
setelah kejadian kemarin tidak ada yang baik-baik saja, Ardian dan Salsa sama-sama terpuruk. Meraka menarik diri dari dunia dan menolak untuk bersosialisasi.
menyendiri dikamar, mengurung diri dan merenungi kejadian kemarin menjadi pekerjaan Salsa hari ini. bukan hanya Salsa, Ardian sama. melakukan apa yang Salsa lakukan walaupun keduanya tak menyepakatinya.
menatap layar handphone, scroll media sosial, menatap jengah pada buku-buku, dan menaruh iba pada kisah kemarin, menjadikan semuanya tampak menyedikan bagi Salsa.
tidak ada lagi orang baik, tidak ada lagi kisah baik, dan tidak ada lagi cinta yang baik-baik saja, semua hancur dan berganti. luluh dan tumbuh, pecah dan membaik. itu yang Salsa rasakan dan salsa tuang dalam catan kecil yang iya tempel di dinding kamarnya
...
satu Minggu ini Salsa tidak menampakkan dirinya di hadapan Ardian, datang cuma untuk absen kuliahnya, lalu pulang, rebahan dan sibuk memainkan handphone yang tak tau tujuannya.
kosan yang berantakan, baju yang tak tertata, hati yang selalu perih dan tugas yang menumpuk setiap harinya, membuat Salsa kehilangan akal sehat untuk terus baik-baik saja dan berbahagia
satu Minggu ini Salsa habiskan hanya di kamar, menatap langit-langit kamar dan memandang iba pada dinding kamar yang penuh dengan tempelan struktur permatakuliah.
semuanya membosankan, tidur, bangun, makan dan tidur lagi. Salsa seperti kehilangan dirinya, lupa mandi, lupa makan, lupa mempercantik diri, dan sibuk memikirkan tugas tanpa berniat mengerjakannya.
semua tugas yang ada hampir menyentuh deadline, dan Salsa masih sibuk rebahan, hingga waktu memperingati Salsa bahwa besok ada 3 makalah laporan yang harus segera diselesaikan, dengan berat hati, dan keinginan yang tidak mendukung akhirnya Salsa mengerjakan tugasnya.
"ini gimana sih" ucap Salsa kesal
"kok susah sekali" gumah Salsa lagi
"kenapa begini" protes Salsa pada tugas-tugasnya
salsa menjauhkan dirinya dari laptop yang ada di hadapannya, lalu beranjak kekamar mandi dan menguyur tubuhnya dengan air dingin lalu mencoba melupakan masalah yang sudah terjadi dan mengikhlaskannya. satu jam salsa di kamar mandi sudah cukup untuk membuat Salsa tenang, hingga akhirnya dia bisa menyelesaikan tugasnya.
karena perut yang telah berdemo ria, akhirnya Salsa memilih untuk mentraktir usus, lambung, dan yang lainnya dengan makan enak dan menyehatkan, setelah terdengar suara senandung dari usus, lambung dan lainnya barulah Salsa kembali mengerjakan tugasnya hingga di tengelam dalam kesibukan itu, tak terasa satu persatu tugas sudah Salsa selesaikan, dan kantuk sudah menyapa meminta mata untuk diistirahatkan dan berakhir di alami mimpi yang membuat Salsa tenang dalam tidurnya sebagai proses untuk melupakan seseorang.
pagi menyapa membagi semangat lewat sinar yang sempurna.
"Salsa" panggil Alia
"hmm" jawab Salsa
"Salsa sudah ngumpul tugas?" tanya Alia
"hmm" jawab Salsa sambil terus memandang handphonenya
"Alia boleh minta tolong ngak sal?" pinta Alia sambil menundukkan kepala
"Alia belum buat?" tanya Salsa
"sudah sal" jawab Alia
"lalu?" tanya Salsa
"e-mail Alia bermasalah sal, udah dari semalam coba, ngak bisa-bisa" unjar Alia, sambil menekuk mukanya dan menggigit bibir bawahnya
"ya udah kirim ke WA Salsa, nanti Salsa kirimkan" jawab Salsa
"terimakasih Salsa" ucap Alia sambil merekakan senyum
"kenapa semalam ngak bilang?" tanya Salsa kepada Alia
"t-takut sal" jawab Alia
__ADS_1
"takut? takut kenapa? tanya Salsa sambil memperhatikan Alia
"ng-ngak apa-apa sal" jawab Alia
"oh" jawab Salsa
"sal" panggil Alia
"hmm" jawab Salsa
"Alia, Fiza sama Jihan punya salah ya sama Salsa?" tanya Alia takut-takut
"enggak" jawab Salsa
"kok Salsa jauhin kita?" tanya Alia
"ngak apa-apa Alia" jawab Salsa sambil tersenyum
"dah yok, kita ke kelas, itu ada pak Andi" sambung Salsa lalu berdiri dan diikuti oleh Alia
perkulihan diikuti dengan hikmat dan tenang, dan perkulihan pun berakhir dengan cepat.
