Doa Mengubah Segalanya

Doa Mengubah Segalanya
episode 17


__ADS_3

"Ellah gombal banget, hemms gimana ya" jawabku lagi



"Ayo lah dek kalau mau balikan lagi kasih no hp kamu ke aku ya" jawabnya lagi



"Ya sudahlah lah buat nambah koleksi" gerutu ku



"Nih no hp nya +62***********" jawabku



"Yeeaaahhh, balikan lagi" jawabnya



Langsung sms masuk dari no kak Dani



"Makasih ya, mau balikan lagi sama aku insya Allah hari Minggu aku main kerumah kamu ya"



Aku


"Sip"



Kebetulan hari itu masih hari Jumat.



Telpon masuk dari no tidak dikenal



Aku


"Halo Asalamualaikum siapa ya"



Di sebrang sana



"Waalaikumussalam ini Nisa kan salam kenal ya aku yadi"



Aku


"Yadi mana ya, dapat no hp aku dari siapa"



Yadi


"Dari teman aku, aku tetangga kampung kamu"



Aku


"Oh iya salam kenal juga, ada apa ya"



Yadi


"Aku sudah lama loh ngincer kamu namun kemaren kamu masih hubungan sama arif kan yang sekampung itu sama kamu"



Aku


"Kamu ternyata kepo juga ya"



Yadi


"Jelas aku gak mau ngerusak hubungan kalian jadi aku sabar nungguin kalian putus"



Aku


"Aihhh, iya dah suka-suka kamu aja deh"



Yadi


"Mau gak jadi pacarku"



Aku


"Dih ketemu aja belum main pacaran aja"



Yadi


"Tapi aku sudah sering lihat kamu"



Aku


"Aku kan belum gimana si kami"

__ADS_1



Yadi


"Eh iya ya, kita ketemuan yuk ntar sore di bengkel yang Deket rumah kamu"



Aku


"Maaf pantang bagiku nyamperin cowok"



Yadi


"Aih kan Deket cuma beberapa langkah doang"



Aku


"Gak mau"



Yadi


"Gimana mau ketemu atuh"



Aku


"Datang aja langsung ke rumah"



Yadi


"Emang boleh?'



Aku


"Siapa yang larang"



Yadi


"Aku takut sama orang tua kamu"



Aku


"Ya ellah orang tua ku bukan harimau atau serigala"



Yadi



Aku


"Ya ampun pendek banget sih jalan pikiran kamu, main kerumah kan bukan hanya untuk nikahin aja main aja orang tua ku juga paham udah banyak yang kerumah sekedar main"



Yadi


"Yah telat dong"



Aku


"Telat apanya mereka juga cuma main, gak ada yang mati di terkam juga"



Yadi


"Ya ampun, iya iya ntar aku main deh kerumah, tapi gak ada yang marah kan"



aku


"maksudnya pacar gitu"



Yadi


"Iya emang gak punya pacar kah"



aku


"yang pdkt sih banyak"



Yadi


"tapi bukan pacaran kan"



aku


"Gak tau deh belum pada pasti"


__ADS_1


Yadi


"ah gimana si kamu"



aku


"ah udah dulu ya asalamualaikum"



aku menutup telpon tanpa mendengar jawabannya.



malam ini Yadi datang kerumah, orangnya lumayan sopan juga pemalu tapi dia juga baik walaupun agak hitam orangnya, Yadi selisih 3 tahun dengan ku, dia masih berusia 18 tahun waktu itu.



Dari malam itu pun kami menjadi pacaran.



aku emang bukan tipe yang setia tapi aku tidak juga sembarang memberi ciuman kepada pacar-pacar ku itu.



hari Minggu pun tiba, kak Dani datang kerumah sehabis ashar untuk mengajak ku ke minimarket untuk belanja.



ibu mengizinkan aku pergi tapi harus mengajak Rani, dan kak Dani tidak keberatan untuk itu.



kami pun jalan-jalan sore terlebih dahulu untuk sekedar cari angin.



mau menjelang magrib kami pun mampir ke minimarket lalu pulang.



Kak Dani pun pulang sehabis adzan magrib.



kring kring kring


nada dering ponsel ku berbunyi


ternyata Yadi yang menelpon.



yadi


"cieee yang abis jalan-jalan sore sama cowoknny"



aku


"dih biasakan Asalamualaikum atuh"



Yadi


"Gak inget lagi cemburu mah"



aku


"itu kak Dani"



Yadi


"sumpah gak tanya tapi boleh juga, aku hadang di kampung yang agak sepi lihat bagaimana dia bisa lolos"



aku


"eh jangan gitu ntar ketahuan polisi gimana"



Yadi


"masa bodoh"



aku


"hey, aduh jangan anak orang ntar panjang perkara nya"



Yadi


"lihat saja nanti"



telpon dimatikan secara sepihak.



hatiku kacau dan takut terjadi apa-apa pada kak Dani bagaimana pun itu gara-gara aku.



aku berusaha menelpon nya tapi tidak ada jawaban sampai 7kali aku menelpon tak juga dijawab hatiku semakin khawatir dibuat nya.

__ADS_1


__ADS_2