
hari ini Ardian dan Haura berangkat ke USA untuk menemui mama Haura.
Haura dan Ardian sekarang sudah berada di bandara bersama mami dan papi Ardian dan duduk sambil tunggu jam keberangkatan
"pak Ardian" teriak seseorang yang belum bisa Ardian lihat wajahnya dengan jelas tapi Ardian tau suara siapa yang memanggilnya
"siapa bang" tanya Haura penasaran siapa yang memanggil Ardian di bandara dalam keramaian sambil berteriak dan membuat orang-orang melihat kearahnya
"Salsa" jawab Ardian sambil memperhatikan orang yang berada dalam keramaian
"Salsa" ulang Haura heran
"iya" jawab Ardian singkat sambil fokus melihat kearah keramaian
"siapa nak" tanya papi Ardian
"mahasiswa" jawab Ardian
"mahasiswi" goda Haura
"mahasiswi" ulang mami Ardian penasaran
"iya mi, itu yg kemaren Haura ceritain" jawab Haura dengan mata melirik Ardian dan menggodanya
belum mami Ardian menjawab ada orang lain yang memanggil papi Ardian sehingga, mami, papi Ardian dan Haura melihat kearah sumber suara dan Ardian masih melihat kearah sumber suara Salsa
"Bagas" teriak seseorang memanggil papi Ardian
"Alex" jawab papi Ardian setelah memutar badan mencari sumber suara yang memanggil namanya.
papi dan mami Ardian berjalan menujuh Alex dan istrinya sedangkan Ardian berlari menujuh kearah Salsa yang sedang tiduran dilantai bandara (terjatuh) diikuti Haura
"ngapain tidur disini" tanya Ardian setelah sampai di depan Salsa yang meringis sakit sambil tengkurep di lantai
Salsa tidak menghiraukan Ardian, Salsa sibuk dengan rasa sakitnya
"yang mana yang sakit" tanya Ardian sambil berjongkok dan membantu Salsa untuk duduk
"hiks, hiks, hiks" bukannya menjawab Salsa malah menangis
"yang mana yang sakit, hmm" tanya Ardian lembut
Haura yang melihat itu hanya tersenyum, ini kali pertama menurut Haura Ardian baik kepada wanita dan bicara lembut kepada wanita
"siku, lutut sama pergelangan kaki pak, hiks, hiks, hiks" jawab Salsa sambil menanggis
"siapa suruh lari-lari" ucap Ardian
"ngak usah nangis, kayak anak kecil" titah Ardian
"sakit" jawab Salsa
"sini kakinya,lurusin biar saya lihat" ucap Ardian
"ngak bisa" jawab Salsa
"apanya yang ngak bisa" tanya Ardian
"lurusinnya" jawab Salsa
mendengar jawaban Salsa, Ardian langsung merangkul Salsa dan berjalan sambil membimbing Salsa menujuh kursi yang ada didekat sana
"sini kakinya, biar saya lihat" ucap Ardian setelah berhasil menundukkan Salsa di kursi
__ADS_1
"pelan-pelan ya pak" jawab Salsa
"iya, sini" ucap Ardian
Ardian menarik celana Salsa sehingga terlihat mata kaki Salsa
"ini biru, kenapa" tanya Ardian
"kesandung pak, baru tiduran di lantai bandara" jawab Salsa
"ngak enak loh pak tidur dilantai bandara" lanjut Salsa
"ngapain tiduran dilantai" ucap Ardian lalu menjitak kening Salsa tapi tidak memberi bekas warna merah karena tidak terlalu kuat tapi berhasil membuat Salsa berteriak
"auhhh, sakit" ucap Salsa
"ngapain kesini" tanya Ardian mengabaikan kesakitan Salsa
"mau ketemu bapak" jawab Salsa sambil mengelus-elus jidatnya yang baru saja di jitak Ardian
"kenapa" tanya Ardian
"mau nanya prihal presentasi kelompok pak" jawab Salsa
"kamu chatkan bisa" ucap Ardian
"tapi dari tadi aku Chatin bapak ngak bapak balas" jawab Salsa
"saya belum buka handphone dari tadi" ucap Ardian
"iya pak" jawab Salsa
"masih sakit" Ardian yang diangguki oleh Salsa
"ya sudah ayo, saya antar kamu ketukang urut lalu baru balik ke kos kamu" ucap Ardian
"kamu duluan, nanti saya menyusul" jawab Ardian
"saya bisa pulang sendiri kok pak" ucap Salsa
