
"tapi adek ngak pintar bang, adek bodoh bang" ucap Salsa
"hutss" Alpian meletakan jari tulunjuknya dibibir Salsa
"ngak ada orang yang bodoh dek, adek cuma perlu belajar, rajin-rajin baca buku, ikuti bimbel-bimbel, dengerin guru waktu menjelaskan, adek pasti bisa jadi pintar, adek cuma butuh usaha" jawab Alpian menyakinkan Salsa
"Abang dulu juga gitu bang" tanya Salsa
"iya dek, Abang dulu juga gitu, Abang relain waktu tidur Abang untuk belajar, Abang relain waktu main abang untuk belajar, Abang ikutin semua bimbingan belajar diluar sekolah, Abang fokus dengerin guru kalo dikelas, sampai akhirnya Abang jadi seperti ini dek" jawab Alpian menjelaskan
"adek harus percaya, adek pasti bisa" sambung Alpian sambil memeluk Salsa
"iya bang, adek pasti bisa" jawab Salsa semangat
"udah adek ngak usah nangis lagi, oke" ucap Alpian
"oke" jawab Salsa
setelah hari itu Salsa benar-benar sibuk belajar, salsa tidak perna mempedulikan omongan orang, Salsa mempersempit relasi pertemanan, Salsa menghabiskan banyak waktunya untuk belajar, Salsa menumpuk ribuan buku di kamarnya, Salsa mengikuti bimbingan belajar diluar sekolah, Salsa selalu sibuk dengan benda mati yang berisi ribuan tulisan itu. seminggu setelahnya Salsa menjadi minus interaksi dengan dunia sosial, Salsa menjadi orang yang sedik berbicara dan semua sangat-sangat berubah ketika sebulan kemudian
flashback off
sejak waktu itu sepeduli-pedulinya Salsa, orang-orang pasti menggapnya hanya penasaran, itulah sebabnya Salsa tak pernah mau peduli lagi
"sal maafin kita yaa" ucap Fiza sambil memeluk Salsa
"iya sal, gue pikir loe itu ngak punya rasa peduli, loe angkuh" sambung Jihan sambil memeluk Salsa dan Fiza
"gue tau kalian pasti berpikir begitu" jawab Salsa
"gue ngak mau kayak gini, gue pengen peduli sama kalian, tapi sayang gue ngak bisa, karena peduli gue cuma kalian anggap lelucon" sambung Salsa yang sudah menahan air mata yang ingin meluncur bebas dipipinya
"hiks, hiks, hiks" Fiza menangis
"loe kenapa za" tanya Jihan
"gue ngak bisa nafas" jawab Fiza
"Kitakan ceritanya lagi sedih Fiza" teriak Jihan sambil menoel kepala Fiza
"hahaha, ngak usah nagis za, gue ngak mau batagor kuah kacang gue berubah jadi kuah air mata" jawab Salsa
"kita ceritanya lagi Melow sal" ucap Fiza kesal
"melow sih melow, tapi gue laper, kalo batagor gue udah loe kuahin pake air mata loe dan tetap gue makan besok gue auto masuk rumah sakit, karena dara tinggi" jawab Salsa sambil melihat kearah Fiza yang kesal
"bisa-bisa, ketemu sama dokter ganteng" jawab Jihan
"auto lama-lama dong dirumah sakit" goda Fiza
"ogah" jawab Salsa
"enak tau sal, ketemu dokter ganteng baik, perhatian uhhhh" ucap Fiza sambil mencubit pipi Salsa gemes
"apaan sih za" jawab Salsa sewot
"oh iya sal, gue tadi ketemu sama kacang rebus prodi sebelah, dia mau ngajak loe ketemu" ucap Jihan
"males" jawab Salsa santai dan tak peduli
__ADS_1
"emang yahh, yang modelnya kaya prozen emang senangnya sana Everest" ucap Fiza
"hahaha" Salsa hanya menanggapinya dengan tawa
"sal, gue lihat-lihat loe itu cocok sama bapak, loe serasi sama bapak apalagi bicara tentang dingin, loe sama bapak sama-sama dingin kayak salju" ucap Jihan
"bapak baik kok, ngak sedingin itu" jawab Salsa
