
💞💞💞
🤗🤗🤗
Salsa dan Fiza Menujuh keparkiran
"Sal temanin gue dulu ketemu pacar gue yaa" pinta Fiza
"Iya" jawab Salsa singkat
Salsa dan Fiza Berhenti di danau kampus, indah dan asri disana banyak sekali pasang mahasiswa bekeliaran disana, menikmati semilir angin yang selalu menenangkan, Salsa selalu mengamati wilayah di sini, hingga Salsa memilih untuk duduk.
Salsa duduk disalah satu kursi taman, menatap indah kesana kesini hingga pandangannya jatuh kesamping, Salsa melihat betapa ini bagunan yang berada disampingnya, dari pandangannya Salsa dapat melihat tulisan Mipa kimia yang terterah besar di dekat gedung tersebut
"Kenapa kau begitu menarik di mataku, tapi aku harus merelakanmu, kau hanya bagian dari cita-cita ku, kekuatanku ketika menyelesaikan pendidikan sekolah menengah atas dulu" ucap salsa dalam hati sambil memandang ruang kuliah mahasiswa Mipa kimia, jurusan yang perna ia idam-idamkan dulu
kini Salsa sudah berdamai dengan takdir dan mengikhlaskan semuanya. semua telah berlalu dan Salsa sudah menjadi kuat atas kekecewaan dan harapannya
suara Fiza Mengembalikan kesadaran Salsa dari lamunannya yang begitu menyayat hati
"Sal kekantin dulu yuk, laper nie" ajak Fiza
"yuk" jawab Salsa singakat
Sesampainya di kantin Salsa duduk di depan Fiza Dan pacarnya tanpa peduli orang sekitarnya
--Salsa memesan makan---
Tak lama kemudia makanan-pun sampai, Salsa memakannya dengan khusuk, entah mengapa Salsa ingin sekali menoleh ke kiri, hati Salsa berdetak lebih kencang dan tak beraturan
"Kenapa ini" gerutuk Salsa dalam hati
Salsa-pun melihat kekiri dan seketika pandangan salsa jatuh kepada seorang lelaki yang mengenakan baju biru laut yang sedang menyesap habis minuman dihadapannya
Degg...
Degg..
Degg...
lalu Pandangan mereka bertemu, seketika salsa langsung memalingkan mukanya dari tatapan orang yang tadi ia lihat
Dia Mikle orang yang dulu perna Salsa sukai dan sangat Salsa bangga-banggakan, mungkin bukan hanya dulu sekarangpun sama tapi bedanya Salsa yang sekarang lebih memilih melupakan walaupun tak sepenuhnya lupa
" kenapa Kau kembali datang, setelah semua percobaan melupakanmu telah aku lakukan, dalam sendiri ku melawan hati dan sekarang dengan seenak hati kau datang kembali, apa mau mu wahai mahluk tuhan yang aku anggap sempurana" gerutuk Salsa dalam hatinya setelah melihat Mikel
"Kenapa dia disini,aku harus Bagaimana, kenapa dia datang kembali setelah aku berhasil melupakannya" Salsa mengerutuk lagi dalam hati sambil panik ketika melihat orang itu tersenyum kepadanya
__ADS_1
Seketika suara khas dari seseorang menyadarkan Salsa
"Hai salsa" sapa Mikel Hangat
"Ehhm" jawab salsa binggung
"Apa kabar" tanya Mikel Ramah kepada Salsa
"Ehhm, ak-akuu baik kak" jawab salsa dengan terbata-bata dan mengendalikan detak jantung yang sedari tadi tak beraturan serasa ingin keluar dari tempatnya
" Wah, ikut gabung boleh dong" ucap Mikel Kesemua dengan menampakan senyum yang begitu indah menurut Salsa
"kenapa manis sekali senyum itu, andai aku penyebabnya" ucap Salsa dalam hati sambil menatap Mikel tanpa lepas
hingga suara Fiza memecahkan lamunan Salsa
" Iya kak, sini aja. Gabung sama kita" jawab Fiza sambil tersenyum kearah Mikel
Mikle berjalan kearah Salsa dan temannya, Mikle menarik kedua sudut bibir keatas dan duduk tepat di samping Salsa
Jantung Salsa kembali berdetak diatas normal, keringat mulai berdatangan dan lengkungan di bibir Salsa tertarik keatas tanpa perintah dari sang empuhnya
" Lama ya Sal kita ngak jumpa " tanya Mikle melihat kearah salsa
