Doa Mengubah Segalanya

Doa Mengubah Segalanya
episode 8


__ADS_3

Tidak lupa aku pula memetikan beberapa buah jambu merah untuknya.



Hari ini Kakek mengambil cuti dari pekerjaan nya dia mau memancing ikan di kolam buatan nya.



Aku memaksa untuk ikut dan Rani, akhirnya kami pun diajak dengan melewati jalan yang begitu jauh, berbatu besar sungai-sungai kecil dan selokan, diperjalanan banyak sekali yang kami lihat entah itu sapi, ular piton yang besar sebesar paha Kakek namun sudah mati, akhirnya kami sampai di kolam itu.



Walau pun aku perempuan tapi hobi ku itu memancing, menaiki pohon dan kadang berenang di kolam itu.



Walau pun sering berenang tapi aku tidak bisa teknik-teknik berenang terkecuali satu berendam di pojok kolam.



Aku mendapatkan beberapa ikan mujair yang lumayan agak besar membuatku riang.



Akhirnya kami pulang karena sudah adzan Dzuhur dan matahari begitu panas terasa ada di atas kepala.



Waktu pun berlalu sepuluh bulan telah dilewati tinggal menunggu beberapa bulan lagi ibu menjemput ku.



Rutinitas pagi seperti biasa sarapan dan kembali tiduran tak ada aktivitas lainnya, sangat membosankan.



Tiba jam setengah 12 siang.



"Asalamualaikum" seseorang mengucap dan mengetuk pintu



"Waalaikumussalam" seretak aku dan Rani menjawabnya

__ADS_1



"Teh biar aku yang buka aja" ucap Rani



Rani pun pergi melihat siapa yang datang



"Ayah Rani sangat kangen sama ayah, ayah lama sekali jemput Rani nya" teriak Rani membuat ku kaget dan aku pun melihat siapa yang datang



"Eh ayah, silahkan masuk yah, bagaimana kabarnya, kok gak bareng sama ibu, ibu sehat yah" tanya ku sambil masuk kedalam menyiapkan air



"Iya ayah sendiri kesini kalau ibu kamu ikut harus ongkos juga, jadi ayah kesini jemput kalian berdua, ibu Alhamdulillah sehat" jawab ayah



Hati ku sangat lah gembira mendengar nya akhirnya aku akan melanjutkan sekolah lagi.




Aku pun mengemasi baju-baju ku serta baju Rani tidak lupa juga ijazah dan yang lainnya.



Sore pun tiba.


Nenek dan kakek akhirnya pulang juga.



"Eh aa kapan datang a (aa sebutan nenek atau Kakek pada ayah tiri)" tanya Kakek



"Tadi siang pak, ini udah suruh jemput Nisa sama Rani" jawabnya.


__ADS_1


"Oh iya a bilang pada Ifah 2 bulan lagi bapak sama emak udah dipensiuan, dan uang pensiunnya lumayan berdua sekitar 83juta bapak sama emak mau tinggal sama Ifah aja sekalian mau renovasi rumah kalau tidak cukup jual sapi saja satu" ucap Kakek



Iya Kakek memelihara sapi sekitar 4 ekor yang dua sapi perah yang dua itu anaknya.



"Iya pak boleh saja nanti aku kasih tau Ifah ya" ucap ayah



Aku hanya diam menguping pembicaraan mereka.



pagi pun tiba kami bersiap-siap untuk berangkat tidak lupa untuk mengecek dengan teliti takut ada yang ketinggalan.



nenek terus meneteskan air mata melepas kepergian aku dan Rani.



"Nisa, Rani jadi anak yang baik ya nurut apa kata ibu jangan bikin ibunya marah atau sedih terutama Nisa, Nisa sudah dewasa bantuin ibunya ya" ucap nenek sambil memeluk aku dan Rani.



"bapak, Emak terimakasih sudah mau direpotkan, dan menjaga Nisa sama Rani" ucap ayah



"tidak apa-apa a, malah senang bisa ngurusin mereka" ucap nenek



" kami pamit ya pak, Mak" ucap ayah sambil mencium tangan Kakek dan nenek.



aku pun mencium tangan mereka begitupun juga Rani.



akhirnya kami jalan meninggalkan rumah naik angkot.

__ADS_1



Rani dia mabuk perjalanan, karena aku melihatnya jadi aku pun mual sama seperti dia sebab dua kali naik bis dan tiga kali naik angkot dari Bandung kesukabumi.


__ADS_2