Doa Mengubah Segalanya

Doa Mengubah Segalanya
episode 6


__ADS_3

jelang satu Minggu dari pernikahan Paman ku menikah, aku sangat senang sekali waktu itu, senang bukan karena Paman mau nikah sama wanita itu tapi akhirnya ibu mau pulang menghadiri pernikahan Paman.



wanita pendek berambut panjang dan ikal, bermata bundar dan hidung mancung dan mata berkaca, itulah sosok ibuku, ibu yang selama ini aku rindukan bahkan dibelakang foto-fotonya banyak tertulis rasa rindu ku padanya.



"Nisa anak ibu, ya Allah udah perawan" ucap ibu setengah berlari menuju kearah ku, merangkul serta mencium ku.



begjnikah rasa kasih sayang ibu, nyaman ketika berada di pelukan hangatnya.



aku pun bersalaman dengan ayah tiri ku dan adik, adik yang baru ku temui berusia lima tahun berkulit hitam berambut ikal dan badan yang imut atau pendek terlihat seperti 3 tahun, namun tinggahnya yang lucu membuat ku sering mencubit lembut pipinya.



besok adalah hari pernikahan dimana hari ini menjadi hari yang begitu sibuk buat keluargaku.



acara demi acara pun dilewati sampai waktu sore, sangat bahagia rasanya bisa bermain bersama adik dan ibu.



setelah 3 hari menginap ibu besok segera pulang, aku berharap bisa ikut dengan ibu mengingat pembicaraan ibu waktu itu kalau aku akan lanjut sekolah di kota ibu.


__ADS_1


malam itu dimana waktu kami bersantai, kami merebus kacang tanah sebagai cemilan.


kita berbagi kacang tanah dalam beberapa tempat 1 tempat untuk bertiga kebetulan aku adik dan ibu dalam tempat yang sama.



ketika sedang asyik ngobrol-ngobrol sambil makan kacang tanah rebus itu tiba-tiba mati lampu.



disitu aku mendengar nenek yang sibuk nyari lilin dan korek Kakek yang santai makan cemilan, sementara aku merasa ada tangan yang meraup kacang tersebut sampai berapa kali aku pun meraup dan mengantongi kacang tanah rebus itu sampai habis.



seketika lampu nyala adik yang tadinya mematung ia bergerak mau mengambil kacang tetapi kacangnya sudah habis.




aku dan ibu saling pandang dan melihat ibu mengantongi kacang itu di roknya sementara aku di kerudung panjang ku.


seketika sekeluarga tertawa terbahak-bahak.


" dasar ibu dan anak sama aja siapa duluan dia yang banyak 😂😂😂😂😂😂" ucap uyut .



hari yang sangat menyenangkan bahkan aku ingin waktu berhenti disaat itu supaya kehangatan ini tak dapat berlalu.


__ADS_1


"Iya Mak (panggilan ibu pada nenek) aku masih harus nitip Nisa sama Rani ya 1 tahun lagi, maaf nyusahin emak lagi ditambah Rani pula, aku ingin Rani belajar ngaji disini sama Nisa sebab disana tempat ngaji jauh gak ada yang nganter" ucap ibu



"katanya Nisa mah lanjut sekolah dia sudah lulus loh" ucap nenek



"oh iya Nisa ga papa kan sekolah SMP nya nyusul tahun depan, ibu lagi siapin uang buat sekolah Nisa saat ini ibu masih nabung" ucap ibu melirik kearah ku



jujur ada sedikit kecewa tapi aku pun tidak boleh egois dengan keputusan ibu.



"Iya bu gak apa-apa" jawab ku



"Rani sudah tidur aku berangkat pagi-pagi sekali, kalau tidak Rani pasti nangis minta ikut lagi" ucap ibu



"Iya deh gak apa-apa Nisa sudah dewasa, sudah harus bisa jagain adiknya ya" ucap nenek



aku pun hanya mengangguk.


akhirnya kami pun istirahat dan bangun subuh untuk shalat, ibu terlihat sudah rapih dan rani masih nyenyak tidur.

__ADS_1


ada rasa kecewa dan sakit hati melihat ibu yang akan meninggalkan aku lagi.


__ADS_2