
Aku terhenyak mendengar tepuk tangan yang meriah, ku lihat ke depan panggung banyak yang ikut meneteskan air mata karena puisi itu
Aku pun menuruni tangga panggung yang tidak tinggi itu, turun dengan mata yang masih menetes kan air mata tanpa suata.
"Nisa,nenek tau rasa rindu Nisa pada ibu, kamu yang sabar ya ibu pasti akan pulang jenguk Nisa" ucapan nenek mencoba menenangkan hati ku.
"kapan Nek, kapan ibu pulang sudah berapa tahun Nisa gak bertemu ibu, Nisa rindu sekali sama ibu" tangisan ku yang mulai pecah
" ayo kita pulang dulu" ucap nenek menggenggam tangan ku dan membawaku pulang.
sesampainya dirumah aku masih menangis.
"Nisa jangan begini nak, ini membuat nenek sedih dan juga membuat nenek sangat rindu, dia anak nenek ibu mana yang tak merindukan anaknya yang sudah beberapa tahun tidak bertemu" ucap nenek menyeka air mata nya yang jatuh.
aku diam tanpa kata dan terus menangis
"Nisa anak yang pintar pintar, Nisa harus buktikan ke ibu kalau Nisa anak penurut, baik dan pintar pasti ibu mau ketemu Nisa" ucap nenek membujuk ku.
"benar ya Nek kalau Nisa jadi anak baik dan pintar ibu pasti mau ketemu Nisa kan" ocehan ku
"betul sayang, jadilah anak pintar dan baik ya" ucap nenek ku lagi
Aku pun mengangguk dan pergi ke sekolah lagi untuk menonton acara lainnya.
Waktu pun berlalu hingga kelas empat aku belajar dengan tekun dan mulai mendalami ilmu agama entah itu belajar membaca Al-Quran berpuasa sunah dan shalat 5 waktu.
__ADS_1
nilaiku meningkat dan menjadi juara 1 dikelas empat dan kelas lima aku mengikuti olimpiade matematika sedelapan gugus, mendapat juara 2.
aku mulai puber di kelas enam ini mulai surat menyurat pada lelaki pujaan didalam kwlas, lucu memang kalau mengingat masa lalu yang begitu memalukan tapi begitu seru.
Ingat sekali waktu itu aku mimpi dikasih cincin sama pujaan hati dan ia pun bermimpi yang sama, dulu katanya itu jodoh tapi itu mitos 😂😂.
tiba saatnya ujian Nasional sekolah SD ku digabung dengan sekolah lain waktu itu selama 5 hari.
hari pertama banyak perkenalan dan mencari kelas langsung ujian, hari ke dua ujian biasa.
"eh Nisa cowok itu tuh (nunjuk pake mata) nyebelin banget tau masa aku kasih dia senyuman eh dia malah gak merespon malah buang muka sok ganteng banget sih" ucapnya sambil memanyunkan bibirnya
"ah kamu lagian fokus aja ujian kenapa, genit banget sih" ledekan ku
"eh aku hanya main-main aja si" sangkalnya
"haiihhhh,udah lah gak usah dihiraukan" ucap ku
setibanya pulang tiba-tiba cowok yang ditunjuk tadi menabrak ku secara tidak sengaja
" eh maaf gk sengaja " ucapnya
aku pun pergi tanpa menghiraukan dia dan pulang ramai-ramai bersama teman-teman.
__ADS_1
setiap malam sudah jadi rutinitas ku untuk belajar Sebelum tidur, saat membuka tas ada sebuah amplop putih.
"apa ini perasaan ini bukan punya ku kenapa ada di tas ku" gerutu ku
aku membuka perlahan untuk melihat isinya, ternyata itu hanya selembar kertas dari buku deary berwarna ungu bergambar Barbie lucu.
perlahan aku membuka isinya dan membaca apa pesannya.
" dear Zahra Khairunnisa"
"from to Andre Firmansyah"
hai tiga hari ini aku sering memperhatikan mu dan aku tau nama panggilan kamu Nisa kan.
wajahmu yang manis dan sikap mu yang elegan telah membuat degup jantungku berdetak kencang, dan aku selalu terbayang dengan wajah polos dan cantik itu.
Nisa, aku tau kau tak begitu memperhatikan aku namun melihat senyum mu setiap hari membuat hari ku terasa begitu berwarna.
Andai saja suatu saat kita bertemu lagi bukan dalam situasi saat ini dan bahkan nanti kita sudah sama-sama dewasa apa kau tetap Nisa yang sama yang polos dan elegan.
ikan sepat,ubi talas
sempat tidak sempat Harus dibalas
by; andre
__ADS_1