Doppelganger: Petualangan Detektif Frans

Doppelganger: Petualangan Detektif Frans
Detective G


__ADS_3

Kejutan demi kejutan terus menghampiri. Berbagai masalah makin rumit. Kali ini justru informasi mengerikan yang kudapatkan. Si Mockingbird berkata kalau Frans memiliki sisi lain. Apakah itu benar? Aku sungguh tak percaya kalau Frans memiliki kembaran jahat. Cerita yang disampaikan oleh Tn. Soedibyo terdengar meyakinkan. Namun, hatiku berkata kalau Frans tidak mungkin memiliki hal semacam itu.


Meski di dalam dirinya terdapat jiwa yang menyebalkan. Namun, selama ini aku tidak pernah menjumpai bayangan jahat yang diceritakan Mockingbird. Kalau benar Frans memiliki hal semacam itu, berarti aku harus membantunya agar terhindar dari kembaran jahatnya. Ah... sungguh menyebalkan, dunia ini terasa seperti mempermainkanku. Rentetan kasus rumit membuat otakku mendidih.


Suasana duka masih belum hilang karena Agung baru saja tewas. Kini justru masalah doppelganger semakin memperkeruh suasana. Irfan dan Yulia tampak putus asa dengan kematian Agung. Aku tidak menceritakan soal bayangan jahat, entahlah... bayangan jahat atau kembaran, atau doppelganger. Aku pusing memikirkannya, yang penting harus kurahasiakan terlebih dulu dari Irfan serta Yulia. Apa lagi kalau Jason sampai tahu, dia pasti semakin semangat untuk mengorek segala informasi terkait bayangan jahat milik Frans.


Frans tampak normal saja, selama ini dia tidak pernah menunjukkan gelagat aneh. Aku menjadi ragu dengan cerita dari Tn. Soedibyo. Lelaki tua itu seolah menjelma seperti Mockingbird sungguhan, dia pandai bercerita. Kalau kulihat sorot matanya, dia tampak tidak berbohong dan meyakinkan. Kerutan di wajahnya melukiskan kejujuran. Hal ini membuatku ingin menyerah saja, tapi itu tidak mungkin. Bagaimanapun kasus ini harus selesai sampai ke akarnya.


Mendengar nama asli Mockingbird membuatku geli. Ternyata saat Frans berkata ingin menemaniku ke toilet sewaktu di rumah sakit, dia menggunakan kalimat ejaan lama. Yaitu ‘oe’ yang di baca ‘u’ oleh orang zaman dahulu. Aku baru sadar setelah tahu nama asli Mockingbird.


Kalau kau mau ke toilet, akan kutemani... kalau tidak, kakek tjaboel ini akan mengintip dirimoe. Itulah yang Frans katakan, ternyata sekarang aku sadar, Frans berniat mengejek nama Soedibyo. Karena Soedibyo masih menggunakan ejaan lama. Ada-ada saja si Frans, dia terlihat begitu dekat dengan Mockingbird.


Apakah yang telah diceritakan Mockingbird benar-benar terjadi di masa lalu? Aku belum mengetahui, bahkan tidak pernah tanya tentang masa lalu Frans secara detail. Hanya sedikit mengetahui dari Frida. Tentang Frans yang suka dengan apel, sering mengumpulkan kerikil yang berbentuk pipih. Kalau berdasar pengamatanku sendiri, aku sangat kenal gaya berpakaian Frans. Dia sering memakai rompi, meski cuaca panas, dia selalu merangkapi kemejanya dengan rompi.


Awal mula dia dikenal publik karena debut pertamanya saat mengusut kasus di sebuah stasiun. Kala itu, terjadi ledakan di sebuah peron. Frans yang memecahkan kasus itu, ternyata pemicunya adalah puntung rokok. Puntung rokok yang masih menyala itu dibuang sembarangan dan jatuh mengenai barang bawaan seseorang yang ada di situ.


Rupanya ahli bahan peledak dan juga sering membuat pupuk yang membawa bahan berbahaya. Orang tersebut membuat peledak dan biasa memasoknya ke gudang senjata militer. Dia membawa sekarung amonium nitrat dan juga membawa setengah karung trinitrotoluena (TNT).


Ada yang lucu dari kasus ini, Frans sangat kesal. Kenapa orang itu dengan bodohnya membawa bahan mudah meledak tanpa pengamanan lebih tinggi. Misalnya dilapisi lagi dengan dua karung atau bawa saja menggunakan mobil pribadi. Begitu juga dengan orang yang melempar puntung rokok sembarangan, dia begitu bodoh.


Amonium nitrat biasa digunakan untuk membuat pupuk, zat ini tidak terlalu bahaya jika benar pengunaannya. Namun, akan jadi mudah terbakar jika stoknya terlalu banyak. Ditambah lagi dengan adanya TNT yang dibawa oleh si pemilik. TNT jelas bersifat explosive, ini adalah bahan peledak dan digunakan dalam dunia militer untuk membuat dinamit. Si pemilik ternyata juga membuat pupuk untuk para petani, makanya dia membawa amonium nitrat juga.

