
Kak isak pun diam mematung, ntah apa yang ia pikirkan saat itu.
"Aku benar-benar minta maaf, aku bersalah" ucapnya lirih
"Sayang sekali sudah sangat terlambat, waktu tak bisa di putar kembali ataupun mengembalikan kesucian ku" ucap ku berbisik dan menunduk
"Aku sayang banget sama kamu nis, dan aku sangat serius ingin bersama mu sampai tua" jawabnya lagi
"Maaf tapi aku tidak mau" ucap ku lagi
"Kalau tidak ada hal lain lagi silahkan pulang sudah malam" ucap ku lagi
"Nis kamu tega banget sama aku" ucapnya lagi
"Tanya dirimu siapa yang lebih tega, sudah merenggut lalu meninggalkan ku begitu saja seperti sampah" ucapku
Seketika hening saat ibu masuk membawakan cemilan dan air teh
"Mau kopi gak a" tanya ibu
"Tidak usah repot-repot Bu ini sudah cukup terimakasih" ucap kak Isak
"Gak masalah, silahkan lanjut ngobrol lagi" ucap ibu meninggalkan kami
"Katanya kamu mau memberi ku satu kali kesempatan lagi, dan kesempatan itu aku gunakan dengan baik-baik, bahkan aku rela menghabiskan gaji ku untuk membeli cincin ini" ucapnya dengan kesal
"Hehe, baru terasa kan sakitnya ditinggal pas kakak lagi sayang-sayangnya aku lebih sakit dari itu, tolong silahkan pulang" ucapku
__ADS_1
"Nis aku sungguh-sungguh sangat menyesal tolong jangan begini" ucap kak Isak sambil berlutut di hadapanku
"Maaf kak meskipun kakak bersujud, aku tidak mau bertunangan sama kakak sebaiknya kakak bersujud minta ampun pada Allah bukan kepada ku" jawab ku
"Nis inikah akhirnya?" Ucapnya menunduk
"Tentu saja aku terima kakak lagi buat kasih Kakak pelajaran, bagaimana cara menghargai seseorang dan berusaha untuk tidak menyakitinya karena dengan rasa dendam orang baik pun bisa jadi iblis, silahkan keluar" ucapku bangga
"Baiklah aku minta maaf untuk terakhir kalinya" ucapnya menunduk sambil berlalu pergi.
Kring kring
Bunyi SMS masuk
"Kamu benar-benar ya, aku sengaja gak kasih kamu kabar supaya kamu sadar betapa berharganya aku, tapi kamu malah acuh-acuh saja, apa aku ini sudah gak berarti lagi hah" sms dari kak arif
"Ya ampun Nisa aku sudah tahan kamu selingkuh, sudah tahan dengan sikap mu yang acuh tapi aku juga manusia punya perasaan Nis" balas kak arif lagi
"Gak usah lebay Napa, gak suka putus" ucap ku becanda
"Ya udah deh kita putus, aku sudah gak tahan sama kamu Nis, aku mah apa atuh, belom bisa ngasih kamu kebahagiaan dibandingkan sama Ardi mah jauh banget" balas nya lagi
"Ok kalau maunya begitu gak masalah kita putus" jawab ku lagi
Kak arif
"Serius ya Nis"
__ADS_1
Aku
"Serius"
Kak Arif
"Aku cuma becanda loh"
Aku
"Maaf tapi aku serius"
Kak Arif
"Ya sudah lah apalah daya ku emang aku mah pelarian saat kamu jomblo doang sekarang udah banyak pacarnya udah lupa sama aku, inget ya Nis jangan sampai ngelakuin hal-hal yang bodoh"
Aku
"Aku paham"
Akhirmya setelah 1 tahun tiga bulan akhirnya aku dan kak arif putus.
Iseng-iseng aku buka Facebook dan disitu ada pesan masuk
"Dek, masih ingat sama kakak? Kakak menyesal putus sama kamu, mau gak balikan lagi"
Atas nama Facebook Dani*****
"Oh kak Dani hemms menarik juga saat ini cuma punya kak Ardi doang gak seru, SMSan cuma sama kak Ardi doang jadi banyak waktu senggangnya" gerutu ku
"Emang gak takut diselingkuhi lagi" jawab ku polos
"Jangan selingkuh lagi atuh, saking sakit hatinya no hp kamu aku hapus semua tentang kita aku hapus, tapi itu perca tidak merubah apa pun bahkan rindu ini semakin meningkat" jawab kak Dani
__ADS_1