Dosen Everest, I Love You

Dosen Everest, I Love You
minta tolong???


__ADS_3

tanpa Ardian dan Haura sadari ternyata ada yang sedang menertawai keduanya di depan pintu (pintu yang tidak tertutup rapat bisa membuat orang dari luar bisa melihat keadaan didalam dan mendengar percakapan didalam), ya siapa lagi kalau bukan Salsa, Salsa sengaja balik keruangan Ardian untuk untuk menanyakan tugas pak Andre yang belum sempat Salsa bahas tadi karena keburu kemakan emosi.


author : Salsa salsa, emosi kok di makan, diluapin dong, hehehe


ketika Salsa sampai diruangan Ardian Salsa mendengar Haura sedang bercerita tentang ajakan orang tuanya yang memaksa Haura untuk hidup bersama meraka, ketika mendengar cerita itu Salsapun ikut sedih, tapi ketika obralan itu berubah jadi perdebatan Salsa malah tertawa terbahak-bahak. salsa tak habis pikir ada orang yang mengaku dirinya jahat dan mengaku dirinya egois, padahal populasi yang seperti ini mungkin hanya 3% dari penduduk bumi, yang membuat Salsa semakin tertawa lepas ialah ketika Ardian menyebutkan kata power rangers, bagaimana tidak, bisa-bisanya dosen Everestnya itu menjawab dengan kata power rangers, kemana kepintaran dosennya itu, karena menurut Salsa itu hanyalah guyonan dia dan teman-temannya yang kadar IQ nya sudah dipastikan jauh dibawah dosen Everestnya.


"Hmm" guma Ardian menyadari Salsa


Salsa tertawa terbahak-bahak dan mengalihkan pandangannya kearah lain, hingga suara deheman membuat salsa berhenti tertawa dan membalikan badannya ke arah pintu ruangan Ardian


"ehh bapak" ucap Salsa, dengan kaku. bagaimana tidak baru 10 detik yang lalu di tertawa puas melihat dosennya dan dalam waktu seketika dosennya telah berada di belakangnya dengan memasang wajah datar dan mematikan


"ngapain kamu disini" tanya Ardian


"ehh, sa-saya, ehh sa-" jawab Salsa terbata-bata


"saya apa" tanya Ardian


"sa-saya me-melihat cicak pak" jawab Salsa sembarangan


"cicak" tanya Ardian


mendengar jawaban dari Salsa, Haura yang berada dibelakang Ardian dan tertutupi oleh tubuh Ardian tertawa geli, bagaimana tidak apa gunanya Salsa melihat cicak di sini, alasan yang sungguh tidak masuk akal


"iya pak. cicaknya lagi datang ke pesta pernikahan" jawab Salsa ngelantur


"punya otak dipakai Salsa" jawab Ardian sambil menjitak jidad Salsa dan berlalu meninggalkan Salsa


"awwh" teriak Salsa karena jitakkan Ardian


"segitu geroginya ya" bisik Haura sambil menggoda Salsa ketika Haura tepat berada di depan Salsa


"dag-dig-dug ya sekarang" goda Haura lagi sambil menampilkan senyum


"enggak kok kak" jawab Salsa yang berbohong, jelas-jelas dia sedang merasakan apa yang dikatakan Haura, bagaimana tidak Salsa takut Ardian memberi nilai E pada kertas hasil study karena telah menertawainya


"ngak usah khawatir" kata Haura


"siapin diri aja, dapat nilai E" sambung Haura


"ahh, jangan dong kak, bilangin ya kak sama pak Ardian, jangan kasih nilai E" jawab Salsa sambil memelas agar Haura mau membantunya


"ya kak, ya kak. please" ucap salsa sambil menyatuhkan tanggan didepan dadanya🙏


"hahaha, ayok ikut yok" ajak Haura


"kemana kak" tanya Salsa


"ketemu sama pak Ardian" goda Haura


"ngak mau kak, takut. Kakak aja yah yang ngomong, please kak. please" ucap Salsa ketakutan sambil menyatukan tangannya didepan dadanya


"hahaha, tenang aja. ngak sejahat itu jaga bapakmu itu, ayok kita pergi yok sal" ucap Haura


"kemana kak" tanya Salsa

__ADS_1


"makan" jawab Haura


"ayok kak" ucap Salsa


salsa dan Haurapun berjalan menujuh parkiran mobil


"kak kita mau makan dimana" tanya Salsa, yang binggung kenapa mereka berjalan kearah parkiran bukannya ke arah kantin


