
salsa berjalan menujuh gerbang kosan Fiza dan duduk di pinggiran gerbang di kursi besar yang ada disana
"sal, ngapain disini" tanya Kenzo melihat Salsa duduk sendiri dikursi
"ehh, kalian, biasa" jawab Salsa ketika melihat Raka dan Kenzo
"loe kayak ngak tau aja ngapain sih Salsa disini" ucap Raka sambil menepuk pundak Kenzo
"ya, ya gue tau. kali ajakan berubah" jawab Kenzo
"ngak akan" sahut Raka
Salsa tak mempedulikan. kedua temannya yang membicarakannya, Salsa tetap fokus menant hand phonenya
"sal" panggil Raka ketika sudah duduk di samping Salsa, dan Kenzo pergi ke pintu kosan Fiza untuk menemui Fiza dan Jihan
"hmm" jawab Salsa,
"gue mau tanya sesuatu sama loe" ucap Raka
"apaan" jawab Salsa
"gue lagi suka sama orang" ucap Raka memulai pertanyaan
Salsa tak menjawab dia masih sibuk dengan hand phonenya
"tapi gue rada binggung, dengan perasaan gue" sambung Raka
"gue takut gue salah ngambil keputusan" lanjut Raka
"terus" tanya Salsa
"gue minta pendapat loe" jawab Raka
"pacar loe" tanya Salsa
"gue sebenarnya udah lama putus sama itu orang" jawab Raka
"ohh" ucap Salsa
"sal gue minta pendapat loe, bukan oh yang pengen gue dengar" ucap Raka sedikit emosi
"tanya Ama Fiza atau Jihan" jawab Salsa masih fokus kepada hand phonenya
"dia ngak akan ngerti" ucap Raka, menahan emosi
"apalagi gue" jawab Salsa, hand phone Salsa benar-benar lebih menarik dari pada wajah Raka yang masuk dalam katagori ganteng di kampusnya
"loe tau dan loe paham sal" ucap Raka meyakinkan Salsa
"udah yah, pak Ardian nungguin gue" ucap Salsa Yang ingin beranjak dari kursi yang ia duduki
"sal loe punya hubungan apa sama bapak itu" tanya Raka menahan emosi akibat di acuhkan oleh Salsa
"penting" tanya Salsa, belum mendengar jawabnya Salsa sudah berlalu pergi dari kosan Fiza dengan membawa sepeda motor miliknya
"ambil di kampus motor gue, kalo mau pake" ucap Salsa sebelum dia benar-benar pergi
"kenapa loe" tanya Kenzo kepada Raka yang sedikit bersedih
__ADS_1
"ehh kalian" ucap Raka kaget karena melihat tiga temannya
"loe kenapa" tanya Jihan
"ngak apa-apa" jawab Raka
"ayo kita pergi ke perpustakaan kota" ajak Raka
"kita pinjam motor Salsa ngak" tanya Fiza
"pinjam aja, gue mau Bawak pacar gue, biar dia yang ngerjain tugas gue" jawab Kenzo
" ya udah ayok kita ke kampus" ucap Fiza
"gue ikut Raka" lanjut Fiza
"oke" jawab Raka
Kenzo dan Jihan telah lebih dulu meninggalkan kosan
"za, loe ngak ngajak pacar loe" tanya Raka saat Fiza mau menaiki motor
"enggak" jawab Fiza
"oh" jawab Raka
"ka, loe kayak ngak tau Salsa aja" ucap Fiza ketika sudah berada di jalan menuju kampus yang menimbulkan tanda tanya bagi Raka
"maksud loe" tanya Raka binggung
"loe ngak usah sok-sok-an ngak paham" jawab Fiza
"loe ngak mau Salsa dekat-dekat sama pak Ardiankan, sih mahluk Everest yang tersesat ke sini kan" tanya Fiza dengan penuh kecurigaan
"enggak"jawab Raka
"udah ngak usah bohong" ucap Fiza
"gue tau loe suka sama Salsakan" lanjut Fiza
"dan alasan loe putus sama pacar loe juga karna Salsa kan" tanya Fiza
"engga kok" jawab Raka
"udah deh ka, ngak usah bohong" ucap Fiza
"loe tau dari mana gue ngak suka Salsa dekat-dekat sama pak Ardian" tanya Raka keheranan
"loe cemburukan karena Salsa lebih dekat sama pak Ardian ketimbang sama loe" tanya Fiza bukannya menjawab pertanyaan dari Raka
