Dosen Everest, I Love You

Dosen Everest, I Love You
dairy


__ADS_3

semua harus tetap baik-baik saja. mau bagaimanapun akhirnya semuakan menjadi alur terbaik yang telah Tuhan rangkai.


mau sejauh apapun kamu melangkah, jika dia takdirmu akan kembali ketitik semula menurut takdir dan mau sedekat dan terikat apapun kamu akan menjadi menurut ketetapan takdir.


semuanya mudah memang jika di ucapkan tapi begitu sulit di laksanakan.


kadangkala tuhan menciptakan jarak dan perpisahan untuk memperindah alur hidup kita. layaknya jarak yang memisahkan antar kata. jarak tidak bertujuan untuk memisahkan tapi bertujuan untuk memperindah tulisan. menyakini takdir yang akan dan telah terjadi adalah kewajiban kita sebagai hamba Tuhan. aku yakin bukan tuhan yang tidak baik, hanya saja aku gagal memahami keindahan yang telah Tuhan rancangan. tidak adak proses yang mudah, yang hanya ada jalan proses yang harus di jalani. binggung memang mencintai mahluk tuhan sebelum akad, pilihannya cuma dua menjadi orang yang namanya di ikrarkan atau mendengarkan nama orang di ikrarkan. semua da porsinya masing-masing, waktunya masing-masing, dan bagiannya masing. bohong kalau kita sebagai manusia tidak sedih, tapi bohong juga kalau manusia sebagai manusia langsung bahagia.


salah satu kutipan yang Salsa tulis dalam diarynya.


semua ini memang tidak mudah, tapi semuakan tetap berlalu, kita hanya perlu bersabar dan bersyukur.


"sal" panggil Fiza


"kenapa za?"

__ADS_1


"gue mau tanya?" jawab Fiza sambil menghadapkan badan dan mukanya kearah Salsa


"apa?" jawab Salsa sambil menaikan alisnya


"loe percaya cinta?"


"percaya" jawab Salsa


"loe pernah jatuh cinta?"


"pernah" ucap Salsa


"ada, dan tidak" jawab Salsa sambil terus fokus dengan kertas yang sedang ia pegang


"ehh, wait, wait." ucap Fiza sambil menyentuh lutut Salsa, supaya Salsa melihat kearahnya

__ADS_1


"maksudnya gimana sal?" sambung Fiza


"cinta pertama itu ada dan cinta pertama ngak harus orang pertama yang kita cintai" jawab Salsa, sambil melihat kearah Fiza.


"maksudnya gimana sal?"


"maksudnya, yang namanya cinta pertama itu ada, dan cinta pertama tidak selalu pada orang pertama. karena kadang kala kita hanya menganggumi yang langsung kita simpulkan menjadi perasaan cinta. cinta akan hadir karena perlakuan, sikap, ucapan, perhatian, pengertian dan lain-lain. cinta pertama bengajarkanmu banyak hal, bahkan mungkin merelakan. merelakan semua yang akan terjadi. cinta itu dapat di katakan cinta jika kita sampai di titik, padahal tidak ada yang spesial dari dia, tapi mengapa aku begitu menginginkannya, tidak cantik/ganteng, tidak pintar, tidak glowing, dan lain sebagainya, tapi kau masih mencintainya. ketiak seseorang dapat menahan amarahnya supaya tidak terjadi jarak antara kalian, dan dia berkali-kali mau mengalah entah karena apa. maka itu cinta. mustahil memang tapi itu ada, di saat itulah jika ada status sosial di antara kalian, siap-siap patah hati, sepatah-patahnya. meskipun tidak ada yang mematahkan" jelas salsa sambil menatap pohon yang ada di depannya dengan mata yang hampir berkaca-kaca.


"loe pernah sal?" tanya Fiza


"pernah, dan ya itu, sakitnya luar biasa, bukan karena dia menyakiti tapi angan aku saja yang tidak realisti, haha" jawab Salsa sedikit penekanan dan mengejek dirinya sendiri.


"dan loe benci ke orang itu?' tanya Fiza yang mulai kepo


"tidak, tapi tidak mau berkaitan ataupun berhubungan lagi dengan Belian"

__ADS_1


"sakitnya ngak main-main, ya sa"


"yahh, begitulah" jawab Salsa


__ADS_2