
"baik lah aku selesaikan cucian ku dulu yang tinggal beberapa pakaian, lalu aku akan pulang" teriak ku
dia pun berlalu pergi
"siapa yang datang ibu kah ? wah senang sekali harus cepat nyucinya " gerutu ku
akhirnya aku selesai nyuci lalu mandi dan langsung pulang membawa cucian itu.
"Asalamualaikum" ucap ku membuka pintu
disambut oleh pelukan uyut ku yang begitu senang
"Waalaikumussalam, Nisa harapan dan doa mu terkabul nak uyut gak bohongkan, ayo masuk temui ayah mu" ucap uyut yang begitu semangat
"masyaaallah, anak ayah sudah jadi gadis cantik, rindu tidak sama ayah sudah sini peluk ayah" ucap seseorang yang lumayan tampan dan tinggi itu
"ayah, ini ayah Nisa kah?" ucapku memastikan
"tentu saja ini ayah nya Nisa, Nisa anak manis dan pintar mau gak ikut ayah tinggal sama ayah sekolah ditempat ayah?, ayah janji gak akan ninggalin Nisa lagi " jelas nya sambil terus memeluk ku
"aku gak tau ayah, aku harus pikirkan dulu hal ini" jawab ku
nenek dan Kakek pun pulang dengan izin pada mandornya
__ADS_1
"eh, Ujang (panggilan nenek dan kakek pada ayah nama aslinya Ahmad Hamdani) kapan datang" ucap Kakek sambil bersalaman dengan ayah
"barusan pak, Ujang mau ajak Nisa pulang biar Ujang yang mengurus Nisa sekarang " ucap ayah
"maaf Jang, Ifah gak bakalan ngasih lagian Nisa sudah setuju tinggal sama Ifah dikota sana untuk melanjutkan sekolah" ucap Kakek
"ya udah lah pak Ujang gak akan egois, Ujang sadar diri sudah ninggalin Nisa waktu kecil meskipun Ujang gak mau tapi kalian yang memaksa Ujang untuk meninggalkan Ifah sama Nisa " ucap ayah tertunduk.
"jangan ungkit masa lalu kita tau yang salah siapa" ucap Kakek
"ya udah pak Ujang minta satu Minggu aja agar Nisa tinggal sama Ujang idul Fitri sama Ujang di kampung Ujang" ucap ayah yang kebetulan waktu itu puasa Ramadhan 3 hari lagi ke idul Fitri
"Nisa mau kan ikut ayah cuma 1 Minggu aja tinggal sama ayah" tanya ayah
"Iya ayah Nisa mau" ucap ku
aku pun siap-siap mengemas baju yang akan dipakai disana.
kami akhirnya berangkat setelah berpamitan sama nenek dan kakek naik sepeda motor.
tempat yang begitu jauh sudah sekitar 3 jam perjalanan naik motor, tentu saja istirahat dulu untuk beli makanan dan baju buat aku, serta membeli 1 stel baju wanita ukuran agak kecil dari ku.
__ADS_1
akhirnya kami sampai di kampung nya ayah, disambut nenek,paman,bibi dan satu anak perempuan 3 tahun lebih muda dari ku, saat itu aku sudah mau usia 12 tahun karena postur tubuh ku yang pendek jadi terlihat seperti 9 tahun.
"Nisa, kenalin ini adik Nisa namanya Rahma (menunjuk gadis kecil) ini Paman adik ayah namanya Dani ( menunjuk cowok yang seumuran dengan ku namun dia tinggi) ini namanya bibi Siti adiknya ayah juga ( wanita sudah menikah 1 anak ) ini nenek ibunya ayah.
aku mencium tangan semua yang disitu kecuali adik kecil ku yang mencium tangan ku.
waktu pun berlalu malam pun tiba
"Kak ayo taraweh" ucap ayah
aku pun membawa mukena dan pergi bersama ayah ke mushola terdekat, jalan ke mushola masih gelap belum ada da penerangan akhirnya kami membawa senter kesana.
setibanya di mushola banyak para gadis dan ibu-ibu yang mencubit atau mencium ku
"duhh anak nya pak ustadz cantik banget lucu sini duduk ma kakak, gimana kabar ibu? ibu dulu tinggal disini dan kamu masih bayi sekarang sudah besar dan menjadi gadis cantik ya" ucap seseorang
"Iya ibu kamu baik sering bagi-bagi makanan dan sering juga ngobrol bareng sama ibu" ucap seorang ibu
aku pun cuma senyum-senyum belum mengenal mereka.
shalat tarawih pun selesai akhirnya kami pulang dan langsung tidur.
__ADS_1