"sal" sapa Fiza dan Jihan
"iya" jawab Salsa
"kita punya salah ya sal, kita minta maaf ya sal" ucap Fiza dan diangguki oleh Jihan
"enggak kok" jawab Salsa
"beneran sal?" tanya Jihan
"iya" jawab Salsa
"oh" jawab Fiza dan Jihan walaupun masih menyisahkan tanya di dalam hati mereka.
Fiza, Jihan, Alia dan yang lainnya tau, kalo Salsa termasuk orang yang ngak mau di usik kehidupannya apalagi privasinya.
"Salsa minta maaf, atas sikap Salsa akhir-akhir ini" ucap Salsa
"Salsa ngak salah kok" jawab Fiza dan Jihan berbarengan
"berpelukan" ucap Alia dari jauh
dan merekapun berpelukan layaknya Teletubbies
"kita ke kosan loe aja ya sal" usul Fiza
"setujuh" jawab Jihan
"iya" jawab Alia
"hmm" balasan dari Salsa
"tapi bantuin beres-beres ya" ucap Salsa
"laksanakan" jawab Fiza dan Jihan, diangguki oleh Alia
__ADS_1
"lama banget ya kita ngak kesini" gumah Fiza
"iya, kaya beda gitu" sambung Jihan setelah mereka sampai di kosan Salsa
"assalamualaikum" ucap Salsa saat membuka pintu kosannya, walaupun Salsa tau tidak ada orangnya
"astaghfirullah Salsa" teriak Alia
"kenapa?" tanya Fiza dan Jihan
"tu" jawab Alia sambil menunjuk ke isi ruangan kosan Salsa, dan Salsa hanya tersenyum
"berat amat masalah loe sal, sampe jadi gini kosan loe" ucap Fiza
"ngak sekalian dindingnya loe hancurin sal" unjar Jihan
"lebay" jawab Salsa
"udah ayok, beres-beres" pinta Salsa
"hmm" jawab ketiga temannya
baju yang jadi gunung sudah di cuci dan sudah dirapikan, piring yang udah setengah abad ngak dicuci udah di bersihkan, rumah yang entah berapa lama ngak di sapu udah di pel dan disapu, buka dan kertas berserakan sudah dirapikan, sampah yang membukit sudah dimusnahkan, bunga yang mulai layu sudah di siram, pot-pot yang mulai kosong sudah di tanami lagi, maklum Salsa pencinta bunga-bunga, apa lagi bunga mawar, dan hati yang hancur sudah diperbaiki.
"Alhamdulillah" ucap Alia
"terimakasih" jawab Salsa
"lapar" ucap Jihan
"sama" balas Fiza
"kita go food atau masak?" tanya Salsa
"go food aja sal" jawab Fiza
"jawaban diterima" balas Salsa
dan semuanya tertawa
"Fiza loe mau apa?" tanya Salsa sambil membuka aplikasi go food di handphonenya
"nasi Padang" jawab Fiza sambil memijat-mijat kakinya
"Jihan?" tanya Salsa ke arah Jihan yang sedang berada didepan kipas yang menghasilkan angin
"nasi rendang, sama soto" jawab Jihan sambil memegang perutnya dan menaikan handphonenya
"Alia?" tanya Salsa ke arah Alia yang sedang melihat buku-buku Salsa yang sudah Alia pisahkan dari tadi
"batagor kuah" jawab Alia tanpa melihat kearah salsa karena terlalu sibuk melihat buku-buku Salsa yang sangat menarik bagi Alia
"salsa?" sambung Alia sambil melihat kearah Salsa, karena Salsa belum menyebutkan makan yang akan dia makan
"bakso kosong" jawab Salsa antusias
setelah makanan sampai, semua makan dan sambil bercerita, lalu mereka tidur dan hari ini terlewati dengan baik oleh Salsa.
__ADS_1
dalam hati salsa berkata 'im fine and everything fine".