
kami pun naik bis, matahari yang terik, pengamen yang terus bergantian sepanjang
jalan membuat perjalanan semakin ramai.
aku hidupkan ponsel yang tadinya mati, disana banyak pesan yang masuk terbanyak dari ibu.
pesan SMS ke 1 dari ibu
Nisa jangan nekat cepetan pulang
pesan ke 2
kamu jangan sembarangan menuduh ayah tiri mu, pulang sekarang
pesan ke 3
ibu gak ngajarin kamu seperti ini, jangan jadi anak durhaka
pesan ke 4
pulang Nisa ibu gk bakalan marah atau mukul*
pesan ke 5
lupakan semuanya kita mulai lagi dari awal
pesan ke 6
Nisa aktifin ponsel ibu mau ngomong
tak terasa air mataku terus menetes membaca pesan dari ibu.
tiba-tiba ponsel Yadi berdering tanda panggilan masuk dan ternyata itu dari ibuku.
Yadi
Nis kamu diem jangan bersuara ya, ibu kamu nelpon nih
__ADS_1
aku mengangguk dan terus menangis...
Yadi
Asalamualaikum Bu, apa kabar
ibu
Waalaikumussalam Alhamdulillah baik, Ujang sehat kan ya (Ujang panggilan ibu pada Yadi)
Yadi
Alhamdulillah Bu sehat,ada apa tumben nelpon Ujang
ibu
Jang Nisa sama kamu gak, Nisa kabur dari rumah ponselnya belum aktif
Yadi bengong sebentar, mungkin dia bingung harus jawab apa...
Yadi
ya Allah tidak Bu aku lagi dijalan pulang dari Jakarta, ada Masalah apa dirumah sampai Nisa kabur Bu?
ibu
Yadi
Iya Bu kalau gitu aku tutup ya asalamualaikum
ibu
Waalaikumussalam
telpon pun terputus, setelah membaca pesan dari ibu aku matikan lagi ponselnya saat itu juga.
Yadi memelukku dan berusaha untuk menghibur ku
sudah Nis jangan nangis malu di bis nih disangkanya aku apa-apain kamu lagi, aktifin aja ponselnya mungkin ibu mau bicara sama kamu
aku hanya mengangguk menghidupkan kembali ponselnya.
__ADS_1
setengah jam kemudian ibu menelpon ku dan aku menjawab telponnya itu.
ibu
Nisa kamu lagi dimana sama siapa, pulang kamu
aku
maaf bu gak bisa aku sendiri mau ketempat bapak dibandung, Nisa gak apa-apa jangan khawatir*
ibu
gimana gak khawatir anak perempuan nya kabur dari rumah, ibu minta maaf kalau emang selama mengurus mu terlalu tegas dan kasar dan minta maaflah ke ayah tiri mu
lagi-lagi seperti itu bukan aku yang salah kenapa harus aku yang minta maaf.
aku
maaf bu aku gak salah, Rani tau apa yang terjadi tanya saja
ibu
kalau mau kabur, kabur aja tidak usah memfitnah ayah tiri mu, Rani ibu tanya dia bilang gak tau, kamu berbohong sama ibu bawa-bawa adik mu segala sudah salah masih gak mau minta maaf
tangisan ku mulai deras, ibu yang aku rindukan selagi aku kecil tak seindah yang dibayangkan, ibu lebih percaya suaminya dibandingkan anaknya.
aku
sudahlah Bu kalau niatnya nelpon mau suruh aku pulang buat minta maaf, ibu lebih baik jangan sia-siakan waktu ibu buat itu, percuma aku gak mau, karena aku gak salah
ibu
kamu ngelawan lagi sama ibu yang lahiran kamu yah, sudahlah terserah pergi saja sana
ibu mematikan telponnya, dan aku terus saja menangis.
tiba-tiba,,, ibu kaulah wanita yang mulia derajat mu tiga tingkat dibanding ayah, kau mengandung melahirkan menyusui dan merawat lalu membesarkan putra Putri mu ibu. pengamen jalanan membawakan lagu berjudul ibu itu yang membuatku semakin teriris sakit namun tak berdarah.
__ADS_1
jangan lupa like nya😉😉