Dreamy Magical

Dreamy Magical
Akiko mystery


__ADS_3

"Tolong." Ucap seorang wanita memanggil Akiko. Akiko tidak tahu siapa yang telah memanggil dirinya.


"Siapa itu?." Tanya Akiko penasaran.


'Tolong." Mohon Wanita tersebut lagi.


"Siapa kau?." Tanya Akiko menoleh ke sumber suara.


"Aku mohon tolong dia." Mohon Wanita tersebut dengan nada terisak.


"Kau...." Akiko sangat familiar dengan gadis ini. Dia berambut putih panjang dan memakai dress berwarna putih. Dia tahu betul siapa Wanita ini.


"Kumohon. Tolong selamatkan Tasan." Tasan?. Jika diingat-ingat lagi, Ada seorang wanita yang sangat dicintai oleh Tasan. Dan namanya adalah Rella. Apakah gadis ini yang dimaksud oleh Tasan?. Dan apa maksudnya menyelamatkan Tasan?.


"Apa maksudmu?." tanya Akiko tidak paham dengan maksud Rella.


"Aku mohon. Selamatkan Tasan dari Belenggu kebencian." Jawab Rella sambil meneteskan air matanya.


"Hei. Katakan padaku apa yang sebenarnya ingin kau utarakan." Tanya Akiko masih tidak mengerti dengan maksud Rella. apakah memang Tasan membutuhkan bantuan?.


"Aku mohon. Bebaskan Tasan dari kebencian." Ujar Rella kemudian meninggalkan Akiko dalam kebingungan.


"Hei." Panggil Akiko sebelum Ia juga menghilang dari tempat itu.


...****************...


Akiko terbangun dari mimpi anehnya tersebut. Wajahnya berkeringat sangat banyak. beruntunglah saat ini, Hanada dan Zakuro masih terlelap. jadi tidak ada yang menyadari dia terbangun dengan rasa cemas dan kebingungan.


'Mimpi apa tadi?.' Tanyanya dalam Hati. Dia benar-benar dilanda kebingungan arti mimpinya ini.


'Menyelamatkan, Tasan?.' Akiko sungguh tidak paham dengan maksud Rella. Memangnya Apa pedulinya pada Tasan. Pangeran iblis itu telah melukai orang-orang disekitarnya. Tetapi kenapa Rella bersikeras untuk meminta bantuannya untuk menyelamatkan Tasan?.


'Apa maksudnya?.'


Dia benar-benar tidak tahu harus bagaimana lagi.


...****************...


"Akiko." Panggil Sakuraba saat ia melihat Akiko meninggalkan gerbang Sekolah. Saat ini, Sakuraba berniat untuk berjogging. Tetapi, niatnya batal karena melihat Akiko pergi.


"Ada apa, Sakuraba?." Tanya Akiko ketika dia hendak membuka pintu gerbang.


"Kau sudah mendengar beritanya?." Tanya Sakuraba penasaran. Selepas penyerangan Black wings, Akiko lagi-lagi pingsan selama tiga hari sehingga mungkin saja dia tidak tahu apa yang terjadi.


"Iya. Aku tidak menyangka bahwa Tasan sudah mulai bergerak." Akiko sudah mengetahui hal tersebut. Saat ia terbangun, Hanada memberitahu dia perihal Tasan yang menyatakan perang pada mereka secepatnya.


"Tapi itu bukan urusanku untuk saat ini?." Lanjutnya tidak acuh sambil melewati pagar karena ada yang lebih penting ketimbang Pangeran Iblis tidak berguna itu.


"Kau mau kemana?." Tanya Sakuraba yang sedari tadi penasaran kemana Akiko akan pergi.


"Panti Asuhan putri." Jawab Akiko sambil menutup pintu. Namun ditahan oleh Sakuraba.


"Untuk apa?." Tanya Sakuraba masih penasaran.


