
yang sabar lah nak, Allah menciptakan sesuatu pasti ada manfaat dan hikmahnya, belajarlah untuk selalu mengambil hikmah nya disetiap kejadian* ucap nenek
nenek yakin kamu anak yang kuat dan tegar, tenang saja semua akan baik-baik saja, ada nenek dan kakek sekarang disini ucap nenek lagi
nenek terus mengusap rambutku membuat ku mengantuk dan tertidur, aku merasa ada yang mencium kening ku tengah malam, perlahan menyipitkan mata untuk melihat ternyata itu ibu, karena mengantuk aku tertidur kembali.
subuh aku terbiasa bangun untuk shalat, tidak ada yang membangunkan ku tengah malam lagi untuk shalat, lagi-lagi aku mengingat bapak yang begitu menyayangiku.
tak terasa butiran bening jatuh kembali dari mataku...
__ADS_1
tidak aku harus kuat dan aku harus selalu menerima apa pun yang akan terjadi hari ini esok dan seterusnya, aku yakin setiap air mataku yang jatuh akan berganti dengan tawa yang bahagia suatu saat nanti. gerutuku untuk menyemangati diri sendiri.
aku bangun dan berlalu kekamar mandi untuk wudhu dan shalat, yang mengantar nenek pindahan pun mulai beres-beres untuk pulang kembali namun sepupunya nenek dia tidak pulang masih disitu untuk melanjutkan perjalanan nya ke Depok ke rumah adiknya nenek paling bontot.
ia adiknya nenek paling bontot sudah hampir 9 bulan ditinggalkan istrinya (meninggal), dan belum menikah kembali dia memiliki 3 anak yang pertama perempuan yang ke 2 laki-laki dan yang ke 3 perempuan di adopsi oleh pamanku (adik ibu) karena belum punya anak semenjak pernikahan nya.
Nis dari pada dirumah ini, Nisa mending ikut sepupu nenek ke Depok bantuin aki disana (aki itu adiknya nenek yang diceritakan di atas) ucap Kakek
Aki kamu jaga toko parfum punya habib gak bakalan dia nyuruh kamu untuk bantu-bantu disana, masak beres2 apa aja istrinya kan udah gak ada jadi rumah gak keurus. jawab kakek
__ADS_1
ya udah mau deh kek aku juga gak ngapa-ngapain disini ucap k
akhirnya nenek dan kakek membicarakannya dengan ibu, awalnya ibu tidak setuju tetapi nenek terus membujuk ibu supaya setuju dan akhirnya setuju meski dengan terpaksa.
dan besok akan berangkat ke Depok.
awalnya aku tidak berjilbab,tetapi setelah kejadian diwaktu ashar itu aku tidak lagi melepaskan kerudung ku.
ashar itu aku selesai haid dan ingin shalat seperti biasa, awalnya memakai celana jeans panjangnya sampai bawah lutut, pakai kaos berlengan pendek, selesai shalat aku berdoa seperti biasa namun yang aneh ketika selesai berdoa, pintu kamarku yang awal nya tertutup ia terbuka sendiri tanpa ada angin dan ia juga tertutup sendiri, setelah pintu itu tertutup dibalik pintu itu seperti aku seperti berimajinasi tentang dosa-dosa yang telah dilakukan, lalu datangnya hari kiamat, lalu gambaran tentang syurga dan neraka, mungkin bagi orang tidak mungkin tapi bagiku itu seperti nyata, aku menangis sungguh-sungguh menangis sampai sesak, aku berdoa memohon ampunan untuk itu dan aku mengganti pakaian ku dengan pakaian panjang dan berjilbab, itulah awalnya aku Istiqomah dalam berjilbab.
__ADS_1
jangan lupa like dan kritiknya ya 😉