
💞💞💞
🤗🤗🤗
cklek ....
Ardian masuk kedalam ruangan
"pak, apakah bapak tidak tau kalau saya-" ucapan Salsa terpotong ketika melihat perempuan dibelakang Ardian
"ini siapa Ardian, kenapa ada diruanganmu" tanya Haura seolah pacar Ardian
Ardian tak menjawab dia hanya berjalan dan memberikan kotak makanan kepada Salsa
"jadi kau menyuruhku membelikan makanan ini bukan untuk mu Ardian" tanya Haura yang berdrama bak kekasih hati memperhatikan wanita lain
"aku sudah makan" jawab Ardian singkat
"Hay, kamu siapanya ardian" tanya Haura kepada Salsa dengan nada yang tidak enak, tepuk tangan yang meriah untuk akting Haura
"ak-aku mahasiswanya pa-pak Ardian" jawab Salsa terbata-bata karena takut
"hahaha, ngak usah gugup juga kali" jawab Haura senang melihat aktingnya berhasil menggoda Salsa
"lebih dari mahasiswa juga boleh kok" sambung Haura menggoda Salsa
"engak kok kak, aku sama pak Ardian ngak punya hubungan apa-apa, aku hanya mahasiswanya kak, kakak jangan marah" jelas Salsa yang masih diselimuti rasa takut
"hahaha, aku ngak marah kok" jawab Haura santai dan masih menerbitkan senyum diwajahnya
mendengar penjelasan dari Salsa, Ardian menarik lengkung di kedua bibirnya keatas, jarang sekali Ardian tersenyum dan momen itu tanpa di sengaja di lihat oleh Haura
"siapa wanita ini, kenapa dia bisa membuat bang Ardian tersenyum" tanya Haura dalam hati
"kakak ngak salah pahamkan" tanya Salsa masih takut
"engak. oh ya nama kamu siapa" tanya Haura ketika sudah menggelengkan kepalanya
"nama aku Salsa kak" jawab Salsa takut-takut
"oh, kenalin nama aku Haura" Haura mengenalkan dirinya
"by the way. kamu ngapain disini" tanya Haura
"aku PJ (penanggung jawab)nya pak Ardian kak, tadi aku disusuh pak Ardian masukan nilai dilabtop kak" jawab Salsa
"oh, kalo gitu kamu makan dulu gih, nanti lanjutin lagi" saran Haura sambil tersenyum
"ngak usah kak, aku udah selesai dari tadi kok kak, tapi pak Ardian ngak bolehin ninggalin ruangannya sebelum dia kembali kak" jelas Salsa
"ya udah kamu makan dulu aja nanti baru pergi, pasti kamu udah laparkan" tanya Haura kepada Salsa
"aku makannya di kosan aja kak" pinta Salsa
"yakin masih kuat" goda Haura
"masih kok kak" jawab Salsa
"ya udah kalo gitu" balas Haura
"maaf ganggu kak" ucap Salsa sambil meninggalkan Haura dan Ardian, dalam otak Salsa Ardian dan Haura adalah sepasang kekasih
melihat tingkah Salsa, Ardian hanya tersenyum dan kembali fokus kepada labtopnya
"sal, Salsa" teriak Haura
__ADS_1
salsa yang sudah keluar dari pintu ruangan Ardian kembali kebelakang dan berhenti diambang pintu
"iya ada apa kak" tanya Salsa
"ini nasinya, kok ngak di Bawak" jawab Salsa sambil mengangkat kotak nasi yang di berikan oleh Ardian
"ngak usah kak, nanti aku beli di kantin aja" jawab salsa
"ehh, jangan begitu. ini udah dibeliin, ya udah dimakan dong. duit yang kamu gunakan untuk beli makanan, bisa digunakan untuk yang lain" ucap Haura
"ngak usah kak" jawab Salsa
"terus siapa yang makan sal, kalo kamu ngak makan" tanya Haura
"udah ini ambil aja" sambung Haura sambil memberi kotak nasi tersebut
"makasih kak" ucap sazlsa kepada Haura sambil menerimah kotak nasi tadi
"ehh, kok bilang makasihnya sama kakak, kan yang beli ini bukan kakak" protes Haura
"tapikan tadi kakak yang beliin" jawab Salsa
"iya kakak yang beliin tapi duitnya, ya duit dosenmu itu" ucap Haura sambil menunjuk ke arah Ardian
"hehe iya kak" jawab Salsa
"makasih ya pak, makanannya" ucap Salsa kepada Ardian
"iya " jawab Ardian singkat dan kembali fokus ku layar labtopnya
"ngak usah ambil hati ya sal, Ardian ikhlas kok beliin kamu, emang dosenmu itu rada ngak bisa bunyi" jelasa Haura
mendengar penjelasan dari Haura Salsapun tersenyum
"ya udah, kamu jangan lupa dimakan nasinya" sambung Haura
