Dosen Everest, I Love You

Dosen Everest, I Love You
phobia


__ADS_3

setelah perdebatan didalam kafe tadi, Ardian pergi meninggalkan Haura sendiri di kafe. ketika Ardian membuka pintu kafe Ardian melihat Salsa masih ada di depan kafe


"kenapa dia masih disini" tanya Ardian dalam hati


"bukankah dia sudah dari tadi mau pulang" lanjut Ardian tapi Masih dalam hatinya


Ardianpun berjalan menujuh ketempat Salsa


"ngapain masih disini" tanya Ardian kepada Salsa yang sedikit bersembunyi di balik pot besae yang berisi tanaman yang rindang


Salsa menoleh kearah bapak


"ehh bapak, ngapain disini pak. ngak jadi ketemu calon istri" tanya Salsa sedikit terkejut melihat Ardian ada disampingnya dan buru-buru ia netralkan lagi dirinya


"ngapain disini" tanya Ardian lagi, dia tak mempedulikan pertanyaan dari Salsa


"emmh, ngak ada apa-apa pak" jawab Salsa binggung


"terus kenapa masih disini" tanya Ardian


"lagi nunggu taksi online pak" jawab Salsa


"kenapa nunggu taksinya disini. kenapa harus di balik tanaman" tanya Ardian


"bapak kepoo amat sih pak" jawab Salsa


"bapak pulang giih, kasian calon istri bapak" sambung Salsa


"Salsa" jawab Ardian dengan penuh penekanan


"ehhh, enggak pak. maaf ya pak. giih pak pulang, nanti aku pulang sendiri kok pak" ucap Salsa takut mendengar namanya dipanggil dengan Ardian dengan penuh penekanan


"ngapain disini" tanya Ardian lagi


"iihh bapak ini kepo bener. udah deh pak, bapak pulang aja" jawab Salsa


"terserah kamu" jawab Ardian sambil berjalan meninggalkan Salsa


"awas kegigit ular di belakang" sambung Ardian tapi tak melihat kearah Salsa


Salsa yang mendengar perkataan Ardian langsung menoleh kebelakang, dan yaa Salsa melihat seekor ular berwarna hijau, kecil sih tapi yang namanya ular tetap juga ditakuti Salsa


setelah melihat ular tersebut Salsapun berlari menujuh kearah Ardian dan memeluk lengan Ardian


"bapak kok ngak bilang sih, kalo ada ular" ucap Salsa dengan napas yang memburu dan masih memeluk lengan Ardian


"saya pikir kamu lagi ketemu teman kamu" jawab Ardian


"mana ada orang kawanan sama ular" ucap Salsa heran dengan jawaban Ardian


"ada, pawang ular temanan sama ular" jawab Ardian


"ehh bapak pikir aku pawang ular gitu" tanya Salsa


"begitulah" jawab Ardian sambil berjalan menujuh mobil dan Salsa masih tetap mengandeng tangan Ardian


jika dilihat dari jauh Salsa dan Ardian seperti sepasang kekasih yang sedang mengumbar kemesraan didepan umum dan penuh cinta


"ehh, bapak ngak rabunkan" tanya Salsa masih memeluk lengan Ardian dan sesekali melihat kearah ular, Salsa takut ular itu mengikutinya


"enggak" jawab Ardian singkat


"ngak percaya " ucap Salsa masih sibuk melihat kearah ular tadi


"emang kenapa" tanya Ardian binggung

__ADS_1


"masa cewek secantik aku dikira pawang ular" jawab Salsa yang masih melihat kearah ular tadi dan membuat dia takut lalu berkata seenaknya


mendengar jawab dari Salsa, Ardian tersenyum walaupun senyumnya tak bisa dilihat oleh Salsa, karena Salsa sedari tadi masih sibuk melihat kearah belakanh jaga-jaga kalo ular mengikutinya


"pak ularnya ngikutin aku" teriak Salsa ketakutan dan sambil berlari dan tangannya masih memeluk lengan Ardian yang membuat Ardian hari ikut berlari juga


"huffhhh" Salsa membuang nafasnya, dan mereka sudah sampai di depan mobil Ardian


"pak ayo" ucap Salsa


"apa" Tanya Ardian


"anterin" ucap Salsa menunjuk pintu penumpang yang berada di sebelah pengemudi


mendengar ucapan Salsa Ardian mengangkat satu alisnya keatas


"takut pak, bagaimana kalo ularnya ngejar aku, bagaimana kalo ular ada disitu pak" ucap Salsa yang masih ketakutan dan belum melapas lengan Ardian


"ngak mungkin" jawab Ardian


" ehh beneran loh pak, entar dia ada disitu, tarus gigit aku gimana pak" ucap salsa yang masih ketakutan dan terus melihat kearah ular


"ngak akan, dia belum cinta sama kamu" jawab Ardian


"ehh bapak, mana ada ular bisa jatuh cinta" balas Salsa


"itu tau" jawab Ardian


"lalu" tanya salsa.


