Dosen Everest, I Love You

Dosen Everest, I Love You
matematika, bahasa Indonesia, dll


__ADS_3

"sudah ya, jangan menangis lagi" ucap Ardian sambil menghapus air mata yang ada di pipi Ardian


Salsa mengangguk dan berusah menghentikan tangisnya yang sudah dari tadi dia keluarkan


"jadi pulang?" tanya Ardian dengan hati-hati


"ya" jawab salsa sambil mengganggukkan kepalanya


.....


kosan Salsa


"sal, kami berangkat baik-baik disini" ucap Haura sambil memeluk Salsa


"iya kak, terimakasih kak" jawab Salsa sambil mengurai pelukan lalu tersenyum


"hati-hati" ucap Ardian


"iya pak, terimah kasih" jawab Salsa dengan bahagia


Ardian dan Haurapun menaiki taksi online yang telah di pesannya menujuh bandara


"hayooo ada hubungan apa sama pak Ardian" tanya Fiza


"ngak ada hubungan apa" jawab Salsa santai


Fiza dan Jihan hanya saling lirik sambil bertanya-tanya tentang ucapan yang Salsa sampaikan


....


seminggu kemudian


"sal pak Ardian kemana, kok ngak masuk." tanya Tiara


"masuk kok, tunggu aja bentar lagi." jawab Salsa sambil melihat kearah Tiara sambil tersenyum

__ADS_1


tak lama kemudian datanglah Ardian dengan wajah yang tampan dan gagah


ketika Ardian masuk ke ruang kelas, seketika kelas menjadi sunyi, semua penghuni kelas termasuk benda-benda dan mahluk tak kasat mata ikut terpanah melihat ketampanan Ardian


pembelajar berjalan dengan baik dan lancar, sekarang Ardian telah meninggalkan kelas dan di ikuti oleh Salsa


"maaf pak" ucap Salsa sambil menundukkan kepalanya


"iya, ada apa sal" tanya Ardian tanpa memperlambat tempo langkah kakinya


"ngak ada apa-apa pak" jawab Salsa tergesa-gesa, untuk menyesuaikan kecepatan jalannya dengan Ardian


"masuk" ucap Ardian memberi perintah kepada Salsa ketika Ardian sudah terlebih dahulu masuk keruangannya


"ada apa pak?" tanya Salsa sambil duduk di depan Ardian yang dipisahkan oleh meja kerja Ardian


"kamu ada kelas habis ini?" tanya Ardian tanpa melihat Salsa


"tidak ada pak" jawab Salsa sembari memandang Ardian


"ngapain pak?" tanya Salsa spontan


"ketemu orang tua saya" jawab Ardian sambil memandang wajah Salsa


"bapak ngak lupa makan obatkan pak?" tanya Salsa sedikit menyelidiki


"maksud kamu?" bukannya menjawab Ardian malah kembali bertanya dengan alis terangkat keatas


"maksud aku ehhh, ngak ada pak" jawab Salsa binggung


"pak" panggil Salsa ketika Ardian mulai berdiri dari tempat duduknya


"ada apa?" tanya Ardian sambil berjalan menujuh pintu


"kenapa saya harus ketemu orang tua bapak?" tanya Salsa hati-hati

__ADS_1


"mereka ingin menantu" jawab Ardian sambil membuka pintu ruangannya


"apa hubungannya dengan saya pak?" tanya Salsa kepada Ardian, tapi seolah-olah angin yang tak di hiraukan oleh Ardian, pasalnya Ardian sudah pergi keluar ruangan dan meninggalkan Salsa sendiri


"yahh, kok main tinggal-tinggal aja sih" ucap Salsa kesal


Salsa berjalan menyusuri koridor dan mencari keberadaan Ardian sambil celingukan seperti seorang pencuri, Yapp pencuri hati Ardian😅


"kok bapak main tinggal aja sih?" tanya Ardian kesal kepada Ardian sambil membuka pintu mobil dan duduk disebelah kemudi


"salah siapa?" tanya Ardian yang membuat Salsa semakin kesal


"terserah bapak" jawab Salsa sambil memalingkan wajahnya kearah samping


"ya" jawab Ardian sambil menarik kedua sudut bibir keatas tanpa Salsa ketahui


hampir setengah perjalanan Salsa dan Ardian hanya diam, sampai akhirnya Salsa memberanikan diri untuk bertanya


"pak?" panggil Salsa


"hmm" jawab Ardian


"apa hubungannya saya dengan menantu pak?" tanya Salsa binggung sambil melihat kearah Ardian


"kamu sudah jadi mahasiswa tidak tau hubungan kamu dengan menantu, jadi selama ini kamu belajar apa Salsa?" jawab Ardian


"matematika, bahasa Indonesia, sejarah Pancasila, dan banyak lagi" jawab Salsa sambil mengingat-ingat pelajaran yang sudah pernah ia pelajari


"terserah kamu" jawab Ardian sedikit kesal


......


adakah yang rindu dengan cerita ini???


happy reading ya guys

__ADS_1


__ADS_2