
hari selanjutnya
semalaman aku tidak tidur karena rasa cemas dan takut hingga subuh, kebetulan saat itu aku baru selesai haid, ku mandi dan ibu perias pengantin datang kerumah tepat jam 5 subuh.
semua yang bersangkutan dirias terlebih dahulu oleh asistennya dan aku oleh periasnya langsung dari awal sampai akhir, hati masih terus bergetar dan terus bertanya apakah ini pilihan ku?, atau ini hanya pelarian.
waktu pun berlalu orang sibuk mengurus segala hal, aku masih terduduk masih dirias.
akadnya akan diadakan jam 10 pagi dan sekarang masih jam 8 aku selesai dirias duduk di sofa, kepala ku terasa berat karena pusing kurang tidur dan hiasan di kepala.
aku terus menunggu datangnya calon suamiku itu.
bledag...bledag..bledag suara petasan menandakan calon mempelai pria sudah datang dengan 1 mobil bawaan seperti buah, dodol, geplak Betawi, baju sendal seperangkat alat sholat dll.
sebelum kesini dia menginap dirumah saudara dari bapaknya, ia rombongan bersama 3 mobil dan beberapa motor.
aku sangat berdebar melihatnya begitu tampan dengan gamis putih, sorban yang melingkar dikepala serta jubah abu-abu yang menawan.
sesuai yang direncanakan aku tidak boleh keluar sebelum acara akad selesai karena sebelum akad kami belum syah jadi masih bukan makhram.
__ADS_1
aku terima nikahnya Zahra Khairunnisa bin Ahmad Hamdan (nama bapak ku) dengan mas kawin emas 2gr seperangkat alat sholat dibayar tunai
dan semua teriak syah
sedikit kegundahan ku berkurang, aku turun kebawah untuk menemui mertua serta adik-adik ifar ku serta suamiku.
semua berjalan seperti biasanya dalam pernikahan, kondangan hingga sore dan selesai.
aku sudah benar-benar tidak kuat dengan beberapa kali ganti baju serta riasan yang di kepala menambah rasa sakit.
pernikahan pun selesai tamu semua pulang kecuali guru-guru suami (para habib),
salah satu habib berkata..
inget jangan kasar-kasar ya pelan-pelan aja santai ya*
__ADS_1
Jawab suami
hehe tenang bib masih siang
setelah beberapa lama dia tertidur karena kelelahan, aku masih membuka kado Karena lumayan banyak.
waktu berlalu para guru suami pun pulang dan kami tertidur sangat lelap untuk melepas rasa lelah hari itu.
setelah 3 hari, aku dan suami memutuskan pulang kekota suami, kami diantar dengn mobil bersama keluargaku, sekitar 6 jam perjalanan kami pun sampai di kontrakan mertua dan kebetulan kami masih tinggal sama mertua dan adik ipar.
kami disambut oleh mertua, dan setelah beberapa waktu keluargaku pun pulang.
inilah kali pertama aku tinggal bersama orang lain selain keluarga ku, tinggal bersama mertua dan suami dilingkungan baru dan kehidupan baru.
meskipun kami tinggal bersama mertua tapi pernikahan kami benar-benar mulai dari nol.
jangan lupa like nya ya
mohon maaf baru bisa update
__ADS_1