Dosen Everest, I Love You

Dosen Everest, I Love You
dekat


__ADS_3

"menurut kamu" jawab Ardian


"menurut aku, bapak bukan manusia hahahhaha" Jawab Salsa sambil tertawa


Ardian tak marah dengan jawaban Salsa di malah ikut tersenyum dengan ucapan salsa


"hahahaha, ehh pak ngak usah di ambil hati pak, bercanda kok pak" ucap Salsa


"diambil jantung boleh" tanya Ardian


" hahaha, jangan dong pak. nanti aku ngak kehidupan" jawab Salsa


"kata siapa" tanya Ardian


"emang ada manusia ngak punya jantung pak, kalo ngak punya hati mungkin iya pak" jawab Salsa


"siapa manusia ngak punya hati" tanya Ardian


"bapak, hahahha" jawab Salsa sambil tertawa lepas


"auto E" ucap Ardian seolah-olah marah


"ehhh, jangan dong pak" jawab Salsa


"kenapa, tahun depankan masih bisa ngulang" tanya Ardian


"bukan gitu pak, emang sih tahun masih bisa ngulang, tapi jangan mentang-mentang tahun depan bisa ngulang aku harus gunain itu pak, kan rugi" jawab Salsa


"kalo absenin aja dimanfaatin benar tiga kali batas toleransi ngak masuk, kalo bisa empat kali ngak masuk, ngak ada mikir ruginya" ucap Ardian


"kalau absen beda pak" jawab Salsa


"apa bedanya" tanya Ardian


"emhhg, apa ya pak" ucap Salsa sambil mengingat-ingat


"pokoknya beda deh pak" sambung Salsa


"oh iya, bapak ngak jadi ketemu calon istri bapak" tanya Salsa


"kenapa" tanya Ardian


"kalo gitu aku turun disini aja pak, aku pesan ojek online saja pak" jawab Salsa


"taksi online tadi mana" tanya Ardian


"hehehe, aku belum pesan taksi tadi pak" jawab Ardian


"ngapain disitu" tanya Ardian


"ada pacarnya Fiza tadi pak" jawab Salsa


"lalu" tanya Ardian


"tadi pacar Fiza sama cewek pak" jawab Salsa


"kenapa" tanya Ardian


"bearti pacarnya Fiza selingkuh" ucap Salsa


"tau dari mana" tanya Ardian


"lah itu tadi pak dia jalan bareng sama cewek" jawab Salsa


"kalau itu adik atau sepupunya, bagaimana" tanya Ardian


" yaa, ngak tau juga pak, tapi Fiza


sering cerita pak, pacarnya berubah, dia sering jalan sama cewek itu pak" jelas Salsa


"coba kamu cari tahu dulu, jangan cepat mengambil kesimpulan" ucap Ardian


"tapi wajar ngak sih pak, kalo punya pacar tapi jalan sama cewek lain" tanya Salsa


"ehh, kok malah aku curhat sama bapak" sambung Salsa menepuk jidatnya


"ngak sakit" tanya Ardian


"apanya pak" tanya Salsa yang tak mengerti dengan pertayaan Ardian


"jidatnya" ucap Ardian


"ohh, sakitlah pak, bapak ngak dengar bunyinya sampe segitu besar" jawab Salsa


"ngak usah drama, orang bunyinya biasa aja, itukan salah kamu sendiri" ucap Ardian


"lah kok salah aku sih pak" tanya Salsa


"terus salah saya" tanya Ardian


"emang saya yang mukul kamu" sambung Ardian


"heheh, iya sih pak" jawab Salsa


"ehh pak, jangan bilang siapa-siapa ya pak soal Fiza tadi" pinta Salsa


"ngak penting" jawab Ardian


"sudah kukira"balas Salsa


setelah itu mereka diselimuti oleh kesunyian


drt..


ddrrtt...


dddrrrttt...

__ADS_1


handphone Salsa berbunyi


"aku angkat telpon ngak apa-apa pak" tanya Salsa


"iya" jawab Ardian


**hallo


.....


aku di jalan, bentar lagi sampai


....


apa?, ngapain mereka


.....


gue ngak mau ketemu mereka**


....


oke


Salsa mematikan telponnya


"pak" panggil Salsa


"iya" jawab Ardian


"saya turun di perempatan saja ya pak" ucap Salsa


"kenapa" tanya Ardian


"emhh, ngak ada pak, turun disitu saja. mau beli makanan dulu" jawab Salsa dengan binggung sambil beralasan


"beli aja makannya saya tunggu" ucap Ardian


"ehh, enggak pak. bapak duluan aja" jawab Salsa


"kenapa" tanya Ardian


"kosan saya ngak boleh cowok masuk pak" alasan Salsa


"saya cuma ngantar, ngak masuk" jawab Ardian


"ehh, tapi pak-" ucap salsa dipotong oleh Ardian


"apa" tanya Ardian


"yaa terserah bapak saja deh" ucap Salsa pasarah


"kita mampir dulu toko buku" ucap Ardian


"iya pak, tapi yang di toko XXX ya pak" jawab Salsa


"emhh, ngak lengkap pak kalo didepan, disitu aja ya pak" pinta Salsa


"didepan ada buku yang saya cari" jawab Ardian


"aku juga lagi cari buku pak, kalo didepan ngak ada bukunya pak" ucap Salsa


"nanti kemalaman pulangnya kalau ke toko XXX" ucap Ardian


"ngak apa-apa pak, boleh ya pak" pinta Salsa


"hmmm" jawab Ardian


"yeee, terimah kasih bapak" ucap Salsa senang


Ardian hanya menggelengkan kepala melihat tinggkah Salsa, setelah itu mereka kembali diselimuti kesunyian Ardian fokus menyetir dan Salsa sibuk memainkan handphonenya


tiba-tiba Ardian ngerem mendadak dan membuat tubuh Salsa maupun Ardian melompat ke depan