"Mencari sesuatu yang hilang." Jawab Akiko seadanya. semenjak pertarungannya dengan Black wings tersebut, Akiko semakin penasaran akan jati dirinya yang sebenarnya.


"Aku ikut." Mohon Sakuraba tiba-tiba agar Akiko mau mengajaknya.

__ADS_1


"Tidak perlu." Tolak Akiko halus. Karena ia berpikir ini masalahnya bukan masalah bersama.


"Aku ikut. Karena Ada satu hal yang sedikit mengganjal di otakku." Ucap Sakuraba bersikukuh untuk tetap ikut karena ada satu hal yang ingin dia pastikan sejak Azuna berbicara mengenai masa lalunya.


"Terserah kau sajalah." Balas Akiko pasrah mengizinkan Sakuraba berbuat sesuka hatinya.


...****************...


"Permisi." Salam Akiko dan Sakuraba bersamaan.


"Ibu Margarita." Panggil Akiko kini sambil mengetuk pintu.


Tak lama kemudian, pintu terbuka. Tetapi yang muncul bukanlah sosok yang ia cari. "Akiko-Chan."


"Ibu Aela." Panggil Akiko saat dia bertemu wanita berambut abu-abu pendek.


"Ada apa?." Ujar Aela menanyakan kedatangan Akiko kemari.


"Apakah Ibu Margarita ada di dalam?." Tanya Akiko tanpa basa-basi.


"Iya." Balas Aela singkat.


"Aku ingin bicara dengan dia." Mohon Akiko sedikit memaksa.


"ehem." dehem Sakuraba merasa tidak dianggap.


"Maksudku kami berdua ingin berbicara dengan dia?." Koreksi Akiko setelah Sakuraba merasa tidak dianggap.


"Ada apa ini?." Ujar seorang wanita tua berambut coklat panjang keluar dari pintu ruang kerjanya.


"Akiko-Chan?. Harusaki-kun?." Panggil Margarita yang baru saja muncul. Margarita mengenal mereka berdua. Akiko merupakan Salah satu penghuni Panti Asuhan putri dan Sakuraba merupakan teman Akiko yang suka berkunjung kemari.


"Selamat pagi." Sapa Sakuraba dengan sopan.


"Bagaimana kabar kalian?." Tanya Margarita menanyakan kabar Akiko dan Sakuraba.


"Kami baik-baik saja." Balas Sakuraba mewakili Akiko.


"Syukurlah." Ujar Margarita bersyukur bahwa Akiko masih dalam keadaan baik-baik saja.


"Ibu Margarita." Panggil Akiko sekali lagi.


"Ada yang ingin aku bicarakan padamu." Mohon Akiko agar Margarita mau bekerja sama dengannya.


...****************...


"Masa lalumu?." Tanya Margarita setelah dia duduk di sofa ruang kerjanya.


"Salah seorang Black wings datang dan menyerang kami. Di tengah-tengah pertarungan, dia mengatakan bahwa Aku dan Sasuke tidak jauh berbeda karena kami sebatang kara. Ditambah lagi aku ditemukan di dekat sungai." Kata Akiko menjelaskan apa yang ia dengar dari Black wings.


"Apakah itu benar?." Tanyanya memastikan kebenaran tersebut.


"Sebenarnya bukan begitu." Balas Margarita meluruskan pernyataan Black wings yang di dengar Akiko.


"Lalu apa yang sebenarnya terjadi?." Tanya Akiko berusaha untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi padanya.


"Ketika kau masih kecil, kau hidup bersama dengan saudarimu. Tetapi Ketika saudarimu pergi, Kau sering merasa kesepian dan menanyakan keberadaannya. Hingga puncaknya Kau mengikuti bayangan misterius dan terjatuh dari tebing." Ujar Margarita menceritakan masa lalu Akiko.

__ADS_1


"Berhari-hari kemudian, kami mencarimu kemana-mana hingga kami menemukan dirimu tergeletak di bantaran sungai." Teringat jelas dalam bayangannya, semua orang berusaha untuk mencari Akiko yang tiba-tiba menghilang. Hingga suatu hari mereka menemukan dia pingsan di bantaran sungai.


