang mau nikah juga nyusahin gue terus dengan suara pelan karena waktu itu ada ibu diarea situ.


dddeegggg


hatiku berasa hancur dalam seketika, aku lari keatas dan masuk ke kamarku.


tangisan ku mulai pecah diatas bantal ku.


dalam otak dan hatiku berpikir, dari kecil aku tinggal sama Kakek dan nenek ku, dia yang selalu aku susahkan, bukankah dia yang menyusahkan aku dengan mengambil ibuku dari sisiku, aku terus menangis.


tok tok tok

__ADS_1


suara ketukan pintu dan terbuka.


yang mau nikah bukannya bahagia, malah nangis disini, kenapa.? ucap nenek


nenek aku nyusahin ya, nenek aku jadi beban ya selama ini, aku nyusahin ya tangisku nambah kencang


apa yang terjadi kenapa ngomong kaya gitu, dari kecil Nisa dibesarkan oleh nenek, tentu saja itu kesenangan nenek bukan jadi beban atau bahkan nyusahin, malah Nisa selalu jadi kebanggaan nenek dan Nisa selalu menjadi bidadari kecilnya nenek ucap nenek menenangkan.


ayah bilang aku nyusahin dia Nek sedari kecil sampai mau nikah masih nyusahin ayah, Nisa tau Nisa tidak berguna bahkan Nisa tidak kaya orang seumuran Nisa yang kerja di pabrik-pabrik buat ngebahagiain ibu dan ayah, itu semua karena ibu yang selalu melarang Nisa buat kerja, huhuhuhuhuhu ucapku sambil nangis


perlahan aku tenang dan tertidur.


aku berpikir dan membuat tekad aku harus nikah untuk keluar dari ini semua, dari bapak yang selalu memintaku kembali kesisinya, dari ibu yang egois mempertahankan aku disampingnya dan masalah dirumah ibu pun tak kunjung selesai, rasanya aku ingin keluar dari jeratan rantai yang membelenggu kebebasan ku.

__ADS_1


dunia memang tak adil bagiku,aku sering merasakan mati takut hidup pun tak mau, sering dibelenggu dengan rasa keputusan asaan, namun setiap kali rasa itu terlintas aku selalu menguatkan diriku dengan adanya cahaya didepan nanti, hidup itu berputar dan aku terus meyakini itu dan aku harus sabar menunggu cahaya itu tiba.


10 hari sebelum pernikahan aku menelpon bapak memberi tahu tentang pernikahan ku, namun dia tidak setuju dengan pilihanku sebab menurut dia sifat calon suami ku itu tidak bagus dan dia bilang pakai wali hakim saja.


3 hari kemudian aku menelpon bapak lagi untuk memberi tahu dia kalau besok aku mau kerumahnya untuk meminta restu dari dia sambil membicarakan hal wali nikah, tapi jawabannya begitu dingin.


hari selanjutnya ..


aku nenek dan kakek pergi ke Bandung untuk memberi tau sanak saudara disana terutama bapak ku, tetapi pas sampai rumahnya kami hanya disambut oleh bibi (adik ke 2 ayah) dan nenek dari ayah, nenek bilang ayahku ada hal mendadak semalam baru berangkat ia menitipkan uang dan surat untuk hak walinya.


Dengan rasa kecewa kami pun pulang ke bandung (rumah Paman adiknya ibu).


disurat itu tertulis...

__ADS_1


saya selaku bapaknya dari Zahra Khairunnisa, dengan surat ini aku mewakili dan meridhoi anak ku untuk menikah dengan pilihan nya.


jangan lupa like dan komennya ya


__ADS_2