
💞💞💞
🤗🤗🤗
jarak rumah Ardian dari kampus cukup jauh membutuhkan waktu yang cukup lama untuk sampai dirumahnya, tak terasa waktu sudah menujuh malam, suara azan Magrib berkumandang merdu masuk ke dalam pendengaran Ardian, tak jauh dari tempatnya, Ardian melihat ada sebuah masjid, Ardian melajukan mobilnya dan melaksanakan shalat magrib disana..
selesai melakukan kewajibannya Ardian melajukan mobilnya ke rumah orang tuanya, Ardian memasuki pekarangan rumah dan memarkirkan mobilnya...
"assalamualaikum" ucap Ardian memasuki rumah
"wa'alaikum salam" jawab mami dan Haura barengan
Ardian menyalami tanggan maminya dan berjalan pergi menuju kamarnya yang ada dikamar atas..
belum Ardian melangkah menaiki tangga mami Ardian memanggilnya
"Ardian, sudah mandi nanti turun ya, kita makan bersama" ucap mami
"iya mi" jawab Ardian dan langsung menaiki anak tangga
cklek..
pintu kamar Ardian dibuka ...
Ardian menepatkan tasnya di posisinya begitupun sepatu dan peralatan lain, Ardian lalu melangkah ke kamar mandi dan menyelesaikan ritual mandinya...
tubuh Ardian sudah segar, Ardian sudah mengenakan baju santai dan duduk di depan labtopnya...
tok...
tok...
tok..
"bang, bang" panggil Haura dari luar kamar
"kenapa" jawab Ardian yang tak juga membuka pintu kamarnya
"ayo makan" ucap Haura
"iya" jawab Ardian
"ardiiiiannnn" teriak Haura
tak mau mendengar teriakan Haura lebih lama lagi Ardian langsung membuka pintu kamarnya
"duluan saja" ucap Ardian kepada Haura
"enggak, ayo. kita makan bersama" perintah Haura sambil menarik lengan baju Ardian.
"ehh, iya-iya" jawab Ardian melepaskan tarikan Haura dari bajunya dan menutup pintu kamarnya
Haura dan Ardian berjalan menuruni anak tangga, mami Ardian yang melihatnyapun tersenyum
" ayo nak, kita makan bersama" ucap mami Ardian
" iya mii" jawab Ardian
Ardian melihat keselilingnya, dia tak menemukan papinya lalu Ardian bertanya
"papi mana mii" tanya Ardian
"papi ada di ruang kerjanya, sebentar papi panggilkan" jawab mami Ardian
"ngak usah mii, biar Ardian aja yang manggil papi" ucap Ardian
lalu Ardian berjalan pergi meninggalkan Haura dan maminya di meja makan dan berjalan keruang kerja papinya
tok..
tok...
tok..
"masuk" ucap papi Ardian
__ADS_1
cklek..
Ardian membuka pintu ruang kerja papinya dan berjalan masuk
"ada apa nak" tanya papi Ardian
"udah waktunya makan malam, ayo makan pii" jawab Ardian
"papi mau bicara sebentar sama kamu" ucap papi Ardian
Ardian hanya mengangguk
"ayo duduk disitu" ucap papi Ardian sambil menunjuk kearah sopa yang ada diruangan itu, Ardian hanya mengikuti perintah papinya
setelah mereka berdua duduk papi Ardian mulai bicara
"kamu yakin mau ngelanjutin S3 kamu" tanya papi Ardian
"iya pii, lagian Ardian hanya menunggu beberapa tahun lagi untuk menyelesaikannya, rugi kalo ngak dilanjutin pii" jawab Ardian
"tapi kampus butuh kamu nak" ucap papi Ardian
"Ardian akan tetap mengajar di kampus selama Ardian masih di indo pii" jelas Ardian
"kenapa kamu tak melanjutkan S3 kamu disini saja nak, ngak usah disana" ucap papi Ardian
"disana Ardian sudah memulainya pii, tinggal ngelanjutin ya saja, kalau Ardian disini bearti Ardian harus mengulang dari awal pii" jelas Ardian
"perusahan juga butuh kamu Ardian, apakah kamu tak mau menggantikan papi nak" tanya papi Ardian
"biarkan keponakan papi saja yang ngelanjutin perusahaann pii, mereka lebih berkompeten dalam bidang itu pii, Ardian juga punya bisnis sendiri pii" jawab Ardian
"ya sudah, kalo itu pilihanmu. papi do'akan semoga jalanmu dipermudah" ucap papi Ardian
"aamiin" jawab Ardian