"jalan saja tidak bisa, bagaimana bisa pulang sendiri" ucap Ardian
"tapi bapak mau berangkat" jawab Salsa
"saya berangkat dengan penerbangan selanjutnya" ucap Ardian
Salsa tak menjawab dia masih berpikir, di satu sisi Salsa tidak enak hati jika Ardian harus mengundur keberangkatannya, tapi di sisi lain Salsa benar-benar tak bisa berjalan
"udah sal, kakak sama dosen mu ini akan mengantarkan mu" ucap Haura kepada Salsa
"ura bareng Abang aja berangkatnya" ucap Haura kepada Ardian, Ardian hanya mengangguk
"udah cari taksi Ra" titah Ardian kepada Haura
"iya bang" jawab Haura sambil berjalan mencari taksi
tak lama kemudia Haura mendapatkan taksi
"bang, sini taksinya sudah ada" ucap Haura kepada Ardian
Ardian langsung merangkul Salsa dan membimbing Salsa berjalan menuju taksi
"duduk didepan saja Ra" ucap Ardian sambil melihat kearah Haura yang hendak masuk dan duduk di kursi penumpang, Haura mengangguk dan duduk di samping supir
__ADS_1
"kerumah sakit pak" ucap Ardian kepada sopir taksi
"pak katanya mau ke tukang urut" tanya Salsa
"saya takut otak kamu geser setelah tiduran dilantai bandara" jawab Ardian
"terserah bapak" ucap Salsa kesal dan memalingkan mukanya menghadap kearah jendela dan melihat jalan diluar, sedang Ardian tersenyum melihat tingkahnya yang berhasil membuat Salsa kesal, dan momen itu tidak luput dari pandangan Haura
"klinik terdekat saja pak" ucap Ardian
"tidak ada pak, didepan ada rumah sakit pak" ucap supir taksi
"aku ngak apa-apa kok pak" ucap Salsa
"ngak apa-apa gimana, pergelangan kakimu biru, lututmu berdarah, siku mu juga dan sisi jidatmu Lebam dan tergores" jelas Ardian
" tapi ngak sakit kok pak" jawab Salsa
(setelah kita terjatuh tubuh kita cenderung tidak merasa ada yang sakit apalagi menyadari adanya luka, tapi setelah beberapa saat setelah terjatuh baru lah kita merasakan sakit)
"diam" titah Ardian
setelah sampai di klinik terdekat Ardian langsung mengendong bridal style
"pak" teriak Salsa seketika tubuhnya diangkat oleh Ardian
"diam jangan banyak gerak, darah dari lukamu semakin banyak" ucap Ardian
akhirnya Salsa mengalungkan tangannya di leher Ardian karena mulai merasakan sakit dari siku, lutut, pergelangan kaki dan kepalanya mulai pusing
setelah sampai diruang periksa Salsa langsung diperiksa oleh dokter dan ditemani oleh Ardian
"bagaimana keadaannya dok" tanya Ardian
"kepalanya cuma lebam sedikit, siku dan lututnya luka ringan dan pergelangan kakinya sedikit terkilir dan lambungnya masih kosong belum diisi oleh makanan maupun minuman" jawab dokter
"apakah saya boleh langsung pulang dok" tanya Salsa yang berusaha menghilangkan rasa pusingnya
"sebaiknya kamu disini dulu" ucap dokter
"saya mau pulang dok" ucap Salsa histeris
"shuttt, diam, tunggu disini saya akan menebus obat kamu dulu" ucap Ardian
"iya pak" jawab Salsa
"apakah dia boleh pulang hari ini dok" tanya Ardian kepada dokter
"tapi jika terjadi apa-apa dengan pasien kami tidak pertanggung jawab" jawab dokter tersebut
"iy dok" jawab Ardian sambil menganggukan kepala dan melihat kearah Salsa
"terimah kasih dok" ucap Ardian kepada dokter
"untung tadi dokternya ada sal" ucap Haura
"iya kak, maafin aku yang udah ngerepotin Kakak dan pak Ardian kak" ucap Salsa
"udah ngak apa-apa" jawab Haura
setelah mendengar percakapan itu Ardian berjalan keluar ruangan, untuk membeli obat dan menyelesaikan administrasi
maafkanlah cerita absurd ini ya..
__ADS_1
maafkanlah jika cerita ini mengganggu pikiran kalian...
maafkalan jika cerita ini tidak ada manfaatnya...