
setelah usia kandungan 8 bulan kami pun memutuskan untuk pindah kontrakan yang lebih aman dan agak murah.
sikap suamiku yang masih acuh dan tak peduli keluarganya pun sama dan aku selalu merasa hidup sendiri.
ekonomi yang pas-pasan membuat kami berhemat sehemat mungkin.
hari perkiraan lahir sudah lewat dua hari namun baby tak mau juga lahir dengan gundah aku menyarankan suami ku untuk ke klinik untuk rujuk USG . dengan terpaksa kami pun ke klinik pagi-pagi untuk usg, setelah sampai klinik ke pendaftaran namun kata pendaftaran dokter buat usg nya gak ada adanya nanti malam ibu datang lagi nanti malam sekitar jam 7 ya.
kami pun pulang lagi kerumah tetapi setelah ashar perut ku terasa mulas dan pinggang terasa panas , sedikit demi sedikit mulas itu menjadi sering dan sakit nya tak tertahankan. benar-benar perjuangan seorang ibu itu aku mengalami nya sendiri.
makin lama makin terasa sakit mulas dari jam 5 ashar sampai jam 3 malam belum lahir masih pembukaan 5 ya allah nikmst nya. aku di temani suami kepuskesmas terdekat untuk di periksa kembali.
bu bidan.
ibu udah pembukaan 5 disini aja ya jangan pulang lagi sebentar lagi insya allah lahir, bapak siapkan dlu perlengkapan bayi nya ya dan beli beberapa barang nya juga saya akan catat kan ya.
__ADS_1
suami pun keluar membeli perlengkapan yang belun. disiapkan seperti kendi buat tali ari-ari nya perlak buat darah lahirannya .
disana ada 3 kasur buat melahirkan aku sebelah kanan paling ujung dan di tengah isi saru ibu2 yang katanya sudah 2 hari di puskesmas sudah pembukaan lima tapi bayi nya belum mau keluar mau dirujuk ke rs si ibunya tidak mau entah kenapa.
ibu bidan.
ibu tolong keluar dlu aja takutnya trauma dengar orang yang melahirkan. ucap ibu bidan ke ibu yang satunya.
setelah jam 4 lewat mulas itu tidak bisa tertahankan dan rasa mau b*b yang sangat amat sakit.
bu bidan tolong sudah gak kuat bu bidan. ucap ku
coba bayangkan ketika sakit mules mau b*b ditahan sakitnya itu luar biasa.
setelah bebrapa saat ketuban nya pecah tapi. mules nya yang hilang .
__ADS_1
disitu aku terus berdoa mohon selamatkan anak ku dan aku.
aku juga tidak mau di oprasi cesar karena takut dan tidak ada uangnya.
selang beberapa saat mules ny datang lagi dan disitulah aku sadar ibu mempertaruhkan nyawanya untuk anaknya itu benar karena pas mengejan nyawa berasa ada di ubun-ubun.
maka sayangi lah ibu kalian selagi ad dan doakan lah jika sudah tiada.
setelah beberapa kali mengejan suami juga gregetan karena aku nya gak bisa , wajar baru kali pertama melahirkan. suami ikut mencontohkan mengejan.
ibu bidan pun nyeletuk.
bapaknya mah gk usah ngejan nanti repot biarin ibunya yng ngejan hehe.
akhirnya baby boy pun lahir dengan berat 3,2 kg dan panjang 50cm. perjuangan tidak sampai situ karena harus dijahit luar dalam serta lecet ****** payudar* karena menyusui.
__ADS_1
1 hari menginap di puskesmas takada keluarga suami yang datang kecuali adik dari nenekku, sedihnya bukan main dimana yang lahiran di temani sanak saudaranya dan aku hanya berdua sama bayi, dan suami ku pun pergi entah kemana, sakit nya masih berasasampai sekarang, tak ada yang bisa dimintai tolong untuk menjaga bayi sebentar hanya untuk kekamar mandi pun susah.
👍❤