"ya sudah ayo kita makan, mamimu dan Haura pasti sudah menunggu" ucap papi Ardian
"iya pii" jawab Ardian
" ayo kita makan" ucap mami ketika Ardian dan papinya sudah sampai di meja makan
"ayo" ucap Haura antusias
mereka makan dalam diam, Sampai Haura membuka suara memecah keheningan
"tadi Haura mampir ke kampus loh pii" ucap Haura
"oh yaa, ngapain" tanya papi
"lihat Abang Ardian pacaran pii" jawab Haura santai
mendengar jawaban Haura papi Ardian kaget
uhukk
uhukk
uhukk
mami yang melihat itu langsung memberikan minum kepada papi Ardian
"diminum dulu pii" ucap mami
sedangkan Ardian hanya menatap tajam ke arah Haura, yang ditatap biasa aja tak ada rasa takut sama sekali
setelah selesai meminum minuman yang diberikan mami, papi Ardian berucap
"pacaran" kata papi
"iya pii" jawab Haura
dan mami hanya tersenyum melihat Haura yang menggoda Ardian
"kamu sudah punya pacar nak, kapan kenalin ke papi sama mami" tanya papi Ardian kepada Ardian
__ADS_1
"ngak usah dengerin ura pii" jawab Ardian
"ura ngak perna bohong loh pii" Haura membela diri
"ura lihat Abang pacaran dimana" tanya papi Ardian
"dikampus pii, abang tadi beliin pacarnya makanan pii" ucap Haura bersemangat
"hah, beliin makanan" tanya papi Ardian kaget
"iya pii, tadi pacarnya Abang dibeliin makanan" jawab Haura
"enggak, apaan. itu cuma mahasiswa Ardian pii" elak Ardian
"bukan mahasiwa Loh pii, tapi mahasiswi" ucap Haura sambil tersenyum
"mahasiswi" papi Ardian lagi-lagi dibuat kaget
"iya pii mahasiswi, cantik pula" jawab Haura
"wahhh kapan-kapan kenalin sama mami sama papi dong" goda mami Ardian
"ehh, engak mii. dia cuma mahasiswa Ardian" elak Ardian
"mahasiswa kok sampai di beliin makan segala" timpal Haura
" aduhh, bearti kita akan punya mantu dong mii" papi Ardian ikut-ikutan menggoda Ardian
"iya dong pii, mami ngak sambar mau nimang cucu" ucap mami Ardian bersemangat dan merelakan senyum bahagia
"apaan, enggak mii pii, ngak usah dengerin kata ura, ura bohong" ucap Ardian
"jujur aja kali bang, kalo suka sama Salsa" jawab Haura
Haura langsung dapat pelototan tajam dari Ardian, melihat itu papi Ardian langsung bersuara
"sudah-sudah, nanti kita bahas lagi, sekarang makan dulu. kasian makanannya dianggurin" jawab papi Ardian
"yok kita apelin" jawab Haura
mendengar jawaban Haura mami dan papi hanya tersenyum dan Ardian mengelengkan kepalanya mendengar jawaban dari Haura
mereka kembali menyelesaikan makan dalam hening, tak ada yang berbicara. semua sudah fokus pada makanannya masing-masing.
setelah selesai makan, Ardian beranjak pergi meninggalkan meja makan dan berkata
"Ardian kekamar dulu mii, pii" ucap Ardian
" alah, ngomong aja, Ardian mau nelpon salsa dulu mii,pii" ejek Haura
melihat itu mami dan papi Ardian tersenyum
"Haura" teriak Ardian
"kiding mas broo" ucap Haura sambil mengangkat dua jari membentuk huruf V
Ardian membung nafasnya lalu berjalan menaiki anak tangga satu persatu, tepat di anak tangga teratas Haura berteriak
"bang, ura nitip salam sama salsa ya bang" ucap Haura menggoda Ardian
Ardian menoleh kebelakang dan menatap tajam Haura
"ngak usah gitu juga kali bang, entar ngak laku-laku loh bang" jawab Haura
"emang penting" jawab Ardian ketus
"pentinglah, kan kalo Abang nikah ura jadi punya keponakan dan dapat temen" ucap Haura sambil senyum
mendengar jawaban Haura, Ardian memutar badannya dan langsung masuk ke kamarnya
Ardian sebenarnya orang yang sangat baik, makanya Haura berani menggodanya tapi itu dulu sebelum semua berubah dan Ardian menjadi orang seperti sekarang
💞💞💞
🤗🤗🤗
__ADS_1