Dosen Everest, I Love You

Dosen Everest, I Love You
kepedulian


__ADS_3

"guys, Kenzo sama Raka mana" tanya Fiza


"biasa, pasti ngapelin pacar mereka" jawab Jihan


"padahal anggur lebih enak" ucap Salsa


"hahaha, tapi dianggurin lebih pahit rasanya" celetuk Fiza


"sejak kapan anggur punya rasa pahit" tanya Salsa seolah-olah tidak tau


"sejak dia bersama yang lain dan meninggalkan kita" jawab Jihan


"hahaha, kalian ngak diapelin" tanya Salsa


"cie yang udah mulai dianggurin" sambung Salsa sambil mengangkat satu alisnya dan tersenyum menggoda


"apaan sih Sal, mulai ngelantur loe ngomongnya" jawab Fiza


"kayak loe punya pacar aja" sambung Jihan


"ehh iya sal, loe ada hubungan apa sama pak Ardian, mahluk Everest itu" tanya Jihan


"cuma penanggung jawab mata kuliah bapak aja" jawab Salsa santai


"ingat ya sal, jangan sampai loe hubungan sama itu bapak, bisa-bisa hidup loe kelar sama fans panatiknya mahluk Everest itu" ucap Fiza mengingatkan Salsa


"kalo bisa loe ngak usah deket-deket sama bapak sal" sambung Jihan


"udah loe pada ngak usah khawatir, gue baik-baik aja" jawab Salsa


"sal, loe jangan ngegampanggin gitu banyak orang yang iri sama loe" ucap Fiza


"ngiri?, ya udah gue nganan aja" jawab Salsa santai sambil memakan batagornya

__ADS_1


"ehh brokoli mentah, sesekali otak loe gunain kalo lagi ngomong sama kita" ucap Jihan emosi


"iya nih, loe mah sal" sambung Fiza


"gue tau loe pada itu khawatir sama gue, loe pada peduli sama gue, tapi gue ngak mau loe pada kepikiran amah gue, makanya gue ngegampanggin, gue ngak mau jadi beban di hidup loe pada" jawab Salsa


"gue tau kok loe pada punya masalah masing-masing. loe za gue tau loe lagi ngak baik-baik aja sama pacar loe, pacar kayak emperan pasar gitu aja loe pusingin masak gue tegah nambahin pikiran loe" sambung Salsa sambil menunjuk kearah Fiza


"dan loe Han, gue tau loe punya masalah sama keluarga loe, loe ngak perlu cerita sama gue, gue tau masalah loe, dan yang Loe harus tau, dengan cerita loe bisa lebih tenang loe bisa lebih rileks, jadi loe ngak usah mendam masalah loe, gue ngak mau loe pada terbebani sama masalah gue" lanjut Salsa sambil menunjuk kearah Jihan dan mengabaikan batagornya


"loe pada punya masalah hidup masing-masing, loe pada punya kehidupan masing-masing, gue udah besar udah bisa ngurus hidup gue sendiri, gue bukan ngak mau loe pada ngurusin hidup gue, tapi masalah loe pada juga harus diurusin" sambung Salsa


"sal, loe tau dari mana masalah gue" tanya Jihan


"gue ngak kenal loe kemarin dan hari ini kita pada temenan, kita udah lama temanan, loe pada udah gue anggap saudara, gue emang orang yang cuek terkesan ngak peduli sama hidup orang tapi gue sering ngamatin hidup loe pada, loe pada aja yang ngak tau, gue cuma ngak mau ngomong, gue pikir loe pada bakalan cerita sama gue, mungkin ini belum waktunya Loe pada cerita sama gue, mungkin masih sakit loe harus cerita ke gue, makanya gue diemin aja, loe pada kalo mau cerita, cerita aja gue siap dengerin kok" jawab Salsa sambil melihat Jihan dan Fiza satu persatu, Salsa sangat bisa mengerti berada di posisi mereka


"gue cuek, gue tau gue cuek, itu bukan mau gue, gue udah berusaha untuk ngak cuek, tapi gue ngak bisa, gue ngak bisa peduli sama orang, interaksi sosial gue minus, gue kadang mau nanya Samo loe pada, tapi gue mikir ini berhak ngak gue tanyain, gue takut itu privasi kalian, gue takut kalian bilang gue sok peduli" sambung Salsa


"sepeduli-pedulinya gue, loe pada pasti ngomong gue cuma penasaran. gue ngak ngerti gimana caranya peduli sama orang" lanjut Salsa sambil menunduk


Salsa tidak perna peduli sama orang lain, Salsa merasa orang tak perna peduli dengannya mungkin itu aturan hidup pikir Salsa, dari kecil orang tua Salsa selalu sibuk dengan pekerjaannya, Salsa tidak diperhatikan, Abang Salsa yang bernama Alpian juga sibuk, dia mengubur dari dalam lautan buku dan belajar agar dia tak berpikir orang-orang tak peduli kepada dia.


