
Muncul lagi sebuah informasi dari pria bernama Jason. Dia mengaku sebagai rivalnya Frans. Jason dijuluki sebagai Anjing Pemecah Kode, karena ia begitu lihai dalam mengusut dan memecahkan kode rumit. Jason adalah ahli bedah. Jason mempunyai bawahan seorang polisi, ia memberikan informasi bahwa ada seorang lagi bernama Pipin. Orang itu adalah mantan anggota kelompok bernama Fishbone. Pipin juga menghilang dari penjara, sama seperti yang dialami Teguh.
Frans menarik kesimpulan, bahwa yang membunuh suami Hartanti adalah trio sadis itu. Reyhan, Teguh, Pipin, merekalah yang menghabisi nyawa suami Hartanti. Diduga juga, mereka yang telah melakukan pembunuhan kepada Agung. Kematian Agung masih menyimpan misteri. Dia adalah kakaknya Lisa. Lisa yang tewas di tangan Reyhan juga begitu tragis. Ia diperkosa dan lehernya disembelih.
Semua masih menjadi teka-teki. Hingga muncul seorang yang menyebut dirinya sebagai Mockingbird. Awalnya kukira dia adalah pria tua yang baik. Karena dari cerita masa lalunya dengan Frans, ia pernah menampung Frans. Sampai suatu ketika, ia menceritakan kepadaku tentang sebuah kisah yang pernah terjadi di masa lalu. Kisah yang katanya diderita oleh Frans.
Aku memang tidak memercayai semua yang ia ceritakan. Hal ini karena aku sendiri belum pernah menyaksikan jika Frans memiliki kepribadian aneh. Tidak mungkin jika ia memiliki bayangan jahat. Lebih tidak mungkin lagi jika sebuah bayangan bisa keluar dari pemiliknya, maksudku memisahkan diri.
Bayangan tetaplah bayangan. Tidak akan menjadi kenyataan, karena bayangan hanyalah sebuah biasan dari tubuh kita. Tuan yang sah adalah kita sendiri, tidak mungkin bayangan bisa bicara lalu memiliki keinginan sendiri.
__ADS_1
“Jelaskan semua lelucon ini, Pak Tua!” Frans mulai bingung.
Tentu tidak hanya dia, Jason, dan semua yang ada di sana memiliki berbagai macam pertanyaan dalam kepala masing-masing.
“Ya. Tenanglah dulu. Akan kusiapkan pemakaman yang indah untuk kalian.”
“Siapa kau sebenarnya!?”
“Bohong! Aku tidak pernah mengira kalau si tua Soedibyo memiliki hati kotor sepertimu.”
__ADS_1
“Baiklah. Kurasa tidak ada gunanya. Akan kuberitahukan padamu. Sebenarnya akulah sang Mr. B”
Hening. Semuanya bungkam ketika mendengar pengakuan si tua itu. Jika selama ini ia adalah Mr. B, berarti ia telah berada di sekitar kami untuk waktu yang cukup lama. Buram, semua ingatanku seolah menjadi hitam putih dan pudar. Aku tidak bisa lagi berpikir jernih. Yulia terbaring dalam keadaan terikat dan mulutnya tersumpal kain.
Jason dan polisi suruhannya bersiaga di belakang Frans. Irfan memasang kuda-kudanya untuk melindungiku. Kondisi gua yang gelap dan dingin membuat hidungku ingin membeku.
“Kalian akan berakhir di sini sekarang juga.” Si tua itu mengangkat tangan kanan lalu menjetikkan jarinya. “Nikmatilah permainan terakhir yang kupersembahkan untuk kalian. Saatnya pertunjukan dimulai.”
Sesaat setelah pria itu mengucapkan kalimat dan menjetikkan jari. Dari belakangnya muncul beberapa bayangan dan suara mengerikan. Suara rauangan serta menggeram seperti binatang buas.
__ADS_1
Kami mundur beberapa langkah, yang terpenting adalah menyelamatkan Yulia terlebih dahulu. Ia berada paling dekat dengan si tua tersebut. Tampaknya, tubuhku mulai melemas, entah karena kehabisan tenaga atau karena saking ketakutan. Mataku terbelalak, ada wajah yang kukenal di antara orang yang baru saja muncul.
Terlihat suami Hartanti, juga Bu Hartanti itu sendiri, bersama dengan beberapa sosok yang menurutku sudah tak bernyawa. Teguh dan Pipin aku bisa mengenali mereka, karena perna meihat fotonya. Sedangkan, yang sebelah paling kanan mungkin saja ia yang bernama Reyhan—pria yang membunuh Lisa, adik Agung. Mata mereka putih semua dan tubuh mereka menguarkan bau busuk yang amat sangat menyengat.