Dosen Everest, I Love You

Dosen Everest, I Love You
fun city


__ADS_3

Salsa tidak jadi bertemu dengan orang tua Ardian setelah beberapa drama Salsa perankan, dan sekarang Ardian dan Salsa berada di tempat favorit Salsa


flashback on


"pak, ngak usah ya ketemu sama orang tua bapak" rengek Salsa agar tak bertemu dengan orang tua Ardian


"kenapa?" tanya Ardian


"aku sakit pak" jawab Salsa berbohong


"sakit apa?" tanya Ardian


"perut aku sakit pak, badan aku panas" ucap Salsa berbohong sambil berpura-pura sakit yang di buat-buat


"udah ngak usah drama" ucap Ardian


"ihh, tapi aku ngak mau ketemu orang tua bapak" ucap Salsa


"kenapa?" tanya Ardian


"pokonya ngak mau pak" ucap Salsa dan tiba-tiba Salsa mengeluarkan air mata yang tidak tau sebabnya


"iya, iya ngak jadi, ngak usah nangis" ucap Ardian


"udah nangisnya" ucap Ardian lagi


dan salsa hanya mengangguk tanpa berhenti menangis


"sal, udah nangisnya ya. oke ngak jadi kerumah saya" ucap Ardian menenangkan Salsa


"udah oke" ucap Ardian lagi sambil melihat kearah Salsa


"jadi kita mau kemana" tanya Ardian tapi tak dihiraukanoleh Salsa


"sal" panggil Ardian


"iya" jawab Salsa


"udah ngak usah nangis lagi, kita mau kemana?" tanya Ardian


"fun city" ucap Salsa


"ya udah" jawab Ardian


"beneran pak?" tanya Salsa


"iya" jawab Ardian dan seketika itu senyum terbit wajah Salsa


flashback off


Ardian sempat ingin menolak untuk datang kesini karena Ardian tau pada akhirnya dia akan di abaikan.


Ardian mengikuti jalan Salsa yang sudah berada didepannya, setelah menukarkan koin di tempat penukaran koin, Salsa begitu semangat untuk menghabiskan koin-koin yang telah ditularkannya pada berbagai macam permainan yang ada, dan tempat favorit Salsa adalah fun city.

__ADS_1


setelah insiden di bandara waktu itu Ardian dan Salsa menjadi semakin dekat dan setelah Ardian mengantarkan Salsa pulang ke kosnya, Ardian memberi nomer handphone kepada Salsa, dan satu Minggu Ardian di USA membuat hubungan keduanya semakin dekat, dan sekarang Ardian lagi menuruti kemauan Salsa.


"pak" panggil Salsa


"kenapa" jawab Ardian


"kita kesebelah sana ya pak, mau main itu" ucap Salsa antusias sambil menunjuk permainan yang dia inginkan


"hmm" jawab Ardian


"yeeee" teriak Salsa senang


Salsa berkali-kali memasukan koin dan tak sedikit Salsa mendapat jackpot, yang membuat Salsa semakin tertawa bahagia, dan Ardian hanya melihat tingkah Salsa yang sedang bermain tower Crane dan menikmati tawa yang Salsa pancarkan.


"pak ya udah yok, kita main yang lain lagi" ucap Salsa setelah mengambil semua tiket yang dia dapatkan


"ayok" ucap Ardian


"pak" panggil Salsa


"iya" jawab Ardian


"main itu ya pak?" tanya Salsa kepada Ardian sambil menunjuk kearah mainan yang ingin dia mainkan


"main apa?" tanya Ardian kembali, karena Ardian tidak mengerti mainan apa yang ingin Salsa mainkan


"itu loh pak, itu" ucap Salsa sambil menunjuk kearah permainan yang dia inginkan


"yang mana?" tanya Ardian


"kamu main apa? namanya apa?" tanya Ardian sambil menenangkan Salsa yang mulai kesal


"ihhh, itu pak, western dream itu loh pak" jawab Salsa sambil menunjuk kearah mainan yang dia ingin mainkan


"oh, ya udah. ayok" jawab Ardian


"yeee" seru Salsa


"habis koin kita pulang, ngak ada tambah-tambah lagi" ucap Ardian memperingati Salsa


"oke. siap pak" jawab Salsa sambil membentuk isyarat oke menggunakan tangannya


Salsa dan Ardian sudah berada didepan permainan tersebut, dan Salsa sudah mencoba beberapa kali.


"ihhh, kok ngak banyak-banyak sih dapat tiketnya" ucap Salsa kesal karena di belum mendapatkan tiket yang banyak untuk permainan ini


"sabar, coba hati-hati mainnya, terus pake hati" ucap Ardian


"tapi ini ngak bisa-bisa pak" jawab Salsa


"coba lagi, jangan cepat menyerah" ucap Ardian mengsuport Salsa


"tapi ini udah dicoba berkali-kali, tetep aja ngak bisa" jawab Salsa dengan sedikit frustasi

__ADS_1


"coba aja lagi" ucap Ardian


"hmm, iya" jawab Salsa sambil menekuk mukanya


"ngak usah gitu mukanya, jelek" ledek Ardian


"ihh, bapak!" jawab Salsa kesal


"apa?. udah cepat habisin koinnya, terus kita makan" ucap Ardian sambil mengelus kepala Salsa


"tapi ngak bisa-bisa" ucap Salsa


"coba aja lagi, siapa tau berhasil" jawab Ardian meyakinkan Salsa


" iya" jawab Salsa


sudah beberapa koin Salsa masukkan, tapi hasilnya tetap saja sama, Salsa hanya mendapatkan 8-20 tiket, dan tersisalah satu koin terakhir.


ketika Salsa memasukan koin terakhir, dan jeng-jeng-jengggggg, Salsa berhasil mendapat 100 tiket


"yeee, akhirnya bisa pak" ucap Salsa bahagia


"makanya jangan mudah menyerah" ucap Ardian


"iy pak, tapi koinnya habis" ucap Salsa


"udah ngak ada beli koin lagi. ayok tukar tiketnya" jawab Ardian


"yahh, sekali lagi pak, janji" ucap Salsa sambil mengangkat tanggan membentuk huruf V


"enggak Salsa, ini udah sore" jawab Ardian


"kan belum sore banget pak" jawab Salsa


"enggak" jawab Ardian


"pak" rengek Salsa


"udah, lain kali kita main lagi" ucap Ardian


"janji ya pak?" ucap Salsa


"iya" jawab Ardian


Ardian dan Salsa menukarkan tiket-tiketnya dengan sebuah boneka beruang yang cukup besar.


happy reading guys..


jangan bosan-bosan ya baca cerita aku...


jangan lupa vote, like dan komen...


terimah kasih

__ADS_1


😍😍🤗🤗🤗


__ADS_2