
Setelah menghadapi pertarungan panjang Sasuke, Ichika, dan Eve bisa senang karena mereka telah menghadapi pertarungan terberat mereka.
"SASUKE-KUUUNN!." Teriak seseorang sambil memeluk Sasuke dari belakang. Dia ternyata adalah Nina.
"Ni-Nina. apa yang kamu lakukan?." Tanya Sasuke yang berusaha untuk melepas pelukan Nina.
"Selamat untuk kalian bertiga, ya." Balas Nina masih memeluk Sasuke.
"Hei. Lepaskan dia. Nanti dia sesak gara-gara kelakuanmu." Tegur Akiko memperingatkan Nina agar tidak memeluk Sasuke terlalu erat seperti dia tadi.
Nina Kemudian melepaskan pelukannya.
"Nina-Chan. sebenarnya sedang apa kamu kemari?." Tanya Hanada Menanyakan alasan Nina yang berada disini.
"Sebenarnya....."
"NINAAAAA."
Teriakan tersebut seketika membuat semua anak menoleh ke sumber suara.
"Disini kau rupanya. Kami mencarimu tau." Hardik salah seorang teman pria Nina. Dia berambut biru dan berkulit gelap.
"Maaf." Balas Nina tanpa ada rasa bersalah.
Anak laki-laki tersebut hanya bisa menghela nafas dan dia menghadap kearah Akiko dan yang lainnya.
"Aku benar-benar minta maaf atas kelakuan temanku ini." Ucap Anak lelaki tersebut memohon maaf.
"Tidak apa-apa. Kami sudah terbiasa dengan sikapnya ini." Balas Sakuraba santai.
"Maaf sebelumnya aku belum memperkenalkan diri. Namaku adalah Clark. Salam Kenal." Ucap Clark menunduk memperkenalkan diri.
"Salam Kenal." Balas semua Anggota Kelompok Alpha.
"Baiklah kami harus segera Kembali. Guru kami sudah menunggu." Ucap Clark sambil Membawa Nina pergi.
"Sampai jumpa semuanya." Nina kini pamit kepada semua sahabat kecilnya.
...****************...
Di Asrama putri, Hanada tidak bisa tidur dengan tenang. Dia merasa Seolah-olah ada yang Mengawasi dia dari kejauhan.
"Hanada." Panggil Akiko yang membuat Hanada kaget.
"A-ada apa, Akiko-Chan." Balas Hanada kikuk.
"Apa Ada masalah?." Tanya Akiko pada Hanada to the point.
"Ti-tidak ada apa-apa." Jawab Hanada yang sepertinya menyembunyikan sesuatu.
"Jangan bohong. Sasuke, Sakuraba, bahkan Igarashi melihat ada yang aneh dengan dirimu akhir-akhir ini." Akiko tidak mempercayai kebohongan yang diucapkan oleh Hanada.
"Tidak ada apa-apa, Akiko-Chan. Ayo tidur." Kini Hanada memunguni Akiko agar tidak ditanyai macam-macam.
Akiko yang melihat Hanada, hanya bisa menghela nafas dan kembali ketempat tidurnya.
...****************...
Ini merupakan hari kedua dimana Inter-school sparring akan dilaksanakan.
Sambil menunggu Teman-teman mereka yang belum mendapatkan giliran, Sasuke, Ichika, dan Eve serta Cecilia menunggu area yang disediakan.
"Siapa ya yang akan bertanding hari ini?." Tanya Ichika tidak sabar.
"Entahlah. tapi aku merasa tidak enak." Jawab Sasuke singkat. Dia merasa bahwa hari ini merupakan hari yang buruk baginya.
"Baiklah Inter-school sparring hari kedua akan segera dilaksanakan. Semua harap bersiap-siap."
Lampu sorot segera dinyalakan tak lama setelah Reva memberi aba-aba. Tidak lama kemudian, Empat orang telah dipilih oleh lampu sorot. Mereka adalah, Igarashi, Hanada, dan Arashi dari Kelas Margery lalu dari Edelweiss Sanctuary Academy, adalah Terry.
"Baiklah. Pertandingan kedua akan melibatkan Igarashi, Hanada, dan Arashi sebagai perwakilan dari Kelas Margery dan Terry sebagai perwakilan dari Edelweiss Sanctuary Academy." Umum Reva.
"Sangat menarik." Ucap Lalah saat mengetahui siapa saja yang akan bertanding.