"bapak, bawak mobilnya hati-hati" ucap salsa memperingati Ardian


"siapa suruh main handphone" jawab Ardian


"ehh pak, apa hubungannya main handphone sama bapak ngerem" tanya Salsa


"apa hubungannya Bawak mobil hati-hati sama ngerem" tanya Ardian balik


"ada dong pak" jawab Salsa


"apa" tanya Ardian


"bapak ngerem mendadak itu bisa membuat kecelakaan pak" jawab Salsa


"ngerem itu gunanya agar tak terjadi kecelakaan" jawab Ardian


"tapikan kalo bapak ngeremnya mendadak kepalaku bisa kejedot bapak" ucap Salsa


"makanya jangan main handphone terus" jawab Ardian


"iya, iya. maaf pak" ucap Salsa meminta maaf, dia tidak akan menang jika melawan Ardian


Salsa kembali menatap layar handphonenya, dia masih sibuk dan asik dengan aktivitasnya


"ngak pusing Kepalanya main handphone" jawab Ardian


"enggaklah pak" jawab Salsa masih fokus pada handphonenya


"lagi ngapain" tanya Ardian


"main sosial media" jawab Salsa


"berapa lama sehari" tanya Ardian

__ADS_1


"apanya" tanya Salsa yang tak mengerti


"main sosial medianya sehari berapa jam" tanya Ardian


"ngak tau pak, kalo ngak ada kerjaan ya main sosial media, bisa seharian" jawab Salsa


"main sosial media jangan sampai lupa waktu" ucap Ardian


"iya pak, ini ingat waktu. sekarang lagi jam-" jawab Salsa yang langsung di potong oleh Ardian


"buka itu, tapi mainlah sosial media secara sehat" ucap Ardian


"hahaha, secara sehat" tanya Salsa sambil tertawa


"iya, apanya yang lucu" tanya Ardian binggung


"secara sehat gimna pak, handphone saya harus saya kasih tanaman sayur-sayuran di sisinya, atau di sosial media saya harus saya tampilkan gambar sayur dan buah-buahan gitu, hahahah" jawab salsa dengan tertawa lepas


"terserah" jawab Ardian


"eehhh, bapak ngak usah ngambek, slow pak. bercanda doang" ucap Salsa


"jangan masukin hati pak" sambung Salsa


"terus, masukin jantung" tanya Ardian


"hahaha, paru-paru aja pak" jawab salsa


"eehh, jangan pak masukin usus dua belas jari aja pak" sambung Salsa


"engak sekalian di usus besar aja" ucap Ardian


"boleh juga itu pak, hahaha" jawab Salsa


dan melihat Salsa yang tertawa lepas Ardianpun ikut tersenyum


"pak" panggil Salsa menghentikan tawanya


"hmm" jawab Ardian


"bapak kok ngak jadi ketemu calon istri bapak, entar di ambil orang gimana loh" tanya Salsa


"salah kamu" jawab Ardian


"lah kok salah aku sih pak" tanya Salsa


"kamu yang ngajak saya ke toko buku XXX" jawab Ardian tenang


"enggak gitu dong pak, ya udah ngak jadi deh pak" ucap Salsa takut


"terlanjur" jawab Ardian


"ehh, jangan gitu dong pak, kasian calon istrinya bapak udah nungguin bapak, entar aku di omeli sama calon istri bapak" jawab Salsa takut


"tak peduli" jawab Ardian


"Jagan gitu dong pak, entar aku dituduh pelakor pak" ucap Salsa


"pelakor" ulang Ardian


"iya pak" jawab salsa


"apa itu" tanya Ardian


"pelakor itu singkatan dari perubut laki orang pak, bapak mah ngak gaul" jawab Salsa


"ohh" balas Ardian


"ya udah pak, berhenti aja di depan, entar aku naik taksi aja pak ke toko bukunya" ucap Salsa


"buku saya" tanya Ardian


"entar aku cariin deh pak buku bapak" jawab Salsa


"harganya mahal, yakin mau cariin" tanya Ardian


"susah lagi carinya" sambung Ardian


"enggak apa-apa deh pak, yang penting aku ngak dituduh pelakor" jawab Salsa


"yakin" tanya Ardian lagi


"emhh, gimana ya pak" jawab salsa binggung


"tapi kasian loh pak, calon istri bapak nungguin bapak" sambung Salsa


Ardian tak mempedulikan ucapan Salsa dia hanya fokus pada jalanan


"pak" panggil Salsa


"hmm" jawab Ardian


"kok bapak tadi mau sihh ke toko buku XXX" tanya Salsa


" katanya kamu mau cari buku" jawab Ardian


"tapikan bapak bisa nolak" tanya Salsa


"mumpung saya lagi baik" jawab Ardian


"coba bapak ngak usah baik" ucap Salsa


"mau kamu apa, saya baik seolah jadi manusia salah, saya jahat seolah devil seperti difikiranmu salah" tanya Ardian


"eehhh, bukan gitu pak, kita sesama manusia, harus memanusiakan manusia lainnya, ya jadii bapak ngak salah, bapak benar" jawab Salsa kebinggungan


Ardian hanya diam saja

__ADS_1


__ADS_2