
"loe ngak kreatif sal, masa terserah Mulu" ucap Jihan
"hahah" salsa tertawa mendengar jawab dari dari Jihan
"jadi gue harus ganti kata terserah ni, biar dibilang kereatif" tanya Salsa dengan sedikit menggoda Jihan
"iya. biar ngak bosan dengernya. hahahaha" jawab Fiza
"ya udah deh, entar diganti. kalo Nemu yang cocok" jawab Salsa
"itu kacang rebus ngak cocok sal" tanya Jihan menggoda Salsa
"ngak mau, ngak menarik" jawab Salsa
" yaa, yang menarik menurut loe cuma bapak Everest" ucap Fiza
" gitu-gitu loe juga maukan" goda Salsa
"haha, kok kita malah ngomongin bapak Ardian sih" ucap Jihan
"emang bapak Everest itu bapak Ardian ya" tanya Alia lugu
"hahaha, iya Al" jawab Fiza
"emang nama bapak Ardian itu, Ardian Everest" tanya Alia lugu dan binggung dengan percakapan teman-temannya
"haha, pintar sekali" jawab Salsa memuji Alia
"enggak Al, nama asli bapak Ardian itu Ardian Ray Aditama" jawab Jihan membenarkan
"loh kok beda, emang kita punya dua dosen yang namanya Ardian" tanya Alia polos
"hahaha, udah ngak usah di pikirin" jawab Salsa
"Alia mau makan apa" tanya Salsa
"makan batagor" jawab Alia
"ya udah yok kita beli" kata Salsa
"emang disini ada sal" tanya Alia. pasalnya mereka masih berada depan kelasnya
tanpa mereka sadari Ardian ada di belang mereka dan mendengarkan semua percakapan mereka
"enggak disini, entar didepan kita beli" jawab Salsa mengenai pertanyaan Alia
"tapi Alia harus langsung pulang, mama bilang ada keluarga di jauh mau kerumah" ucap Salsa
"keluarga jauh" ulang Salsa
"cie yang mau di lamar" jawab Jihan menggoda Alia
"enggak kok, Alia ngak lamaran" jawab Alia langsung membenarkan kesalah pahaman
"terus siapa" tanya Fiza
"kak ca yang mau lamaran" jawab Alia
"ohh, kiraii kamu Al" ucap Salsa
dan mereka berjalan meninggalkan kelas menujuh parkiran motor tanpa mengetahui keberadaan Ardian
mereka sibuk mengeluarkan motor dari parkiran, tiba-tiba Ardian melewati parkiran
"pak" sapa Jihan, Fiza dan Alia berbarengan sambil menundukkan kepalanya
Ardian hanya menganggukan kepalanya tanpa menjawab satu katapun, Ardian terus berjalan
"ehh pak Ardian dengar ngak, pas kita ngomongin dia" tanya Salsa takut ketika Ardian sudah lumayan jauh dari mereka
__ADS_1
"nahh loe" jawab Fiza
"ihhh Fiza, jangan nakut-nakutin auto E kalo bapak dengar" ucap Salsa cemas
"emang bapak kenapa" tanya Alia yang lugu dan polos tidak ketinggalan telat mikir juga
"bapak baik" jawab Jihan
"udah deh sal, sejak kapan brokoli menta bisa takut" tanya Jihan
"ehh bukan gitu, masalahnya ini bapak Ardian" jawab Salsa
"udah dehh, ngak sejahat itu bapak ngasih loe E, secarakan yang paling dekat dengan bapakkan loe" jawab Fiza
"tapi bapak itu ngak peduli itu" balas Salsa
"udah deh sal jangan panik, biasa aja" ucap Jihan
"nie anak kenapa sih, kok tiba-tiba takut begini" tanya Fiza
"semalam loe kejenot tiang listrik" sambung Fiza
"eehhh, Salsa kejedot tiang listrik, mana yang sakit sal. sini Al obatin" ucap Alia heboh
"udah gue ngak apa" jawab Salsa saat Alia mau memengang jidatnya
"tiang listrik mana yang berani jedotin Salsa" tanya Alia heran
Salsa, Jihan, dan Fiza menggelengkan kepalanya dan jengah terhadap sifat Fiza yang susah connect
"Alia, Salsa ngak kejedot tiang listrik, Fiza aja yang ngomongnya ngelantur" jawab Salsa
"iih, kok Fiza ngomongnya ngelantur. Fiza ngak tidur semalam" tanya Alia kepada Fiza
