Doa Mengubah Segalanya

Doa Mengubah Segalanya
episode 28


__ADS_3

tak terasa aku pun tertidur dunia karena capek menangis.


Nis bangun ayo sudah sampai Bandung nih


ucap Yadi


aku mengucek mataku yang bengkak itu.


jangan dikucek Nis nanti nambah sakit, kita kompres nanti setelah turun


ucap Yadi


kita pun turun di terminal bis itu, dia langsung pergi membeli es batu dan minuman.


yadi


sudah cukup ya jangan nangis lagi, hatiku sakit melihatnya


aku


hhmmm aku cengeng banget ya


Yadi


aku gak tau masalah mu Nis, cengeng atau engga itu cara kamu menghadapi masalah nya, namun ingatlah kata-kata ku ini,


menangis tidak menyelesaikan masalah, namun jika dengan menangis membuat hatimu lebih tenang maka menangis lah.


aku


makasih banyak ya


dia tersenyum indah membuatku sedikit tenang,

__ADS_1


yadi


kita kemana lagi nih, coba hubungi bapak kamu dulu


aku


Gak usah aku tau kita naik bis satukali lagi, ngomong-ngomong ada ongkosnya gak nih aku cuma bawa 50ribu nih cukup gak


Yadi


ya ampun Nisa aku juga cuma punya buat bayar bis tadi doang gimana dong


aku


ayo tanya dulu berapa ongkosnya


kami pergi lagi ke Bis yang akan kami tumpangi dan menanyakan ongkosnya, dan sisa uang itu pas buat naik bis itu.


waktu ashar kami sampai lagi di terminal dan menghubungi bapak ku untuk tujuan selanjutnya, dia menyuruh kami 2* naik angkot sementara uang sudah habis, baterai ponsel ku hampir mati pula.


akhirnya bapak memutuskan Untuk menjemput kami di terminal itu.


cuaca pun sangat tidak mendukung waktu itu gerimis diam diemperan toko sama Yadi itu sesuatu yang selalu aku ingat sampai sekarang.


Yadi


aku baru kali ini pacaran sampai sebegini nya aku tipe orang yang cuek, tapi sama kamu malah rela duduk diemperan toko begini


aku


hahaha iya maaf ya gara-gara aku begini dah jadinya


Yadi

__ADS_1


buat kamu apa sih yang engga, bagus juga ada kenangan yang bisa dikenang nanti


aku


Haha bisa aja kamu


kami pun terdiam cukup lama sampai waktu isya, bapak belum juga datang kami sudah menggigil karena hujan semakin deras.


kami mulai khawatir dan kelaparan dijalan dari siang kami hanya minum saja.


aku



Yadi gimana kalau bapak ku gak jadi jemput lalu kita tinggal dimana dong, masa tidur disini, maaf ya yad, gara-gara aku kamu..*



Yadi


sassttttt, berpikir yang baik-baik Ok


jam 8 bapak belum juga datang...


tepat jam 9 bapak baru datang menjemput kami, wajah yang sudah lama tidak bertemu, dia memeluk ku dan mencium keningku,


maaf ya lama, macetnya parah ucap bapak


kami pun salaman bergantian dan berkenalan dengan Yadi.


ayo naik kita pulang udah malam lapar juga kan ucap ayah


kami pun naik motor jadul duduk berhimpitan, perjalanan hampir 2 Jam pas sampai rumah tepat jam sebelas kurang disambut oleh adikku sebapak yng bernama Rahma.

__ADS_1


__ADS_2