__ADS_1
Dengan kemampuan teleport miliknya, Reva mengirim yang lainnya ke tempat yang telah disediakan.
...****************...
Sementara itu Terry kini sudah dihadapan Igarashi, Hanada, dan Arashi. Tetapi pandangannya mengintimidasi kearah Hanada.
"Tak kusangka aku bisa bertanding melawan dua ekor Lalat dan seekor nyamuk." Ucap Terry merendahkan ketiga lawannya.
"Dan ini sangat memalukan mengetahui bahwa si nyamuk mewarisi darah yang sama denganku." Imbuhnya semakin membuat Hanada tidak nyaman.
"Maaf kalau dia mewarisi darah yang sama denganmu. Tapi bukan berarti kau bisa bicara seperti itu padanya." Balas Igarashi yang mengambil inisiatif untuk melindungi Hanada. Begitu pula dengan Arashi yang ikut melindungi Hanada.
"Overhyme seperti kalian tidak tahu apa-apa." Ujar Terry kesal.
"Emolia dan Overhyme masih satu keluarga. Jadi jaga ucapanmu itu." Balas Arashi yang tidak terima dengan Ujaran kebencian yang dilontarkan oleh Terry.
"Oh. Dua orang Overhyme ingin melindungi satu orang Emolia lemah seperti dia. Kasihan sekali."
...****************...
"Baiklah. Siap. Mulai."
Aba-aba telah di suarakan oleh Reva kini Igarashi dan Arashi menyerang Terry dengan sihir mereka masing-masing. meninggalkan Hanada yang tidak bisa menggerakkan kakinya.
Dengan tendangannya Terry berhasil menjatuhkan Igarashi dan Arashi.
"Igarashi-kun, Arashi-kun." Hanada tidak menyadari bahwa Terry sudah ada di depannya. Hanada refleks menahan Serangan Terry dengan magic staffnya.
"Jadi kau yang bernama Hanada putri dari Rossa . Untuk seorang Emolia, Kau lebih lemah dari yang aku duga." Kata Terry berusaha menyerang Hanada.
"Bagaimana kau...."
"Itu tidak penting." Terry tidak membalas ucapan Hanada melainkan ia menendang Hanada hingga terpental.
"Tapi aku akan memberitahukanmu satu hal." Terry kini mendekati Hanada dan mencengkram Pride Uniform milik Hanada.
"Ibumu adalah Emolia terlemah. Dia tidak pernah berhasil mengalahkan Ibuku dalam segala hal. Ibuku bahkan jauh lebih kuat, lebih baik, dan lebih hebat dibanding ibumu. Tetapi, mereka selalu melihat kearah Ibumu. Selalu menyayangi Ibumu meskipun Ibumu bukan siapa-siapa. Bahkan Ibumu lebih dianggap dan diperhatikan oleh ibuku ketika orang tuamu meninggalkan Mezzo city." Terry berterus terang.
Sebelum berhasil melukai Hanada, Serangan dua arah yang dilancarkan oleh Igarashi dan Arashi mampu membuat Tery mundur.
"Kalian para Overhyme benar-benar penggangu." Teriak Terry kesal. Ia kemudian mengeluarkan Rifle miliknya.
"ellab eénnosiopme"
Peluru beracun ditembakkan kearah Igarashi dan Arashi. Namun Baik Igarashi dan Arashi masih bisa menyerang balik dengan senjata mereka.
"Apa untungnya bagi kalian melindungi gadis tidak berguna seperti dia?. Dia hanya memperlambat kalian." Ujar Terry menyudutkan Hanada.
"Ditambah lagi dia hanyalah seorang gadis lemah yang hanya bersembunyi di balik seseorang." Imbuhnya
Merasa tidak ada jawaban, Terry terus mendekati Hanada sambil mempersiapkan rifle miliknya.
"Aku..."
Ucapan Hanada membuat semua menoleh kearahnya.
"AKU TIDAK AKAN PERNAH UNTUK MENYERAH. DAN AKU TIDAK AKAN PERNAH BERSEMBUNYI DI BELAKANG SIAPAPUN." Teriak Hanada meneguhkan hatinya.
Dia bertekad tidak akan bersembunyi dibelakang Igarashi maupun Arashi. Dia akan menghadapi Terry walaupun nyawa adalah taruhannya.
"Dasar Lemah."
"Aku tidak lemah."
