
🤗🤗🤗
Ardian kini berada dikampus, menatap labtop dan berkutat dengan kertas-kertas, Ardian masih fokus sampai suara keributan terdengar diluar ruangan Ardian
karena Marasa terganggu akhirnya Ardian keluar dna melihat siapa yang melihat keributan
"kenapa kalian buat keributan disini" ucap Ardian ketika melihat perkumpulan mahasiswa di depan kelasnya
mendengarkan ucapan Ardian sebagian mahasiswa langsung melihat kesumber suara dan menarik diri dari perkumpulan itu, lalu memperlihatkan dua orang yang sedang dipenuhi amarah
"kalian berdua kenapa" tanya Ardian
"ini pak, jadi kakak tingkat songong amat" jawab Ririn adek tingkat Salsa sambil menunjuk Salsa
"loe apain sih, loe yang songong nuduh gue" pembelaan Salsa sambil menatap sinis ke Ririn
"sudah, semuanya bubar, dan kalian berdua keruangan saya" ucap Ardian membubarkan perkumpulan itu lalu masuk kedalam ruangannya
Ririn dan Salsa masuk keruangan Ardian tanpa beriringan, Salsa masuk terlebih dahulu dibandingkan Ririn
Salsa dan Ririn sudah berada diruangan Ardian dan berada di depan Ardian
"kalian ngapai buat keributan diluar" tanya Ardian
"ini pak dia duluan" jawab Ririn
"ehh, apaan loe duluan yang mulai" sanggah Salsa
"loe yang duluan" ucap Ririn
"sudah, apa masalahnya" tanya Ardian
"dia pak yang duluan" jawab Ririn
"diam, saya ngak butuh jawab siapa yang duluan" ucap Ardian
"Salsa apa masalahnya" tanya Ardian
"ini pak, tadi saya lagi lewat depan prodi pak, terus dipanggil sama kating, namanya Farhan pak, ehh tiba-tiba dia langsung dorong-dorong saya waktu di depan ruangan bapak" jelas Salsa
"benar begitu" tanya Ardian kepada Ririn, Ardian tidak menyebutkan namaya, soalnya Ardian tidak tau siapa Ririn, mahasiswa jurusan apa dan semester berapa
"enggak begitu pak" jawab Ririn sedikit berteriak
"lalu" jawab Ardian acuh, sebenarnya Ardian malas meladeni mahasiswa seperti Ririn, tak tau sopan santun dan tak punya otak pula, melihat dari penampilannya Ririn pasti anak orang kaya, dan membuat dia semakin semena-mena
"dia pak yang duluan" jawab Ririn
"saya tidak bertanya siapa yang duluan, yang saya tanya apa masalahnya" ucap Ardian sedikit membentak. Ardian sudah tau kalau Ririnlah yang salah bukan salsa, pasalnya Riri. dari tadi hanya mencoba mengelabuhi Ardian tanpa memberi alasan dari masalah atau kronologi kejadian
"ehh, itu- pak" jawab Ririn binggung dan ketakutan
Ardian hanya menatap Ririn dengan tatapan tajam, sedangkan Salsa langsung ketakutan melihat tatapan Ardian pada Ririn
"apa" bentak Ardian
mendengar Ardian membentaknya Ririnpun menjadi emosi
__ADS_1
"bapak jangan sombong ya disini, bapak hanya dosen disini, ngak punya hak apa-apa, bapak belum tau saja siapa saya" Jawab Ririn dengan wajah emosinya
"oh yaa, silahkan keluarkan saya dari kampus ini, jika anda bisa" tantang Ardian
"dengan mudah saya akan mengeluarkan ada dari kampus ini, anda hanya Seorang dosen biasa" jawab Ririn dengan kesombongannya
"silahkan" jawab Ardian singkat
Ririnpun langsung meninggalkan ruangan Ardian dan membanting pintu
"pak" panggil Ririn ketika melihat Ardian masih diserbuh emosi
Ardian hanya melihat kearah salsa tanpa berkata apapun
"maafin saya ya pak, karena saya bapak harus berurusan sama Ririn" ucap Salsa
"ngak perlu minta maaf" jawab Ardian sambil menetralkan emosinya