"kita makan diluar sal" jawab Haura


Salsa menganggukan kepalanya tanda mengerti apa yang di sampaikan oleh Haura


Salsa dan Haura jika dilihat dari jauh seperti sahabat begitu akrab dan hangat


"sal, duduk didepan oke" ucap Haura, ketika sudah sampai di depan mobil milik Haura


"siap kak" jawab Salsa, sambil berjalan ke pintu mobil dan masuk kedalam mobil


"sal, kita makan ditempat kemaren ya" ajak Haura


"iya kak" jawab Salsa


"sal" panggil Haura saat mobil sudah dijalankan


"iya kak" jawab Salsa


"tadi kamu dengan omongan saya sama Ardiankan" tanya Haura


"iya kak, maaf ya kak. bukan bermaksud untuk nguping kak" jawab Salsa merasa bersalah


"minta tolong" ulang Salsa dengan ekspresi kaget


"iya sal" jawab Haura


"hah, minta tolong apa kak" tanya Salsa masih dengan kekagetan yang sama


"temanin keliling-keliling ya hari ini" pinta Haura dan melihat kearah jalan


"ohh, siap kak" jawab Salsa semangat


"kalo Kakak udah di USA bakalan susah ketemu lagi" ucap Haura


"jangan gitu dong kak, kakak harus semangat" jawab Salsa


"siapp" jawab Haura


"kak" panggil Salsa


"iya, ada apa sal" tanya Haura


"pak Ardian ngak ikut Kitakan" tanya Salsa mewanti-wanti ke ikut sertakan Ardian


"hahaha, enggak. tenang aja" jawab Haura dengan gelak tawa


"wah, senangnya" ucap Salsa kegirangan

__ADS_1


"emang takut beneran sama pak Ardian sal" tanya Haura


"takut kak, apa lagi tadi bapak liat aku kayak gitu, jadi merinding kak" jawab Salsa


"hahaha, pak Ardian itu baik kok orangnya" ucap Haura


"baik sih baik kak, tapi kayak es batu" jawab Salsa yang tak sengaja membicarakan keburukan Ardian dan Salsa langsung menutup mulutnya


"ehh, maksudnya bukan gitu kak" ucap Salsa memperbaiki perkataannya tadi, tapi yang namanya perkataan sudah di keluarkan tidak bisa ditarik kembali ya jadinya mau tidak mau Haura sudah mendengarnya


"hahaha, ngak usah merasa bersalah sal, santai aja" jawab Haura


"emang dingin kok orangnya" lanjut Haura


"emang dirumah kayak gitu juga kak" tanya Salsa


"iya sal, sama" jawab Haura


"bearti aku ngak salah dong kak" tanya Salsa


"enggak" jawab Haura masih fokus kearah jalanan


setelah percakapan terjadi mobil merakapun masuk keparkiran sebuah mall ternama disana


"sal, kita makan apa" tanya Haura ketika mereka sudah merasa didalam mall


"aku ngikut aja kak" jawab Salsa sambil melihat kearah sekelilingnya


"ya udah kita makan di sana aja ya" ucap Haura sambil menunjuk Salah satu tempat makan yang ada disana


"iya kak" jawab salsa sambil menganggukan kepalanya


Salsa dan Haurapun berjalan kearah tersebut


"mau makan apa sal" tanya Haura sambil menyodorkan buku menu


"ini, ini, ini kak" jawab Salsa sambil menunjuk menu makanan


"yang ini, yang ini, sama yang ini mbak" ucap Haura kepada pelayan sambil menunjuk menu makan dan pelayan mencatat nama menu yang ditunjuk oleh haura


"cuma itu aja mbak" tanya pelayan itu


"iya mbak" jawab Haura


"minumnya mbak" Tanya pelayan


"minum apa sal" tanya Haura kepada Salsa yang sedang asing memainkan ponsel pintarnya


"jus mangga aja kak" jawab Salsa mengalihkan pandanganya dari ponsel pintar ke arah Haura


"jus mangga satu, lemon tea satu mbak" ucap Haura kepada pelayan dan pelayanan mencatatnya


"baik mbak, silahkan ditunggu sebentar" ucap pelayan sambil tersenyum lalu berlalu pergi


sambil menunggu makan yang di pesan Sampai, Salsa dan Haura berbincang-bincang ringan, bukan berbincang-bincang, lebih tepatnya bergibah ria, maklum dua cewek lagi duduk santai dan tidak ada masalah pekerjaan atau yang lain yang perlu dibahas, maka gibahlah solusinya. perempuan tak perna habis kata-kata untuk bergosip ria

__ADS_1


setelah selesai makan Salsa dan Haura berkeliling mall sampai lupa waktu


__ADS_2