Dosen Everest, I Love You

Dosen Everest, I Love You
gara-gara kotak sampah


__ADS_3

💞💞💞


🤗🤗🤗


setelah membesikan badannya Haura turun kebawah dan menemui mami Ardian...


"maamii" teriak Haura


"ehh, udah mandinya ura" tanya mami Ardian


" udah dong mii, udah harum gini masak belum mandi" jawab Haura


"iya, iya. ura mau makan sekarang atau nanti" tanya mami Ardian


"nanti aja mi, ura udah makan tadi" jawab Haura


"mik ura mau cerita" sambung Haura


"cerita apa sayang, sini cerita ke mami" jawab mami Ardian, sambil menyuruh Haura duduk didekatnya


"ura hari ini jadi ilmuan loh mii" ucap Haura dengan semangat


"kok bisa" tanya mami Ardian yang kebinggungan


"bisa dong mi" jawab Haura dengan senyumnya


"emang ura nemuin apa" tanya mami Ardian


"ura nemuin keajaiban dunia mi" jawab Haura


"wahh, keajaiban dunia apa ura" tanya mami Ardian mulai kepo


"cie mami kepo" jawab Haura


"uraaa" ucap mami Ardian yang mulai tak sabar


"hehehe, iya iya, ura kasi tau deh mii" ucap Haura


"apa" tanya mami Ardian


" senyumnya Ardian mi" jawab Haura


"maksudnya ura" tanya mami Ardian yang tak paham


"ura mau tanya deh sama mami, kapan terakhir kali mami lihat Ardian tersenyum, ketawa dan bahagia mii" tanya Haura


"sudah lama sekali ura" jawab mami Ardian lesu


"ngak usah khawatir mi, setelah ini Ardian akan bahagia lagi mii, Abang Ardian akan kembali seperti dulu lagi mi" jelas Haura


"gimana ura, kamu ngak bohongkan" tanya mami Ardian antusias


"jadi gini mii, tadi ura ikut ke kampus Abang Ardian, disana Abang minta ura beliin makan, ura pikir untuk abang, ternyata bukan mii" jawab Haura


"terus dimana letak Ardian akan berubah lagi ura" tanya mami Ardian


"jadi mii, makanan itu untuk mahasiswa Abang mii, ketika ura sampai di ruangan Abang disana, ada mahasiswa Abang, dan makan yang ura beli tadi untuk dia mii" jawab mami Ardian


"terus" tanya mami Ardian yang tak mengerti


" pas ura masuk, si mahasiswa itu takut mi, dan mami tau mahasiswa abang itu perempuan mi" jawab Haura


"haah, perempuan. lalu" tanya mami Ardian yang sangat antusias

__ADS_1


" mahasiswa itu namanya salsa mii-" ucapan Haura terpotong


"salsa" ulang mami Ardian


"iya mi, salsa" jelas Haura


"kok mami penasaran" jawab mami Ardian


" ura ceritain ya mii" ucap Haura


"waktu ura masuk keruangan Abang Ardian disitu ada Salsa lagi nungguin Abang mii, waktu Salsa liat ura dia langsung takut mii, mungkin menurut Salsa, ura ini pacarnya Abang mii, dia berusaha jelasin gitu ke ura mi, kalo dia sama Abang ngak ada hubungan apa-apa, lihat Salsa yang panik Abang cuma tersenyum mii" lanjut Haura


"Abang tersenyum" ulang mami Ardian


"iya mii, abang tersenyum. itu yang ura bilang ura jadi ilmuan hari ini mii, ura berhasil nemuin lagi senyum Abang yang hilang, dan penawarnya mii" jawab Haura sambil tersenyum


"wahh, mami senang sekali kalau Ardian udah bisa tersenyum lagi, mami rindu anak mami yang dulu ura" jelas mami Ardian


"mami tenang aja nanti Abang bakalan bisa senyum lagi" yakin Haura kepada mami Ardian


"semoga ya nak, semoga Abang bisa menerima wanita baru dan memulai hidup baru" do'a mami Ardian


