Doppelganger: Petualangan Detektif Frans

Doppelganger: Petualangan Detektif Frans
Lengkingan Kematian 2


__ADS_3

Kami merapat mendekat ke arah si tua tersebut. Mockingbird sepertinya tidak mengetahui ke mana Yulia setelahnya. Jika dia memang duduk di sana, lalu sekarang dia di mana? Apakah sedang berada di kamar kecil? Mungkinkah... dia diculik oleh anak buah Mr. B? Berbagai pertanyaan menari-nari di dalam kepalaku. Pastinya Frans, Jason serta Irfan juga memikirkan hal yang sama. Polisi suruhan Jason masih terus memandangi sekitar, dia menggunakan baju biasa. Baju yang digunakan untuk menyamar ketika menjadi mata-mata. Akan heboh kalau dia berkeliaran mengenakan seragam.


Sejak awal kemunculan polisi suruhan Si Anjing Gila alias Jason. Aku belum membeberkan nama polisi tersebut. Polisi suruhan Jason itu bernama Indra. Dia sudah menjadi anggota kepolisian selama tiga tahun. Ikut dalam divisi pembunuhan. Indra adalah polisi yang lumayan baik. Dia tidak pernah berulah dan selalu menuruti apa yang dikatakan Jason.


Frans menggaruk kepala “Apa kau sungguh tidak melihat ke mana selanjutnya dia pergi?”


“Sepertinya dia menuju ke arah timur. Ya, dia pergi bersama seorang pria, kupikir itu kekasihnya.”


Frans kaget. “Jadi kau melihat dia pergi dengan pria?”


Apa yang baru disampaikan Mockingbird membuat kami benar-benar terkejut. Siapa pria yang pergi bersama Yulia. Bagaimana cara melacaknya, tidak mungkin jika menemukannya dalam waktu cepat.


“Semoga cepat bertemu dengannya. Maafkan aku tidak bisa lama-lama. Aku sedang ada acara untuk bertemu seseorang teman.” Mockingbird membalikkan badan dan berlalu meninggalkan kami.


“Baiklah. Terima kasih informasinya,” sahut Frans.


***


Kami terdiam sejenak, hingga ada suara yang berasal dari nada dering ponsel Jason. Rupanya Yulia! Dia menghubungi Jason.


“Halo! Yulia, kau di mana?” Jason langsung mengangkat panggilan yang ia terima.

__ADS_1


Hening sejenak, tidak ada suara dari seberang, Jason masih menunggu jawaban dari Yulia. Kami diam dan menyimak dengan serius. Tiba-tiba raut wajah Jason berubah, ia lalu mengaktifkan pengeras suara pada ponselnya sehingga kami bisa mendengar percakapan mereka.


Hanya suara tidak jelas seperti radio yang tidak ada sinyal. Kemudian samar-samar terdengar suara lenguhan. Napas yang terengah-engah. Disusul suara yang mengerikan, suara wanita yang berteriak sangat keras, seperti lengkingan kematian. Itu adalah Yulia.


“Ah...!!! Tolong!! Jason, tolong aku!” ia berteriak, suaranya di dalam telepon bergetar seperti orang ketakutan.


“Hei!” Frans langsung merebut ponsel milik Jason. “Yulia! Katakan kau ada di mana! Ini aku Frans!”


“Frans! Frans! Tolong aku. Sekarang aku tidak tahu ada di mana. Aku di sekap di tempat yang tidak kuketahui. Orang yang menyekapku ada di hadapanku!”


Suara kembali hilang. Lalu berisik seperti suara angin dan gesekan. “Halo, Frans!” kini muncul suara asing.


Siapa yang berbicara kali ini? Kenapa bukan Yulia? Siapa orang yang sedang menyekap Yulia? Apakah itu Mr. B?


“Kau cari tahu sendiri. Datanglah ke hutan saat kau tertembak. Lurus ke selatan, sekitar dua kilometer, maka kau akan menemukan sebuah gua. Aku menunggumu sekarang.”


