Doa Mengubah Segalanya

Doa Mengubah Segalanya
episode 12


__ADS_3

Ingat saat itu dikampung ku ada pasar malam dadakan yang banyak permainannya dan yang berdagang berbagai macam rupa selama 2 minggu, aku pacaran sama yang kerja dipasar malam namaya kak Ardi dia seumuran dengan kak arif, disitu juga aku punya pacar tiga, kak arif kak Dani sama kak Ardi, eh iya kak Dani adalah kenalan di Facebook, namun masih orang sukabumi cuma beda kecamatan sama kampung saja.



Aku main kepasar malam, tentu saja ibu dan Rani sebagai bodyguard niat hati mau ketemu sama kak Ardi namun dia sibuk, aku di kasih berbagai karcis masuk permainan seperti kincir angin, ombak banyu sama yang lainnya aku main sesuka hati dengan Rani dan yang ibu cuma jadi penonton yang setia.



Pas naik kincir angin waktu itu pelanggan sudah mulai pada pulang karna sudah jam delapan malam, aku melihat dari atas kak arif datang dan kak Dani tepat di belakang kak arif.



"Mampus deh aku, bagaimana ini mana gak pake jilbab lagi gak Da yang bisa dipakai buat tutupin muka" gerutuku


kebetulan juga yang jaga kincir angin kak Ardi.



Hatiku berdetak begitu cepat baru kali ini aku merasa bersalah atas apa yang aku tekuni selama 1 tahun ini 😂😂😂.



Kincir angin pun berhenti tepat kak Ardi menggenggam tanganku untuk turun, kak arif tentu saja melihatnya dan tapi untung kak Dani sibuk melihat koleksi kaset CD.



"Nisa disini juga kenapa gak ngajak kakak" tanya kak arif sedikit ketus



"Eh kak arif disini juga aku kesini mendadak diajak ibu"(padahal aku yang memaksa ibu ikut karena kalau tidak sama ibu pasti gak boleh datang kesini) cengengesan



"Eh aa kesini juga ya tau begitu ibu gak ikut, kalau ada aa ibu tenang dari siang Nisa ngajak mulu kesini jadi ibu ikut" ucap ibu kepada kak arif



"Duh ibu tau aku tadi bilang ibu yang ngajak" gerutu ku dalam hati



Kak Arif sedikit melotot kepada ku



"Duh serem juga ya" berbisik


__ADS_1


"Nisa" ucap kak Dani



"Aduh benar-benar sial dah udah" celoteh ku dalam hati



"Eh kak Dani kesini sama siapa" ucap ku deg-degan



"Sendiri, kalian siapa" melirik satu per satu



"Oh kenalin ini ibu nya Nisa (menunjuk ibu) ini Rani adik Nisa (menunjuk Rani) dan ini kak arif (menunjuk kak arif)"



"Kak Arif siapa, kakak kamu kah?" Tanya nya lagi




*Duh gimana jawab nya ya* dalam hati




"Aku pacarnya Nisa, kamu siapa" ucap kak arif



"Oh ternyata begitu ya, syukur deh aku tau kamu nb sebenarnya" ucap kak Dani



Aku hanya diam, tak tau harus bilang apa



"Ibu maaf saya duluan ya" ucap kak Dani yang berlalu pergi



"Aneh dia siapa Nis" ucap ibu

__ADS_1



"Ah sudahlah ayo pulang udah malam" ucapku



"Kak Arif kami pulang dulu ya asalamualaikum" ucap ku berlalu pergi


Setelah beberapa langkah



"Nisa tunggu" kak Ardi memanggil ku.



*Duh kak Ardi apa lagi ini* ucap ku dalam hatitentu saja kak arif jadi penonton



"Ini buat keluarga sama kamu juga ya" ucap kak Ardi menyodorkan kantong plastik lumayan besar kepada ku



"Ini kaya nya ibu sering lihat deh tapi siapa ya" ucap ibu



"Nama ku Ardi aku yang sering mandi di pancuran bawah rumah ibu tentu saja sering nyapa ibu juga" ucap kak Ardi



"Oh pantesan familiar, ini apa nak " ucap ibu sambil melihat kantong plastik itu



"Ah ini gak banyak cuma sedikit buat berbagi" ucap kak Ardi cengengesan



"Oh terimakasih nak, sudah malam kami pamit dulu ya nak" ucap ibu



"Iya ibu dan kalian hati-hati ya maaf Ardi masih banyak kerjaan jadi tidak bisa antar" ucap kak Ardi sopan



"Gak apa-apa nak kami pulang ya asalamualaikum"ucap ibu berbarengan sama aku dan Rani.

__ADS_1



Aku melihat kak arif masih mematung dan cemberut.


__ADS_2