"aamiin mii" jawab Haura


***


"Salsa" panggil Ardian


"ehh, iya pak" jawab Ardian


"kenapa kamu belum pulang" tanya Ardian


"saya lagi nunggu dosen pak" jawab Salsa


"janjinya jam 14.00 pak" jawab Salsa


"ini sudah lewat 3 jam lebih, kenapa kamu tidak hubungi saja lagi" tanya Ardian


"ngak di balas pak, makanya Salsa nunggu di depan sini pak" jawab Salsa


"memang kamu cari siapa" tanya Ardian


"pak Wahyu pak" jawab Salsa


"sudah kamu pulang saja" suruh Ardian


"tapi pak-" ucapan salsa terpotong


"pak Wahyu sudah pulang dari tadi siang, adiknya masuk rumah sakit" potong Ardian


"yahh, kalau tau gitu enak pulang dari tadi ngak capek disini berjam-jam" protes Salsa yang hampir tak bisa orang dengar


"oh gitu ya pak, ya udah saya balik dulu pak" pamit Salsa


"iya" jawab Ardian


Salsa berjalan meninggalkan Ardian, Salsa tak melihat kebelakang lagi, dia terus berjalan sambil menggerutuk, hingga tiba-tiba dia menabrak kotak sampah dan membuat tubuhnya hampir kehilangan keseimbangan


"jalan itu pake mata" ucap Ardian, yang berada di belakang Salsa


"jalan itu pake kaki sejak kapan jalan pake mata" jawab Salsa tanpa menoleh kebelakang


"kalo jalan cuma pake kaki ya ini akibatnya nabrak, makanya punya mata digunain" ucap Ardian

__ADS_1


"ini juga udah digunain" jawab Salsa


"kalo digunain ngak mungkin bisa nabrak kotak sampah hingga bolong begitu, lihat sampahnya jadi berserakan" ucap Ardian


"pihak kamus jadi rugi, harus mengeluarkan duit lagi untuk membeli kotak sampah baru akibat ulah mu" sambung Ardian


" Yee, kok nyalahin aku, aku ngak salah ya" jawab Salsa


" jadi siapa yang salah" tanya Ardian


" ya kotak sampahlah, ngapai nongkrong disitu, sudah tau aku mau lewat" jawab Salsa


"sejak kapan kotak sampah punya mata" tanya Ardian


"makanya kampus beli kotak sampah yang modern, yang ada mata kotak sampahnya" jawab salsa, salsa tetap tidak menoleh kebelakang di hanya sibuk memberikan sepatunya yang kotor akibat sampah


"kamu pikir kotak sampah bisa punya mata gitu" tanya Ardian


"iyalah, biar ngak ngotorin sepatu orang" jawab Salsa


"emang kamu pikir ada" tanya Ardian


"ada-lah, kalo ngak ada, suruh aja Doraemon bikinin" jawab Salsa sembarangan


Ardian yang mendengar jawaban dari salsa barusan, tersenyum, lalu ia berkata


"terserah kamu, jangan lupa sampahnya di pungutin" kata Ardian sambil berjalan melewati Salsa


ketika Ardian melewati Salsa, Salsa melihat siapa yang dari tadi yang mengomelinya, ketika yang Salsa lihat adalah ardia salsa Langsung berkata " bapak" tanya Salsa kaget


Ardian yang merasa namanya dipanggil melihat kearah sumber suara, bukannya menjawab Ardian hanya mengakat satu alisnya keatas


"maaf pak" ucap Salsa


"beresin" jawab Ardian


Salsa langsung menggangguk, dan Ardian langsung meninggalkannya


"aduh, kenapa bisa aku ngak tau kalo itu bapak" gerutuk Salsa


ketika selesai membersikan sepatunya Salsa langsung membersikan sampah yang ia tumpahkan tadi, dengan cepat Salsa membersihkannya


ketika semuanya selesai, Salsa berjalan keluar disana masih cukup banyak orang yang berlalu-lalang, Salsa berjalan sendiri menuju ke gerbang kampus


di depan gerbang kampus sudah banyak makanan yang berjajar disana, Salsa melihat itu sangat senang, jiwa-jiwa kelaparannya sudah merontah-rontah


salsa berhenti di depan gerobak batagor


"bang batagornya 5 ya bang" ucap Salsa


"tunggu sebentar ya neng" jawab abang-abang tukang batagor


" oke bang" jawab salsa


Salsa adalah anak orang kaya, dia tak akan mungkin kekurangan uang, tapi teman-temannya tak ada yang tau kalau Salsa anak seorang pengusaha sukses, Salsa sangat sering membelikan makanan lebih, ia selalu membagi teman-teman kosannya...


💞💞💞


🤗🤗🤗


selamat hari raya idul Fitri


mohon maaf lahir dan batin

__ADS_1


__ADS_2