"udah-udah" lerai Jihan. jika tidak di lerai bisa-bisa sampe besok ngomong sama Alia yang ngak akan nyambung cepat, ngak bisa bedaiin mana yang becanda mana yang beneran, mana yang ngatain orang, mana yang fakta uuhh capek
"yok kita beli batagor" ucap Salsa
"Alia makannya di rumah aja sal" jawab Alia
"bolehkan sal" tanya Alia
"bolehkah Al" jawab Salsa
"jom pergi" ucap Salsa
"jommm" ucap Jihan
mereka pergi lalu membeli batagor, Alia pulang sedangkan Fiza, Salsa dan Jihan pergi kekosan Fiza
sampai di kosan Fiza, jihan buru-buru kekamar mandi
"sal, kamu ada hubungan apa sama pak Ardian" tanya Fiza ketika Jihan sudah pergi kekamar mandi
"ngak ada hubungan apa-apa" jawab Salsa yang masih sibuk membuka bungkus batagor dan memindahkan kedalam mangkok
"sal, ngak usah bohong. Loe ngak bakat" bantah Fiza. Salsa bukanlah orang yang mau berbohong, dan dia juga tak pandai dalam berbohong, Salsa orang yang cuek, dia tak memikirkan perasaan orang lain dia lebih senang bicara apa adanya dibandingkan berbohong demi melihat orang lain bahagia
"gue ngak bohong. emang loe berharap gue punya hubungan apa sama bapak" tanya Salsa sambil menaikan alisnya keatas dan kebawah dan tak lupa menampilkan senyum yang begitu menawan
"udah deh ngak usah bohong, loe kemaren ketokoh bukukan" tanya Fiza penuh selidik
"iya. emang kenapa" tanya Salsa cuek
"ketokoh bukunya ngak masalah, emang udah jadi kebiasaan loe nongkrong di tokoh buku-" ucap Fiza dipotong Salsa
"terus masalahnya dimana" tanya Salsa sambil menaikan alisnya
"masalahnya itu dengan siapa loe ke tokoh buku" jawab Fiza
__ADS_1
"ngak dengan siapa-siapa" jawab Salsa binggung, salsa takut ketahuan
"ngak usah ngelak" ucap Fiza
"apasih za" elak Salsa
"loe jalan sama pak Ardiankan kemaren" tanya Fiza penuh selidik
tiba-tiba Jihan berteriak
"kok punya gue belum ada mangkoknya" tanya Jihan
"biasanya juga langsung pake plastik" jawab Salsa masih sibuk menyiapkan makanan yang iya beli
"ini benaran ngak punya mangok atau piring" tanya Jihan
"punya, itu dibelakang" jawab Fiza
"oke" jawab Jihan
"tapi cuci sendiri" sambung Fiza
"hahahaha" Salsa tertawa melihat ekspresi Jihan ketika disuruh mencuci piring untuk dirinya sendiri
"za, loe kalo malas cuci piring, udah makan buang. besok gue temanin kepasar untuk beli piring baru" sindir Jihan kepada Fiza
"Entar gue karungin" jawab Salsa
"ehh enak aja, kalo loe ngak mau nyuci ya udah loe makan pake plastik, jangan ngasih ide-ide absurt loe itu" jawab Fiza
"nyuruh dibuang lagi. selagi barang yang masih bisa digunaain itu gunain, manfaatin, jangan main buang-buang karena alasan loe malas" sambung Fiza
"hahaha, baperan" ucap. Jihan kepada Fiza
"kita bercanda kok za, jangan masukin hati, masukin usus dua belas jari aja" jawab Salsa
"ngak sekalian keluarin dianus" timpal Jihan
"emang ngak ada ahlak loe pada" ucap Fiza
"loe sama" jawab Jihan santai
"iya. loe lebih ngak punya ahlak za, ngak usah ngak ngaku, entar dosa Loe muncul di belakang loe" sambung Salsa
"gue belajar dari loe pada" jawab Fiza ngegas
"selow broo" ucap Jihan
"bagus, berguru yang baik kepada kami ini" jawab Salsa
merekapun tertawa setelah percakapan itu, tak ada sakit hati diantara mereka. mereka selalu begitu, tak peduli berapa tajamnya kata-kata dari temannya dia selalu bisa menerima.
"guys, Kenzo sama Raka mana" tanya Fiza
"biasa...
.
.
.
.
.
jangan lupa like, commen and vote guys
selamat membaca
__ADS_1
terimah kasih yang sudah menyempatkan waktunya untuk membaca
🤗🤗🤗