"sama-sama" jawab Haura sambil tersenyum
Salsa terus berjalan meninggalkan ruangan Ardian, dan Haurapun masuk kedalam ruangan Ardian
"Salsa siapa loe bang, ayo ngaku. ayo ngaku" tanya Haura sambil tersenyum
"apaan sih, ngak dengar apa tadi, cuma mahasiswa" jawab Ardian
"lebih dari mahasiswa juga ngak apa-apa kali" balas Haura dengan senyum-senyum
Ardian tak menjawab, tapi didalam hatinya ada perasaan bahagian ketika mendengar ucapan Haura
" Salsa anaknya baik, seru dan juga catik. yakin bang ngak mau" tanya Haura
Ardian tak menjawab
"suka bilang aja suka kali bang" sambung Haura
"bang, abang Ardian" panggil Haura
"apa" jawab Ardian
"abang tau ngak-" ucapan Haura terpotong
"ngak" potong Ardian
"ehh, belum Bambang. dengerin dulu kenapa" protes Haura
"hmm" jawab Ardian
__ADS_1
" hari ini ura jadi ilmuan, hebatkan ura" ucap Haura
"ilmuan" tanya Ardian
" iya ilmuan, hari ini ura bisa menemukan keajaiban dunia" jelas Haura
Ardian hanya menggangkat sebela alisnya
"karena hari ini ura nemuin cewek yang bisa buat Abang tersenyum lagi" jawab Haura
mendengar jawaban dari Haura, Ardian baru menyadari bahwa Salsa dengan semua tingkahnya bisa membuat Ardian tersenyum
"ura bahagia banget kalo abang udah bisa tersenyum lagi, ura kangen abang yang dulu bang, bukan Abang yang kayak es dikutub Utara" ucap Salsa
"hmm" jawab Ardian
"ya udah ura mau pulang dulu, mau bilang sama mami kalau ura hari ini jadi ilmuan" ucap haura
mendengar itu Ardian hanya mampu menggelengkan kepalanya
Haura Inayah Khafifah ialah sepupu dari Ardian, mereka sudah sangat akrab, Haura sedari SMA sudah terbiasa tinggal dirumah Ardian, orang tua yang broken home membuat Haura tak perna pulang kerumah, satu-satunya rumah menurut Haura adalah rumah Ardian, disana dia bisa dapat kasi sayang dari kedua orang tua Ardian yang biasa ia sebut mami dan papi
Haura sebenarnya sangat rapu tapi dia selalu menutupnya, dia berusaha menikmati hidup..
Haura tau betul bagaimana kisah percintaan Ardian, kekasih yang ia sayangi ternyata menyelingkuhinya dengan sahabatnya sendiri, sejak itu Ardian sulit sekali bersikap Rama kepada wanita dan berubah menjadi dingin seperti sekarang, banyak wanita yang dikenalkan oleh mami dan keluarga yang lain kepada Ardian, tapi tak satupun dari mereka yang Ardian sukai...
***
Haura meninggalkan ruangan Ardian, dia berjalan menyusuri koridor hingga keparkiran...
Haura memasuki mobilnya dan menjalankannya, di lampu merah, Haura melihat ada anak SMP yang digandeng oleh orang tuanya berjalan disepanjang koridor jalan dan dengan memamerkan senyum ceria
"pasti bahagia sekali dia" ucap Haura
tanpa sadar Haura mengeluarkan air mata ya, Haura tak perna merasakan itu. orang tuanya selalu saja sibuk, tak peduli dengan hidupnya, lama termenung, akhirnya Haura tersadar akibat bunyi klason mobil dari belakang
tin
tiinn
tiiinnn
Haura menghapus air matanya dan mengangkat kepalanya ketika dilihat Lampu sudah berubah menjadi hijau, Haurapun langsung melajukan mobilnya kembali...
tak butuh waktu lama, Haura sudah sampai di kediaman Ardian ...
"mamiii" teriak Haura
"ura" jawab mami Ardian kaget, mami langsung berjalan menujuh ke Haura dan memeluknya
"kapan sampai indo sayang" tanya mami Ardian
"tadi pagi Mii" jawab Haura, sambil melepas pelukan maminya
"kenapa baru kesini" tanya mami Ardian
"tadi Haura ketemu dulu sama mama dan suami barunya mi, kebetulan ada di indo jadi kita makan dulu. ehh ketika lagi makan ketemu bang Ardian, ya udah ura ikut sama bang Ardian mii" jelas Haura
"ya udah ayo, kita makan dulu. lalu kamu istirahat pasti kamu capek" perintah mami
"baik buk bos" jawab Haura sambil memberi hormat untuk upacara kepada mami Ardian
"ura-ura" jawab mami sambil tersenyum
💞💞💞
__ADS_1
🤗🤗🤗