Doa Mengubah Segalanya

Doa Mengubah Segalanya
episode 5


__ADS_3

"iya ayah makasih banyak ya, atas pesan ayah" ucapku memeluk ayah



kami pun menjalani rutinitas biasa sahur puasa ya siangnya aku selalu nangis disana diajak jalan-jalan dan buka puasa lalu terawih.



besok saat nya aku pulang kembali kerumah nenek, tentu saja sangat senang.



tetapi lain halnya dengan ayah, dia terlihat murung dan sedih.


"kak, besok kakak sudah pulang apa kakak (panggilan ayah kepada ku) benar tidak mau tinggal sama ayah, ayah sangat berharap kakak mau tinggal sama keluarga ayah disini" ucap ayah yang begitu sedih.



"maaf ayah, Nisa seorang perempuan tentu saja Nisa butuh ibu (ayah pernah nikah lagi sama ibunya adik namun entah kenapa sudah cerai juga)" ucap ku



"ya sudah gak apa-apa kak" ucap ayah lesu



waktu pun berlalu aku segera berkemas untuk segera berangkat pulang kerumah nenek.



sebelum sampai kami mampir dulu kesebuah pasar membeli oleh-oleh buat nenek, makanan serta baju untuk ku, setelah itu kami pun langsung lanjutkan pulang.



" uhhhh akhirnya sampai juga kelas sangat" ucap ku


__ADS_1


"Asalamualaikum"


ucap ayah dan aku segera mengetuk pintu



"Waalaikumussalam" ucap uyut menyambut



"aduhhh neng gelis pulang, masuk jang" uyut mempersiapkan kami masuk



kami meletakkan semua yang kami bawa



"telat Jang kemarin Ifah baru pulang dari ini sama sekeluarga" ucap uyut




"Kan Nisa pergi kerumah ayah nisa, ibu Nisa juga marah sama semaunya Nisa diijinin ke rumah ayah" ucap uyut



"kenapa mesti marah Nisa anak aku juga kan Mak" ucap ayah kepada uyut



"mungkin Ifah kangen juga sama Nisa mau ketemu Jang " ucap uyut



pantas saja selama ini disana merasa tidak betah ingat mulu ibu ternyata ibu kesini buat ketemu aku, tapi aku nya tidak ada.

__ADS_1



akhirnya ayah pulang setelah banyak pesan yang ayah sampaikan kepadaku, perbanyak dzikir, baca Alqur'an, puasa Sunnah, jangan tinggalkan shalat dan bla bla bla.



aku masih merasa sedih dengan tidak bertemu ibu, andai saja aku tidak kerumah ayah pasti bertemu ibu, tapi aku juga mau ketemu ayah, aaaaaahhhhhh dilema sekali.



waktu pun berlalu kenaikan kelas pun akan segera tiba dengan adat yang seperti biasa untuk hiburan.



namun tentu saja saat ini aku hanya mengikuti perpisahan dan baca puisi tentang guru saja.



namun hal yang sangat menyedihkan adalah nenek tidak bisa cuti dari kerjanya sebab jatah cutinya sudah habis dipakai waktu ia sakit, padahal rencananya guru mau nyerahin anak didiknya kembali kepada orang tuanya, dan terpaksa orang tuaku diwakilkan pada Paman ku.



aku sangatlah iri pada teman-teman ku semua yang suka cita memeluk ibu/ayahnya sebab bahagia karena kelulusannya, tak terasa air mata ku menetes begitu saja.



ibu andai ibu disisiku pasti aku merasa sangat bahagia, walaupun aku mendapat juara 1 lagi tapi tetep aku tidak merasa senang atau pun bangga karena kau tak ada disisi ku.😭😭😭



"Nisa jangan sedih ya masih ada Paman, Paman sangat bangga pada Nisa, Nisa sudah membuktikan pada Paman kalau Nisa itu kuat dan mandiri tanpa ibu, Paman disini untuk nisa" ucap Paman memeluk ku dan menenangkan ku.



aku berharap orang sebaik Paman bisa mendapatkan jodoh yang baik pula.


__ADS_1


namun sayang harapan tak selalu indah, Paman mencintai orang yang aku benci wanita yang menjadi bibiku adalah orang yang tidak setia bahkan sering menjadi gosip orang kampung karena ketidak baikannya itu, sayang usia ku masih kecil tidak bisa menghalangi atau memdiskusikan hal ini dengan Paman.


__ADS_2