
Ada rasa yang aneh ketika aku melihat wajahnya yang hitam dan bulat dengan gigi bertaring dan perawakan pendek.
tiba-tiba aku menerima pinangannya dan merencanakan pertunangan.
disinilah awal perjalanan ini yang menurutku menyedihkan dan menjijikan.
waktu berjalan seperti biasa namun perlahan aku melepaskan kebiasaan buruk ku dengan memutuskan hubungan dengan semua pacarku, dan Hanya Robi satu-satunya.
semakin hari semakin lengket dengannya rasanya tidak mau berpisah walau hanya sedetik, kami sudah layak suami istri bukan melakukan hubungan yang terlarang sebelum menikah, bahkan di SMS pun membahas yang intim.
namun ini tidak berjalan lama mungkin sekitar 7 bulan saja.
hari itu aku main kerumah robi dengan Mirna, perlakuan ibunya membuat ku kagum dengan kebaikan dan keramahannya.
tetangganya pun ramah-ramah.
__ADS_1
aku Hanya sebentar main dirumahnya untuk perkenalan saja karena waktu tunangan hanya Om nya saja sebagai saksi, karena ayahnya punya sedikit gangguan mental.
waktu pun berjalan lancar dan entah itu arif, Yadi atau semua mantanku tidak percaya dengan pertunangan ini, bahkan Yadi sering meminta balikan lagi tapi aku tolak.
Robi orang yng baik ia sering membantu keluargaku dalam hal-hal kecil, mengantar jemput ku sekolah dan lain-lainnya.
namun suatu hari prahara itu datang ketika aku lupa menghapus chat ku dengan Robi yang isinya intim semua, dari dulu ibu sering kepo dalam kehidupanku karena mungkin ia takut aku melakukan hal yang aneh-aneh.
disiang itu pipiku ditampar bolak-balik.
aku hanya menundukkan kepala merasa bersalah dan malu.
jawab Nisa apa yang kau lakukan
tanya ibu
__ADS_1
namun aku hanya terdiam
jawab ibu, Nisa apa yang kamu lakukan apa kamu sering berbuat seperti itu dibelakang ku, dan kau mau mempermalukan ibumu ini, jawab aku nisa teriak ibu lagi
lagi-lagi aku Hanya terdiam.
bersumpahlah kepada ku nisa, kau tak akan mempermalukan aku, aku sadar tidak merawat mu sedari kecil, aku minta maaf untuk itu,tapi berjanjilah padaku kau tak akan mempermalukan ku, aku mohon Nisa, jaga harga dirimu untuk ku karena setiap lelaki itu bawek dia pasti bilang kau wanita gampangan yang mudah diperdaya, dan disitulah para lelaki akan merendahkan mu dan itu juga akan menghancurkan harga diriku dan martabat ku ucap ibu meneteskan air mata
ibu aku mohon jangan begini, ampuni aku ibu aku salah aku janji tidak akan melakukan nya lagi ucap ku
kami pun berpelukan dan perkaranya selesai.
hari Minggu yang cerah
aku adalah anak sungai yang dimana sering bawa jaring menangkap ikan-ikan kecil disungai waktu itu emang sangat menyenangkan aku mengajak Mirna serta adik ku untuk kesungai tanpa sepengetahuan ibu dan ayah.
__ADS_1
tanpa diduga disana ada seseorang yang ku kenal yaitu Robi dan anak-anak lainnya dia sedang melamun di pinggir sungai dan yang lainnya lagi berenang.