"Iy-iya" jawab Salsa dengan terbata-bata lagi
bukan-bukan, ini bukan alunan cinta dari Mikel tapi ini cinta Salsa sendiri bukan yang berbalas, salsa selalu mudah luluh lantah akibat pesona Mikel Yang dia anggap memikat dan begitu sangat sempurna
"Ahhh" teriak salsa dalam hati, ia kini sedang menetralkan jantung, menormalkan semuanya
"Kenapa aku selalu tertarik dengan dia, apakah dia begitu sempurna dimataku sebagai mahluk ciptaan tuhan" gerutuk Salsa dalam hati sambil bertanya kepada dirinya sendiri yang dia anggap bodoh oleh cinta
" Bodohnya aku mencintai mu, dan meminta balasan, ketika sudah dibalas dalam bentuk penolakan, hancur menjadi puing-puing amarah, cinta macam apa yang sedang aku jalani" keluh Salsa dalam hati sambil terus memasang ekspresi kesal diwajahnya
" Sal, Salsa" panggil Mikel
Salsa yang melamun-pun kaget mendengara namanya dipanggil, Salsa langsung menghilangkan lamunannya dan menjawab dengan kelabakan
"iy-iya, ada apa" tanya Salsa binggung
"kenapa melamun sal, lagi mikirin apa" tanya Mikel kepada Salsa yang kebinggungan
"eng-enggak kok kak. Aku ngak apa-apa" jawab Salsa gugup
"yakin Sal" tanya Mikel yang tak yakin atas jawaba Salsa
"iya kak" jawab Salsa
__ADS_1
"ya udah, yok kita makan" ajakan Fiza, bukan seperti ajakan tapi perintah yang dilontarkan oleh Fiza untuk semua orang
"ya udah, ayok" jawab Salsa
ketika Salsa ingin mengambil saus Mikel-pun juga ingin mengambil saus. Dan tanpa sengajah Mikel menyentuh tangan Salsa. ketika Salsa menyadari, Salsa langsung menarik tangannya
" silahkan kakak duluan" ucap Salsa
"ngak usah Sal, kamu aja yang duluan" jawab Mikle yang tak enak hati kepada Salsa
dan Salsa-pun mengikuti ajuran dari Mikel, Salsa yang duluan mengambil saus setelahnya barulah Mikel
tapi sayangnya kejadian tersebut tak memberi efek baik kepada Salsa dan Mikleel karena setelah kejadian tadi suasana menjadi canggung
Mereka-pun menikmati makanan dengan tenang tak terasa semua makanan sudah habis dimakan oleh pemiliknya.
Fiza yang sedari tadi sibuk dengan pacar tak mempedulikan Salsa, Salsa dan Mikle hanya diselimuti oleh kesunyian tanpa ada yang berani bersuara setelah kejadian itu.
"ya udah, ayok Sal kita pulang" ajak Fiza dan memecakan keheningan yang terjadi
"ay-ayok" jawab Salsa ragu-ragu
mendengar jawaban dari Salsa Fiza langsung berjalan keluar kantin dengan pacarnya setelah pamit ke Mikle
" duluan kak" pamit Salsa ke Mikle yang sedari tadi hanya diam
"iya, hati-hati Sal" jawab Mikle canggung
Salsa yang mendengar jawaban dari Mikle langsung berbunga-bunga, senang sekali yang Salsa rasakan, Salsa di buat melayang hanya karena ucapan hati-hati dari Mikel, dasar cewek, selalu mudah Bawak perasaan, hati di dahuluin logika di tinggalin
tak jauh berjalan Salsa, Fiza dan pacar Fiza sudah sampai di tempat parkiran motor
"aku pulang dulu ya yang" ucap Fiza kepada pacarnya
"hati-hati ya yang, kalo udah sampai kabari aku" pinta pacarnya Fiza yang lebih mendekat keperintah untuk Fiza
"iya yang" jawab Fiza sambil tersenyum manis kepacarnya
Salsa hanya bisa diam mendengan percakapan sepasang kekasih yang sedang kasmaran ini dan mengelus dada pasrah
diperjalanan Salsa hanya memikirkan Mikel dan menegur dengan keras hatinya untuk melupakan mikel
Mikel tak menyukai Salsa dan Salsa harus sadar akan hal itu, itulah yang menjadi perdebatan panjang antara hati dan akal Salsa
dan sekarang Salsa harus bisa mengikhlaskan Mikel dan membuka hatinya untuk orang lain yang lebih bisa menjawab perasaan cintanya
💞💞💞
__ADS_1
🤗🤗🤗