Abang salsa perna bilang, kita boleh kecewa sama orang, boleh marah boleh benci, tapi jangan kita lakukan yang sama kepada orang itu, cukup cuekin aja dan pamerkan hasil dari kerja keras kita, itu selalu tertanam di hati dan pikiran Salsa.


Salsa menangis ketika seluruh teman-temannya dihadiri orang tua mereka dalam acara sekolah, hanya Salsa yang tidak ada orang tuanya, bukan karena telah meninggal tapi orang tua Salsa sibuk dengan pekerjaannya, salsa menangis tersedu-sedu di dalam kamar akibat Salsa dibilang teman-temannya bahwa Salsa bukan anak orang tuanya sehingga orang tuanya tidak peduli dengannya.


Alpian melewati kamar Salsa ketika sudah mengambil minuman nya dari dapur menujuh kamarnya, Alpian berhenti akibat mendengar suara tangisan dan dia mencari sumber suara, ketika dilihat yang menangis ialah Salsa


"dek" ucap Alpian sedikit mendorong pintu yang tidak terkunci dan sedikit tertutup


"ehh Abang" jawab Salsa sambil menghapus air matanya


"kenapa hmm" tanya Alpian sambil duduk disebelah salsa dan mengelus puncak kepala Salsa

__ADS_1


"ngak apa-apa bang" jawab Salsa mengelak


"Abang ngak marah, emang adek punya masalah apa" tanya Alpian lembut dan terus mengelus-elus kepala Salsa


"bang emang benar adek bukan anak mami sama papi" tanya Salsa yang tanpa ia bisa tahan air matanya tumpah dan mengalir bebas di pipinya


"siapa yang bilang gitu" jawab Alpian langsung membawak Salsa dalam pelukannya sambil mengelus kepala Salsa


"adek anak mami sama papi, mami sama papi emang gitu dek, dia lebih memilih pekerjaan, adek jangan didengerin omongan kawan-kawan adek, adek ngak usah peduliin, hidup ngak usah ngurusin hidup orang dek" sambung Alpian sambil terus mengelus kepala Salsa, Alpian tau benar bagaimana Salsa sekarang dia pernah merasakan dulu hingga sekarang dia disulap menjadi orang yang tak kenal lingkungan sosial akibat keluarganya


"tapi bang-" protes Salsa, tapi terhenti oleh Alpian


"hutss" Alpian sambil menempelkan jari telunjuknya ke bibir Salsa


"adek belajar aja yang rajin, sibukin diri sama belajar, banyakin ilmu, ngak usah dengerin omongan orang, kita punya kehidupan masing-masing, dan orang-orang ngak perna tau kehidupan kita, adek cukup jadi pintar. mau mami dan papi datang atau tidak di acara pengambilan hasil belajar, Adek harus tetap jadi orang yang pintar, biar nanti ketika adek besar adek ngak perlu sibuk kerja, karena adek udah punya kepintaran" jawab Alpian menenangkan Salsa


"kalo adek pintar adek pisah buat orang-orang bekerja sama adek, adek ngak perlu repot-repot kerja keras, ingat ya dek, harta bukan segalanya. jadi miskin itu ngak salah, jadi adek ngak perlu banting tulang buat cari duit banyak-banyak, cukup adek jadi pintar dan berpendidikan itu sudah cukup dek, kalo mau cari uang ngak akan ada habisnya, cukup untuk makan udah, ngak perlu kaya raxa kalo akhirnya tak peduli sama orang yang kita sayang" lanjut Alpian menasehati Salsa


"tapi adek ngak pintar bang, adek bodoh bang" ucap Salsa


"hutss..


.


.


.


.


.


jangan lupa vote, commen and like guys

__ADS_1


🤗🤗🤗


__ADS_2