Dosen Everest, I Love You

Dosen Everest, I Love You
dosen pengganti


__ADS_3

💞💞💞


🤗🤗🤗


Salsa dan teman-teman kini berada di depan kelasnya, mereka berada di depan ruangan, menikmati semilir angin dari hiruk-pikuk udara kampus tercinta


Mereka menepati kelas di lantai satu, dari awal masuk sampai sekarang dia masih menepati kelas yang sama, bukan tanpa sebab tapi karena mereka adalah mahasiswa-mahasiswa pilihan, mahasiswa-mahasiswa unggulan, jadi tak heran jika mereka disedia kelas khusus dengan fasilitas khusus pula


Sebenarnya kawan-kawan Salsa bukanlah orang bodoh.


mereka juga pintar tapi kepintaran mereka jauh dibawah Salsa, Salsa memang sangat pintar, tak perlu waktu lama untuk dia memahami pelajaran, wajar saja karena dulu Salsa bercita-cita menjadi seorang ilmuan, jangan ditanya tentang kemapuan Salsa menganalisis sesuatu. tak bisa diragukan lagi, tapi takdir seperti berhianat dengan pilihan Salsa, Salsa harus merelakan cita-cita dan mengikuti keinginan orang tuanya...


Salsa bukanlah orang yang tak kenal sopab santun, tapi dia sudah muak dengan itu semua, dia selalu di percundangi dengan etika tetapi selalu di hajar dengan kekecewaan, keluarga inti hingga keluarga besar seakan-akan menyudutkan Salsa atas cita-citanya


Salsa adalah Mahasiswa jurusan hukum, yang cantik tapi sayang salsa sangat minus untuk urusan mempercantik diri, salsa wanita sederhana yang pintar, tapi sayang Salsa tak mudah bergaul dengan orang baru apa lagi suka berbicara banyak, salsa sangat irit dengan suara, dia enggan mengeluarkan suara jika itu memang tidak penting.


jarang sekali orang-orang bisa mendengar suara Salsa, kecuali teman dekat Salsa.


Sampai- sampai dikelas saja Salsa sangat Jarang sekali mengeluarkan semua pemikiran otaknya kemuka umum beda sekali dengan teman-temannya yang bisa bersuara dan mengeluarkan isi otaknya


13.30


Semua teman-teman Salsa masuk kedalam kelas, bukan karena ada dosen tapi perkulihan akan dimulai sebentar lagi, Salsa adalah mahasiswa unggulan yang sering dilabeli dengan internasional


Yaa kelas salsa adalah kelas internasional, kumpulan mahaswa hukum yang pintar pada tahunnya, wajah-wajah mereka sangat jarang sekali dilihat berkeliaran di sepanjang gedung perkuliahan, maklum anak internasional dosen-dosennya pilihan semua, jadi jangan harap bisa ada jam kosong di kelas itu


"Sal, udah nge-WA-in ibu belum, masuk ngak hari ini" tanya salah satu teman kelas Salsa


"Ngak tau tanya aja ama komting, gue ngak ngehubingin ibu, males" jawab Salsa asal


"Yee kirain loe yang hubungin, gue mah rada ngak percaya kalo info dari yang lain ngak aqurat" keluh salah satu teman kelas Salsa


" Udah, tunggu aja" jawab Salsa singkat


"Ehh guyss, dengerin. Ibu patrika ngak masuk dia udah pindah ke provinsi semberang, jadi hari ini kita ngelas sama dosen penganti ibu patrika, tiga puluh menit lagi itu dosen sampe kekelas" jelas salah satu teman kelas salsa (Tiara)


"Ohh" jawab teman kelas Salsa termasuk Salsa serentak


Aneh kok pada jawab oh semua, ngak mau tau gitu siapa dosen pengantinya ucap tiara dalam hati .


Tiara adalah Mahasiswa pendatang dari kelas sebelah, wajar jika belum hapal watak dan sifat anak internasional.

