
"cihh lebay banget ya, tapi tidak salah juga kan kalau di balas" gerutu ku
dear* Nisa
to* Andre
maaf aku kurang memperhatikan nya jadi aku tidak tau kamu yang mana, makasih ya udah memuji ku seperti itu namun kata nya terlalu indah dan jauh dari kenyataanya itu.
kamu dari sekolah mana? mau lanjut kemana?
beli sendal ke Minahasa
Salam kenal dari Nisa.
ku lipat kertas itu lalu ku masukan dalam amplop tadi.
aku pun segera tidur karena hari sudah begitu malam.
"duuhh berisik banget ya subuh-subuh begini ada apaan?" gerutu ku sambil mengucek mata aku pun segera keluar dari kamar pergi ke arah berisik itu.
"eh Nisa udah bangun sini nak ini telpon dari ibu" ucap nenek
"fah anak mu mau ngomong nih" ucap nenek
__ADS_1
Ifah nama panggilan ibuku yang nama aslinya itu Syarifah.
"Asalamualaikum, ibu bagaimana kabar ibu Nisa rindu sangat pada ibu, kapan ibu temui Nisa?, nenek pernah bilang kalau Nisa jadi anak baik dan pintar ibu akan datang temui aku, tapi nenek bohong Nisa selalu berbuat bdan rajin supaya bisa bertemu dengan ibu tapi ibu tidak juga datang" ucap ku menahan tangis
"Waalaikumussalam Alhamdulillah ibu sehat nak, Nisa Gimana kabarnya maafin ibu ya, ibu akan berusaha lebih giat lagi untuk cari uang supaya bisa bertemu dan langsung jemput Nisa, Nisa mau kan tinggal sama ibu, ayah dan adik Nisa, Nisa lanjut sekolah disini saja ya " ucap ibu yang terdengar menahan tangis.
"wahh Nisa punya adik, laki-laki atau perempuan Bu? tentu saja Nisa mau, Nisa senang bisa dekat sama ibu" jawab ku
"Alhamdulillah kalau begitu, adik Nisa sama seperti Nisa, perempuan namanya Rani, Nisa jadi anak yang pintar ya nurut apa kata nenek jangan nakal ya, doain ibu supaya usaha ibu lancar " ucap ibu
aku berlalu kekamar dengan hati yang riang untuk menyiapkan perlengkapan buat sekolah.
Waktu pun berlalu, aku sudah ada di sekolah berkumpul denan teman-teman sambil mencari-cari info tentang si Andre ini, akhirnya aku menemukan tempat duduknya dan ku selipkan surat itu dibawah bangkunya.
kami terus balas membalas surat itu, Andre lumayan tampan dan tinggi badan nya rata-rata diusianya, sampai pada hari akhir ujian sekolah, kami tidak lagi bertemu atau pun surat menyurat lagi.
Inilah saatnya kami bebas sudah tidak belajar lagi.
"Nisa kangen sama ayah tidak" ucap uyutku waktu itu
__ADS_1
"ah tentu saja Nisa ingin sekali melihat wajah ayah Nisa" ucap ku
"hemms mau gak uyut bantuin tapi Nisa juga harus melakukan satu hal" ucap uyut
"lakuin apa" tanya ku
"baca doa ini (menyodorkan seutas kertas) baca setiap habis shalat ya terus kalau Mau tidur juga baca sebutkan nama ayah Nisa 3x ya" jelas uyut
"manjur kah yut" tanya ku lagi
"coba dulu ntar uyut juga bantuin" ucapnya lagi
aku melakukan apa yang uyut suruh selama tiga hari ini, aku ingat betul hari itu aku sedang nyuci Di pancuran ( dulu masih susah air kalau mau nyuci atau yang lainnya harus ke air pancuran).
tiba-tiba tetangganya nenek memanggilku.
"Nisa, Nisa disuruh pulang sama uyut nenek sama Kakek juga dijemput buat pulang " ucap tetangga itu
"ada apa gak seperti biasanya " ucap ku
__ADS_1
"sudah pulang aja dulu" kata dia lagi