"gue heran aja sama Salsa, kok dia bisa ngomong sama bapak panjang lebar, sama gue enggak" jawab Raka
"ingat ka, Salsa sama pak Ardian itu sama-sama mahluk Everest yang memiliki frekuensi yang sama, wajar kalo bicara nyambung" ucap Fiza
"tapi gue ngak terimah aja gitu" jawab Raka
"gue tau Salsa irit banget bicara sama loe, apa lagi peduliin loe, dia emang gitu. kalo dia ngak peduli dia ngak akan peduli ka" ucap Fiza mengingatkan kembali tentang kedinginan Salsa
"emang gue seenggak menarik itu Dimata dia za" tanya Raka
__ADS_1
"jangankan loe, kacang rebus dari fakultas sebelah aja, yang kegantengannya telah diakui oleh kampus aja di cuekin mentah-mentah" ucap Fiza
"bang Endi" tanya Raka
"iya bang Endi, anak fakultas sebelah yang seluruh wanita tergila-gila padanya tapi Salsa, ngak tertarik sama sekali" jawab Fiza
"itu anak emang ajaib" sambung Fiza
"tapi nie ya, kalo di lihat-lihat bapak Ardian itu juga ganteng loe, malahan melewati bang Endi, tapi karena ke bekuannya yang melebihi Everest itu, membuat kegantengannya hilang tak tertampankan" lanjut Fiza mengerotiskan perkataannya
Raka diam mencernah perkataan Fiza, "benar juga apa yang dikatakan Fiza, pak Ardian ganteng malahan melebihi bang Endi, mapan juga. icaran wanita sekali mapan dan tampan" pikir Raka
"rak, Raka" teriak Fiza dikuping Raka.
"iy-iya apa" jawab Raka kelagapan dan mengembalikan kesadarannya dari ketermenunggannya
"loe mikirin apa" tanya Fiza
"enggak, gue ngak mikirin apa-apa" jawab Raka
"itu Jihan sama Kenzo udah putar balik, emang loe ngak lihat" ucap Fiza sambil menunjuk Jihan dan Kenzo yang telah selesai mengambil motor dari Salsa
"lah, Salsannya mana" tanya Raka
"Salsa ngak ikut" jawab Fiza
"lah, dia tadi yang ngajakin kita, kok sekarang malah dia mbak ikut" ucap Raka protes
"dia lebih sayang nilai ketimbang keperpustakaan kota Baren loe, hahahaha" ejek Fiza
"loe emang ya, bukannya ngehibur gue yang lagi sedih, malah loe ngehina gue, teman macan apa loe" gerutuk Raka yang masih mendengar tawa dari Fiza
"hahahah, maaf, maaf" ucap Fiza
"ehh iyaa, gue pikir-pikir loe itu banyak perbedaan sama salsa" ucap Fiza
"emang, tapikan kami bisa mengisi kekurangan satu sama lain" jawab Raka dengan percaya diri.
"gini yaa, Salsa itu males banget dengar orang ngoceh anfaedah, apa lagi yang ngoceh bukan orang yang dia pengen dengerin, auto di cuekin mentah-mentah" ucap Fiza menyindir Raka
"loe bukannya nyemanggatin gue, malah menghempas kepercayaan diri gue ke dasar got" jawab Raka kesal
"terus gue harus nyemanggatin loe gimana" tanya Fiza
"semangat Raka, loe pasti bisa dapatin Salsa sambil teriak-teriak keliling kampus, gitu" lanjut Fiza
"bukan gitu juga kali" jawab Raka
"terus gimana" tanya Fiza
"udah ngak usah bahas itu, kepercayaan diri gue udah keburuh ngambek dengan perkataan loe tadi" jawab Raka
"uluh, uluh, uluh. jangan ngambek dong" ucap Fiza sambil mengelus belakang Raka seraya menenangkan anak kecil yang lagi menangis..
"apa sih za, loe kira gue anak kecil apa" tanya Raka sewot..
"makannya Jangan lebai, pake acara kepercayaan diri loe ngambek lah" ketus Fiza
"iya maaf" ucap Raka
__ADS_1
sekitar 15 menit kemudia mereka sampai di perpustakaan kota dan mencari buku serta mengumpulkan bahan untuk membuat tugas pak Ardian