Terry berusaha menembaki Hanada. Namun Hanada tetap berlari menjauh dari Igarashi dan Arashi. Walaupun sesekali tertembak, Hanada ternyata menggunakan kloning tumbuhan untuk mengecoh Terry.
"Leliuferevchê" Dengan menggunakan tanaman menjalar miliknya, Hanada berhasil menjerat Terry.
"losenruot: ellab." Hanada menyerang Terry dengan biji-biji bunga Matahari miliknya.
"Kata-Chii. kau hebat." Seru Zakuro dari kejauhan.
Hanada mulai sedikit kelelahan akibat menggunakan sihir untuk kloning. setidaknya dia tahu bahwa Terry telah dia kalahkan.
__ADS_1
Tetapi, alangkah terkejutnya dia menyadari bahwa Terry berubah menjadi cairan ungu aneh. Cairan tersebut kemudian mengalir menuju kearah Hanada dan membuat Hanada tidak bisa bergerak.
"Sudah Kubilang. Anak wanita lemah juga akan ikut lemah." Kata Terry yang sejak kapan sudah berapa dibelakang Hanada.
Hanada kemudian menoleh dan
"DUAR."
Sebuah tembakan diarahkan ke bahu kiri Hanada. tidak lama kemudian, Hanada terduduk lemas memegangi bahunya.
"Bagaimana Rasanya?." Tanya Terry menyeringai
"ditembak dengan peluru beracun."
Pernyataan Terry berhasil membuat Nafas Hanada dan semua Anggota Kelas Margery tercekat. mereka tidak menyangka Terry bisa senekat itu.
Terry kemudian mengarahkan riflenya tepat ke kepala Hanada.
"Sampai Jumpa. serangga."
Belum sempat Terry menarik pelatuknya, Igarashi berhasil memanah tangan dan rifle milik Terry.
"Nollibrout"
Pusaran milik Arashi berhasil membuat Terry menjauh dari Hanada.
Tidak lama kemudian, Hanada ambruk. sebelum dia jatuh ke tanah, Arashi berhasil menangkapnya.
"Bertahalah." Ujar Arashi sambil menjaga keseimbangan tubuh Hanada.
Tetapi Hanada tidak mampu membalas apapun yang diucapkan oleh Arashi. wajahnya membiru dan bibirnya sedikit menghitam.
'Gawat.' Arashi mulai panik dengan kondisi Hanada. Dia mulai mengarahkan pandangannya kearah Igarashi.
Seakan memahami arti pandangan Arashi, Igarashi kemudian menggunakan sihirnya.
"Ruessiréug cialgla."
Igarashi mengarahkan sihirnya kearah bahu Hanada dengan harapan bahwa racun Terry tidak menyebar dengan cepat.
"M-maaf." lirih Hanada yang bisa didengar oleh Igarashi dan yang lainnya.
"Pa-padahal aku tidak ingin merepotkan kalian. T-tapi pada akhirnya aku....."
"Berhentilah berbicara." potong Igarashi tegas dengan tegas.
Dia kemudian berjalan memunguni Hanada dan Arashi.
"Kau beristirahatlah. Aku yang urus sisanya." Lanjut Igarashi mengarahkan pandangannya kearah Terry.
"I-Igarashi-kun." Hanada yang kelelahan hanya pasrah akan keadaan. Padahal dia tidak ingin terus-terusan dilindungi oleh Igarashi. tetapi pada akhirnya dia hanya merepotkan dirinya sendiri.
...****************...
"Arashi bawa Hanada menjauh dari sini." Perintah Igarashi.
"Apa kau yakin ingin menghadapi dia sendiri?." Meskipun bertanya begitu, Arashi mampu melihat keteguhan di hati Igarashi.
Igarashi ingin menyelesaikan semuanya sendiri.
"Baiklah kalau itu maumu." Arashi menggendong Hanada dan menjauh dari Area pertandingan.
"Oh. Pangeran berkuda putih telah datang untuk menjemput damsell." Kata Terry sedikit mengejek
"Tutup mulut besarmu itu." Bentak Igarashi pada Terry.
"Kalau kau ingin bertarung. Ayo lawan aku. Akan kubekukukan sampai kau tak bisa bergerak." Kata Igarashi sambil mengangkat busur panahnya.
"Kedengarannya bagus. Aku tidak sabar menghadapi Overhyme sepertimu."
"Ayo mulai."
TBC
__ADS_1