"loe juga baik sal, ngak sedingin omangan netizen. tapi dengan orang tertentu" ucap Fiza
"iya sih" jawab Salsa
"pokoknya loe ngak boleh jatuh cinta sama bapak, entar Loe sakit hati sal, bapak pasti mau yang udah dewasa" ucap Jihan
"kalo sampe jadian sama bapak, auto loe masuk lambeTura kampus sal" sambung Jihan
"gue sadar diri, bapak siapa gue siapa" jawab Salsa yang seolah bersedih
"tapi gue suka lihat loe sama bapak, tapi gue ngak mau loe di apa-apain sama fans panatik bapak sal" ucap Jihan
"gue paham, udah ngak usah bahas bapak lagi, itu mahluk Everest akan menemukan pasangan hidup sesama mahluk Everest" jawab Salsa
"kalo loe mau tau ya sal, loe juga termasuk keluarga mahluk Everest, nenek moyang loe dulu pasti dari Everest, orang loe minim banget pergaulan sosial, apalagi peduli kasih" ucap Fiza menyindir Salsa
"hmmm" jawab Salsa ngak peduli
lalu mereka melanjutkan makan makanan yang telah mereka beli tadi
"guys, gue mau cerita sama loe" ucap Salsa membuka percakapan ketika mereka sudah selesai makan
"cerita apa" tanya Jihan
"udah tau sal" jawab Jihan
"loe kok loe oada udah tau" tanya Salsa
"kita ngikutin emperan pasar kemaren, kayak detektif gitu" jawab Jihan
"makanya kita tau kalo loe jalan sama pak Ardian" sambung Fiza
"gue ngak jalan" teriak Salsa
"iya ngak jalan, cuma makan bareng sama ngelilingi toko buku berdua plus ke mini market bareng kayak pengantin baru" jawab Jihan
"kok loe oada tau" tanya Salsa binggung kenapa teman-temannya bisa tau apa yang dia lakukan kemarin
"niat awalnya ngikutin emperan pasar, lihat loe gandengan sama bapak, yaah jadi ngikutin loe" jawab Jihan terdengar cuek
"kok ngikutin gue" tanya Salsa
"habisnya sih, loe pake gandengan segala sana bapak" jawab Fiza.
"gue ngak gandengan yaa" ucap Salsa tegas
"iya ngak gandengan, cuma meluk lengan bapak aja" jawab Jihan
"ehh itu bukan-" jawab Salsa ingin menjelaskan namun terpotong..
"udah deh sal, ngak usah ngeles" potong Jihan
__ADS_1
"terserah loe pada dah" ucap Salsa pasrah, walaupun dijelaskan mereka juga tidak akan mau mendengarkan
"terus emperan pasar gimana" tanya Salsa
"udah ngak usah ngalihin pembicaraan sal" jawab Fiza
"gue serius bertanya" ucap Salsa
"sekarang keputusan ditangan Fiza, mau lanjut atau mau udahan, kemarin juga udah liat sendiri kalau emperan pasar selingkuh" jawab Jihan
"gimana keputusan loe za" tanya Salsa
"gue belum bisa ngambil keputusan, gue takut gegabah ngambil keputusan" jawab Fiza
"terserah" ucap Jihan yang mulai tersulut emosi
"apapun keputusan loe, loe jangan sedih, masih banyak lelaki baik untuk loe" ucap Salsa menenangkan Fiza
"iya" jawab Fiza yang sudah tertunduk
"tugas pak Ardian pada sudah atau belum" tanya Salsa mengalihkan pembicaraan
"belom" jawab Jihan
"loe udah sal" tanya Jihan
"belom juga" jawab Salsa
"yok kita ke perpustakaan kota cari buka, sambil milih bahan" ajak Salsa
"jauh amat perpustakaan kota, perpustakaan kita juga bisa kali" jawab Jihan
"gue mau es campur terenak yang dekat perpustakaan kota togee" ucap Salsa
"makan aja terus" sahut Fiza
"tubuh butuh makan bukan harapan, eaaaa" ucap Salsa sambil tersenyum
"terserah loe" jawab Jihan
"jom" ajak Salsa
"jom" jawab Fiza
"Han" tanya Salsa
"iya" jawab Jihan
.
.
.
.
.
jangan lupa vote, commen dan like
__ADS_1
🤗🤗🤗