__ADS_1


Berdasarkan penelusuran Frans, si pemilik bahan berbahaya itu ingin menuju ke rumah. Sang pembuang puntung rokok justru membuatnya harus pulang ke pangkuan ilahi karena ledakan, pembawa bahan berbahaya itu mengalami luka bakar serius dan perutnya robek meski hanya sedikit. Namun, dia gagal diselamatkan.


Kejadian bermula saat puntung rokok yang dibuang masih menyala, jatuh di atas karung lalu mengikis karung yang berisi TNT. Karung itu ditumpuk bersamaan, dan si pemilik duduk di sampingnya. Ledakan terjadi seketika, api menjalar sangat cepat dan 4 orang juga terkena imbasnya. Namun 3 orang lainnya berhasil diselamatkan termasuk yang membuang puntung rokok. Karena si pemilik karung berada paling dekat dengan bahan berbahaya itu, dialah yang paling parah lalu tewas.


Sejak dulu, aku tidak pernah melihat Frans merokok. Dia paling anti dengan tembakau, berbagai zat seperti tar, nikotin yang terkandung di dalam rokok seolah menjelma menjadi malaikat maut bagi Frans. Ketika pelaku yang membuang puntung rokok itu diinterogasi. Frans memakinya berkali-kali, hingga media mengetahui hal tersebut.


Saking bencinya dengan rokok, dia sampai dijuluki Detektif G. Nama Detektif G berasal dari kata garet. Huruf G adalah inisial dari garet atau sigaret. Sigaret adalah Bahasa Belanda, orang Jawa sering menyebutnya garet. Sejak saat itulah Frans memiliki julukan Detektif G dan sering dipanggil Detektif Puntung Rokok. Karena dia juga suka memungut puntung rokok di jalanan kalau dia melihatnya. Detektif Puntung Rokok, biasa kusingkat menjadi DPR. Biarkan, asal dia tidak keberatan.


 


 


Ban mobil masih berdecit keras ketika di tikungan, aku tak perlu dulu membeli ban baru. Mesin mobil juga masih waras dan jelas meraung-raung hebat ketika kunaiki. Sore ini aku menuju ke rumah Frans. Aku ingin berdiskusi tentang kematian Agung. Irfan dan Yulia masih pergi bersama Jason untuk menjadi saksi di kepolisian. Aku bertanya pada Frans kenapa tidak ikut ke kantor polisi. Jawabannya ternyata mengejutkan.


Aku kaget mendengar ucapan Frans. “Memangnya kenapa? Justru aku yang tidak suka, aku mengalami hal pahit dengan beberapa polisi.”


“Semua orang tidak suka polisi, termasuk aku. Banyak dari mereka yang hanya gaya-gayaan. Memakai seragam tapi sombongnya minta ampun.”


“Kau hanya iri, Frans.” Aku meledeknya.


“Tidak. Semua orang memang tidak suka dengan polisi. Kalau polwan cantik beda cerita lagi,” Frans terkekeh.

__ADS_1


“Jadi tipe wanita idamanmu adalah polwan?” aku mencibir.


Aneh rasanya, detektif tidak menyukai polisi. Wajar, sih, karena memang tidak suka. Tiba-tiba suara telepon berdering, aku melangkah untuk mengangkat panggilan itu. Rupanya Jason, ada kabar mengejutkan yang dia sampaikan.


“Halo.”


“Halo. Oh, Helena? Aku butuh bantuanmu.”


Jason langsung mengenali suaraku meski melalui telepon, “Ya. Ada apa?”


“Yulia pergi, katanya dia ingin menemui Frans di taman kota jam 4 sore. Apakah Frans ada bersamamu?”


“Ya. Dia bersamaku.”


“Tanyakan padanya apakah dia memang mengajak Yulia untuk bertemu. Tingkah Yulia sangat mencurigakan, aku sedikit khawatir. Sekarang aku masih bersama Irfan di kantor polisi.”


Aku menyuruh Jason untuk menunggu sebentar. Aku bertanya pada Frans, rupanya Frans tidak mengajak Yulia untuk bertemu di taman kota. Aku sudah memastikannya, tiba-tiba Frans langsung mengambil alih pembicaraan di telepon.


“Jason. Apa benar yang kau katakan?” Frans tampak serius.


“Ya. Yulia berkata kau mengajaknya bertemu. Berarti firasatku benar, ada yang tidak beres dengannya, Frans.”

__ADS_1


“Baiklah, kita bertemu sekarang di taman kota.”


Frans menutup telepon, dia langsung bersiap untuk menemui Jason. Jam sudah menunjukan pukul 15:30 sore. Siapakah yang sebenarnya ingin menemui Yulia di taman kota. Kenapa dia menggunakan nama Frans sebagai umpan untuk memancing Yulia. Semoga saja tidak terjadi apa-apa dengan wanita itu.


__ADS_2