Ponsel dimatikan oleh penculik tersebut. Kami bergegas pergi ke sana menggunakan satu mobil. Aku, Frans, Jason, Irfan, dan Indra buru-buru masuk ke mobil. Hutan tempat ketika Frans tertembak kakinya. Ada apa di sana?


Singkat cerita. Setelah menempuh perjalanan sekitar dua jam. Akhirnya kami sampai di tepi hutan. Semua keluar dari mobil, lalu masuk ke dalam hutan. Indra, sang polisi tersebut membawa dua pucuk senjata api. Irfan mengeluarkan pisau kecil, rupanya dia selama ini membawa senjata tajam. Anak pesilat itu sungguh bersiaga, aku tidak tahu kalau dia menyimpan pisau kecil.


Jason mengeluarkan tas yang berisi obat serta alat medis darurat. Semua untuk jaga-jaga jika hal buruk terjadi. Hari sudah mulai petang, sialan, kenapa setiap memasuki hutan selalu dalam keadaan gelap. Setelah berjalan cukup lama, melalui rimbunan semak belukar, digigit nyamuk, akhirnya kami menemukan sungai waktu itu, lalu menuju ke selatan mengikuti sungai.

__ADS_1


Sampailah kami di dekat gua yang dimaksud pria misterius yang bicara di dalam ponsel tadi. Kami berdiri sekitar 500 meter dari bibir gua, mengendap di balik rerumputan serta batang pohon.


“Itu pasti gua yang dimaksud,” ucap Jason.


“Ya. Kita harus menyusun rencana. Perlengkapi semua dengan senjata,” ucap Indra.


Aku tidak membawa apa pun. Akhirnya Indra memberikanku sebatang kayu kokoh yang ia temukan. Lumayan, untuk berjaga-jaga. Aku menyorotkan senter ke atas gua, gua itu berada di bawah tebing. Sepertinya Yulia memang berada di dalam.


Irfan mengencangkan sabuk di pinggangnya. Kami telah siap, kini berjalan perlahan mendekat ke arah gua. Dengan penuh siaga, kami mengendap-endap serta menjaga langkah agar tidak menimbulkan suara. Masuklah kami ke dalam gua, di dalam rasanya dingin sekali. Kusorotkan cahaya senter ke bawah kaki. Tanah di gua ini sedikit basah dan gembur.


Lorong gua cukup panjang, kami berjalan semakin ke dalam. Akhirnya sampailah di sebuah tempat di dalam gua yang lumayan luas. Banyak bebatuan yang ditumbuhi lumut. Anehnya, ini begitu terang. Banyak lilin yang menyala.


Semua terkejut ketika menatap ke arah batu besar yang tersusun seperti singgasana. Padahal itu hanyalah batu biasa, di sana tergeletak Yulia dalam keadaan terikat dan mulut tersumpal kain.


“Yulia!” Frans bersuara dengan cukup kelas. Suaranya bergaung seperti ada yang menirukan kembali.


“Kau telah sampai, Frans. Kuucapkan selamat datang!” Ternyata yang menyahut adalah sosok pria, bukan Yulia.


“Siapa kau!” Frans menaikkan nada suaranya.


Dari belakang Yulia, tampak sesosok hitam yang berjalan mendekat. Ia menggunakan sebuah topeng bergambar wajah Petruk dalam pewayangan. Ia berhenti dan berdiri sekitar tujuh meter di hadapan kami.

__ADS_1


“Aku adalah bayangan yang terpisah dan menjadi kenyataan,” jawab pria misterius itu.


Sontak, aku kaget. Kalimat itu pernah kudengar. Kemudian, pria bertopeng itu membuka topengnya, kami terperangah, mata kami melotot seolah akan melompat keluar. Sungguh mengejutkan, ternyata dia adalah....Mockingbird!


__ADS_2