
aku mulai tidak peduli dengannya dan masa bodoh, aku pun ikut berenang bersama teman-teman yang lain yang aku kenal Mirna pun ikut berenang, namun adik ku aku larang karena emang agak dalam airnya, dia duduk ditepian sungai memainkan batu.
tidak disangka, seseorang yang kenal dengan ayahku datang sebentar ntah mau ngapain lalu pergi.
dan Robi dia hanya termenung berendam kaki di pinggir sungai.
sepatah kata pun aku tidak bicara kepadanya meski jarak kami agak dekat.
hari sudah mulai terik sekitar jam 1 siang aku pun pulang membawa ikan kecil yang lumayan banyak dengan baju yang basah.
didepan pintu belakang ibuku menyambut dengan tangan di pinggang dan mata melotot, membuat aku dan adikku bergetar.
aku mulai sampai ke depan ibu dan
ppppllllaaaakkk# suara tamparan keras mendarat di pipi kanan ku.
aku termenung dan berpikir, salahku yang pergi kesungai tanpa bilang ibu dan membawa adik ku, lalu aku menunduk.
anak durhaka, bagus kamu ya sudah mulai berontak kenapa gak mau aku atur atau gak mau aku ikut campur dalam hidupmu... kalau begitu sana pergi tinggalkan rumah ini tinggal sama ayah kandungmu yang tidak bertanggung menjawab itu, aku bilang jangan bertemu dengannya di luar rumah kau malah ketemuan disungai dengan dia, apakah kurang lama aku menangis waktu itu atau kurang keras tamparannya agar kamu paham teriakan ibuku
dia siapa Bu Robi kah
tanya ku
__ADS_1
"kalau bukan dia siapa lagi hah" ucap ibu
"aku tidak janji ketemuan bu, itu gak sengaja dia ada disana dan lagi" pembicaraan ku dipotong
"diam... anak gak tau diri sudah salah masih melawan" teriak ibu lagi
aku pun berlari kekamar mandi untuk mandi dan mengganti baju.
aku menangis sejadi-jadinya, kenapa ibu tidak mau mendengar perkataanku dan malah percaya orang lain.
aku melihat ada sebuah serpihan cermin disitu rasanya aku ingin mati saja, aku ambil serpihan itu dan ku goreskan kepergelangan tangan ku, tanpa berpikir panjang.
tapi sayangnya aku takut untuk menggoresnya terlalu dalam, hanya menyisakan sebuah luka yang lumayan mengeluarkan banyak Darah saja.
seharian tanpa makan dan minum hanya menangis dikamar, dan berpikir bahwa aku harus mengakhiri hubungan yang tidak bahagia ini.
"sudah cukup, aku salah menerima hubungan ini dan aku muak terus seperti ini,baru dihubungan dengan sirobii ini ibuku sampai sering menamparku"
aku tata kembali ponsel Nokia yang tadi aku lempar, ponsel dulu cukuplah kuat dengan beberapa bantingan pun masih nyala.
sms ku pada robi
****"aku mohon segera akhiri hubungan yang menyiksa ku ini"
__ADS_1
Ting ... Ting
balasan Robi
"aku menyaksikan semuanya dan aku minta maaf untuk itu, tapi aku masih sangat sayang kamu, aku gak mau berpisah dari kamu, aku mohon jangan tinggalkan aku"
balasan ku
"cukup... kamu gak merasakan apa yang ku rasakan jadi tolong jangan egois"
balasan Robi
"kamu juga harus mengerti aku, kamu harus mengerti rasa sakit aku ditinggal kamu, plis jangan putus ya"
balasan ku
" maaf aku sudah gak sanggup lagi, kalau emang sayang sama aku dan gak mau membuat ku menderita, tolong datanglah kerumah ku dan akhiri semuanya"
balasan Robi
"berikan aku waktu dan kesempatan"
aku enggan untuk membalasnya.
__ADS_1