"tapi pak Ririn, termasuk anak orang yang berpengaruh dikampus ini, bagaimana jika bapak benar-benar dikeluarkan pak" tanya Salsa
"sudahlah, tidak usah dipikirkan" jawab Ardian
"Salsa minta maaf ya pak" ucap Salsa
"kamu ngak usah minta maaf, saya juga dalam waktu dekat sudah tidak mengajar disini" jelas Ardian
"loh kok bapak ngak ngajar lagi disini pak" tanya Salsa
"nanti Salsa bilang sama papa Salsa deh pak, biar saya bapak ngak dikeluarin" sambung Salsa
Ardian tersenyum dan menjawab "ngak perlu"
"karen-" ucapan Ardian terpotong akibat bantingan pintu ynag dibuka secara kasar
setelah pintu dibuka menapilkan sosok Ririn yang masih diselimuti amarah
"pecat dia pih" ucap Ririn menunjuk ke arah Ardian
seketika papi Karin masuk. papi Karin bernama Padil seorang wakil rektor di kampus mereka, dan melihat kearah Salsa dan Ardian
"om Padil" ucap Salsa heran
"Salsa" bala Padil heran
"iya om, ini salsa" jawab Salsa
"kamu kuliah disini nak" tanya Padil
"iya om, Salsa kuliah disini" jawab Salsa
"bukannya kamu sekolah dia Australia nak" tanya Padil
"itu SMA om, kuliah kembali keindo" jawab salsa
"lah kok gitu" tanya Padil
"mami sakit om waktu itu om, oma juga minta Salsa kuliah di indo, Abang Rama juga ngak di Australia lagi om, jadi ya Salsa balik indo om" jawab Salsa sedih
__ADS_1
"sudah ngak usah sedih, Abang Rama dimana sekarang" tanya Padil
" di USA om" jawab Salsa
belum sempat Padil menjawab Ririn bersuara
"pih, kok papi kenal sama dia si pih, dia itu yang tadi songong sama Ririn pih" ucap Ririn sambil menunjuk kearah Salsa
"dan dosen itu dipecat pih" ucap Ririn kembali sambil menunjuk kearah Ardian
padil yang mendengarnya langsung melihat kearah Ardian dan kaget
"pak Ardian" ucap Padil
"iya pak Padil, ada keperluan apa anda kesini pak" tanya Ardian
"ngak usah sok baik loe, depan papi. ngak ngaruh loe juga akan dipecat" ucap Ririn sombong
"diam" bentak Padil kepada Ririn
Ririnpun diam dan pergi seketika sesudah papinya membentaknya, ini untuk pertama kalinya Ririn di bentak, dia selalu dimanja dan disayang, jadi tak usah heran jika sikapnya begitu
"maaf pak atas kelancangan anak saya" ucap Padil sambil menundukkan kepalanya
"sudahlah pak padil, Tidka perlu merasa bersalah, pak padil hanya perlu mengingatkan dia, dan satu lagi pak, agar dia merasa jerah dengan perbuatannya, tolong bapak keluarkan surat untuk merumahkan dia selama seminggu" ucap Ardian
"baik pak" jawab Padil
"dan untuk nak Salsa om minta maaf ya nak Salsa" ucap Padil kepada Salsa
"ngak apa-apa kok om, mungkin Salsa juga salah, maafin Salsa ya om" ucap Salsa
" tidak nak, om tau Salsa, Salsa orangnya ngak akan menggangu orang jika tidak diganggu" ucap Padil
" jadi om minta maaf atas kelancangan Ririn" sambung Padil
"iya om Salsa maafin" ucap Salsa
"terimah kasih nak" ucap Padil
"sama-sama om, oh iya om Tante Rina dimana om, Salsa pengen ketemu, udah lama Salsa ngak ketemu Tanta Rina om" ucap Salsa
"Tante Rina sudah dipanggil yang kuasa nak" jawab Padil dan bersedih
"ehh om, Salsa tidak tahu, maaf ya om" ucap salsa panik ketika melihat om Padil sedih
"ngak apa-apa" jawab Padil
"semoga Tante tenang di alam sana om" ucap Salsa
"aamiin" jawab Padil dan Ardian
"om pergi dulu ya sal" ucap Padil kepada Salsa
"permisi pak" ucap padil kepada Ardian
" iya om" jawab salsa dan Ardian hanya menganggukan kepalanya saja
__ADS_1
🤗🤗🤣