"ngak akan mungkin dikejar" jawab Ardian


"yaa tuhan, kenapa mahlukmu satu ini kau ciptakan tuhan, dia sangat tak punya pri kemanusiaan" ucap Salsa dalam hati


"lalu" tanya Ardian


"bapak ngak kasihan apa lihat saya" jawab Salsa


"kamu bukan anak kec, sana pergi sendiri" ucap Ardian


"kalo ngak, saya tinggalin" sambung Ardian


"tuhan, kemana mahlukmu ini waktu pembagian hati untuk manusia" gerutuk salsa dalam hati


"apa benar ada orang didunia ini hidup ngak punya hati, ohh serem amat" sambung Salsa masih dalam hatinya


Salsa terus melamun tanpa Salsa sadari Ardian sudah meninggalkannya sendiri dan Ardian sudah masuk kedalam mobilnya, sampai suara klakson membuyarkan lamunannya


tin...


ttiinn...


tttiiinnn...


mendengar suara klakson Salsapun kelagapan, dan langsung melihat kerah mobil Ardian


Salsa melihat Ardian sudah didalam mobil dan langsung berkata " uuwahhh, bapak jahat"


"sudah ngak usah drama, cepat masuk atau saya tinggalin" ucap Ardian


"tapi ularnya" jawab Salsa yang masih ketakutan


" udah ayok, atau kau mau menunggu taksi olinemu" tanya Ardian


"ehh enggak pak" jawab Salsa dan lansung berlari kemobil Ardian

__ADS_1


"hiks, hiks, hiks" Salsa menangis ketika ia sampai di dalam mobil Ardian


Ardian binggung melihat Salsa, "kenapa dia menangis" tanya Ardian dalam hati


Salsa melihat kearah Ardian dan Ardian hanya mengangkat satu alisnya


"takut pak" jawab Salsa seolah-olah sudah tau apa yang ingin Ardian tanyakan


Ardian masih binggung, dia lalu mengangkat alisnya lagi


"ihhh bapak, aku itu takut pak, takut" ucap Salsa kesal


"kamu phobia sama ular" tanya Ardian


"enggak sih pak, cuma takut aja" jawab Salsa


"sama aja" jawab Ardian


"beda dong pak" balas Salsa


"terus kenapa reaksinya sampai segitunya, sampai nangis lagi" tanya Ardian


"hehehe, iya apak aku phobia ular" jawab Salsa


mendengar jawaban Salsa Ardian hanya menggelengkan Kepalanya


"pak boleh bertanya" tanya Ardian


"hmm" jawab Ardian, Ardian sudah menjalankan mobilnya dan menatap kearah jalan


"bapak ini kawannya devil atau sanaknya devil pak" tanya Salsa, kata-kata itu terucap begitu saja tanpa Salsa inginkan tapi pertanyaan itulah yang ada dihati Salsa


"ehhh, bukan gitu pak, maksunya-" ucap salsa untuk memperbaiki pertanyaannya tapi langsung dipotong oleh Ardian


"kanapa" potong Ardian


"ehh gini pak" Salsa binggung


"maaf ya pak, bukan gitu kok pak maksud aku" ucap Salsa dan menyesali pertanyaannya


"ngak apa-apa" jawab Ardian


"serius pak, ngak E kan pak nilai Salsa" tanya Salsa


"serius, kalau nilai belum tentu" jawab Ardian


"uwahhh, pak maafin yaa" ucap Salsa sambil memelas


"ngak usah gitu, kalau kamu memang punya potensi dan lulus di mata kuliah saya, saya kan luluskan kamu" jawab Ardian


"wahh, terimakasih pak" ucap Salsa bahagia


"pak tapi bapak yakin ngak marah aku tanya kayak tadi" tanya Salsa lagi


"nggak" jawab Ardian


"kok enggak sih pak" tanya Salsa


"baik menurut setiap orang itu beda-beda, mungkin baik versi kamu beda sama baik versi saya, jadi saya maklumi" jawab Ardian


"iya sih pak, tapi bapak itu manusiakan pak" tanya Salsa


"menurut kamu" jawab Ardian


"menurut aku.....

__ADS_1


__ADS_2