__ADS_1


Tiara, Shopia dan Adip Anak kelas lain yang ditarik kekelas internasional karena IPK-nya tinggi dan kebetulan ada tiga orang anak internasional yang udah ngak kuliah lagi. Tiara, Shopia dan Adip masih harus belajar banyak tentang kelas internasional ini.


semua penghuni kelas atau penduduk asli kelas internasional ini sangat tidak peduli dengan hal yang tidak penting, jarang bicara dan cenderung mengelompok, yaa mereka membuat kelompok sendiri didalam kelas, bukan untuk melabeli diri atau tak mau berbaur, tapi itulah mereka.


Meski mereka berkelompok, mereka tidak perna ribut antar satu kelompok ke kelompok lain, dan jika kelas sudah dimulai mereka semua menyatu tanpa mengelompokkan diri, semua kembali satu yaitu kelas internasional.


---Tiga puluh menit berlalu---


Seorang dosen masuk ke ruang kelas dengan gagah


Ketika dosen tersebut masuk aura mencekam sudah mulai dirasakan harusnya, tapi tidak dirasakan oleh Salsa dan teman-temannya kecuali tiga penduduk pendatang yang baru bergabung ke kelas internasional, Salsa dan teman-temannya sudah biasa mendapati dosen killer, bak setan dan malaikan pencabut nyawa, mereka selalu mendapatkan dosen seperti itu, malahan hampir seluruh mata kuliah mereka mendapat dosen yang tak memberi toleransi atas apapun itu


"Selamat siang" ucap dosen itu dengan angkuh dan tak bersahabat


"Selamat Siang pak" jawab mahasiswa


" Baiklah saya akan menggantikan ibu Patrika untuk mengajar kalian" ucap dosen tersebut


"Bisa kita mulai pelajarannya" lanjut dosen tersebut


"Janganlah pak, kenalan dulu, masa langsung belajar pak" jawab salah satu mahasiswa yang terkenal dengan kecantikannya


"Iya ngak jauh kalo pake mobil"


"Itu mah jauh"


"Ngak bisa ngukur ni bapak"


"Beda jauh defenisi jauh dan dekat versi kita sama bapak"


Rius jawaban dari anak kelas internasional tersebut


"Ada yang ingin ditanyakan lagi" sambung Ardian


"Umur pak" tanya Yessa


" 28" jawab Ardian Singkat


"Wah masih muda sangat"


"Bisa ni di masukin kelist tujuan hidup"

__ADS_1


"Masih ada peluang"


Begitulah kira-kira respon dari mahasiswa


"Saya rasa sudah cukup perkenalannya, baik kita mulai kuliahnya" ucap Ardian


mengintruksi mahasiswanya dan seketika suasana menjadi diam dan sunyi seperti tak berpenghuni


Kuliahpun dimulai, Ardian memberikan kuliah dengan cepat dan terarah


Jam terus berputar, melewati detik tiap detik dan selalu begitu, tak terasa kelas sudah di penghujung waktu


"Baiklah sebulum saya akhiri perkulihan hari ini siapa yang bersedia menjadi penanggung jawab Mata kuliah saya" tanya Ardian Kepada mahasiswa kelas internasional


"Siapa ni"


"Siapa yang mau"


"Loe aja kenapa"


"Loe aja"


Begitu lah sambutan dari anak-anak kelas internasional menanggapi pertanyaan dari Ardian


" Siapa yang mau" tanya Ardian Sekali lagi


Tiara mengangkat tangan


"Saya pak" ucap Tiara dan berhasil mencuri perhatian seluruh penghuni kelas, sekarang satu kelas menatap kearah Tiara


"Baiklah kau yang jadi pj (penanggung jawab) saya, setelah ini ikut keruangan saya" jelas Ardian Kepada Tiara


"Baiklah jika tidak ada lagi yang ingin ditanyakan lagi, saya akhiri, selamat siang" ucap Ardian Langsung meninggalkan kelas.


Kelas telah di bubarkan, semua mahasiswa berhamburan keluar


Salsa dan teman-temannya berencana untuk pulang ke kosan masing-masing, karena tak ada lagi perkuliahan, hari sangat melelahkan


💞💞💞


🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2