"Tetapi, saat kami memeriksakan dirimu, kau didiagnosa amnesia. atau mungkin Generalize amnesia." Lanjut Margarita menjelaskan apa yang selanjutnya terjadi pada Akiko.


"Kalau memang begitu?. Apakah anda tahu apa yang terjadi padaku sebelum aku mengalami hal itu semua?." Tanya Akiko berusaha mencari clue sekecil apapun itu.


"Maaf. Ibu tidak tahu." Balas Margarita meminta maaf pada Akiko.


"Akiko tidak mengetahui apa yang terjadi. Entah kenapa Miss Azuna juga tidak mengingat apapun yang terjadi." Gumam Sakuraba sepelan mungkin sampai Akiko dan Margarita tidak dapat mendengar apa yang dia ucapkan.


"Apa mungkin Akiko dan Miss Azuna...." Tebak Sakuraba yang tidak yakin kalau dugaanya ini benar atau salah


"Ibu Margarita." Panggil Sakuraba pada Margarita.


"Ada apa, Harusaki-kun?." Tanya Margarita pada Sakuraba.


"Bolehkah kami melihat data-data mengenai Akiko?." Tanya Sakuraba jika seandainya dugaanya benar maka Benang merah yang selama ini tidak jelas arahnya akan terlihat ujungnya.


'Jika seandainya ada berbagai data yang tiba-tiba hilang, Maka dugaaanku memang benar.' Batinya memprediksi.


"Untuk apa?." Tanya Margarita keheranan.


"Mungkin dengan data-data mengenai Akiko, maka kita bisa menemukan clue mengenai dirinya." Kata Sakuraba berpura-pura mengatakan bahwa mungkin data-data Akiko dapat membantu. yah walaupun kepura-puraan tersebut tidak sepenuhnya bohong.


Margarita kemudian mengambil buku mengenai data-data mengenai Akiko.


"Sebenarnya Aku ingin memperlihatkan padamu tetapi...." Margarita menunjukkan ada yang aneh dengan data diri Akiko. Selain nama dan tanggal lahir tidak ada yang bisa dibaca.


"Ini...." Akiko kaget dengan data diri yang tertulis di buku itu. Ia kaget bahwa tidak ada data mengenai orang tua, saudara, atau tempat asalnya.


"Benar. Data-data milikmu tiba-tiba tidak bisa dibaca dan seperti disensor oleh Seseorang." Balas Margarita memotong ucapan Akiko.


'Sesuai dugaanku.' Batin Sakuraba yakin bahwa ini semua masih berhubungan dengan Miss Azuna.


"Sayang sekali." Ujar Akiko pasrah tidak menemukan apapun yang bisa membantunya. Tetapi Sepertinya Sakuraba memiliki pemikiran yang lain dari dirinya.


"Akiko. Ibu Margarita." Panggil Sakuraba membuat Akiko dan Margarita menoleh.


"Ada apa?." Tanya Akiko dan Margarita bersamaan.


"Ada satu hal yang sedang aku pikirkan." Ujar Sakuraba yang ragu apakah ini saat yang tepat untuk mengeluarkan apa yang ada dalam pikirannya.


"Apa itu?." Tanya Akiko sedikit penasaran.


"Entah kenapa disaat kalian membicarakan mengenai Data Akiko. Aku merasa ini ada hubungannya dengan Miss Azuna." Kata Sakuraba


"Kau ingin mengatakan bahwa Miss Azuna adalah saudariku?." Tebak Akiko yang tidak percaya dengan maksud Sakuraba.


"Ini hanya asumsiku saja." Kata Sakuraba berpendapat.


"Kalau kau menghubungkan titik-titik yang terpisah. maka kau akan menemukan sebuah jawaban yang kau cari." Bukannya memberikan penjelasan secara langsung, Sakuraba malah memberi dia teka-teki untuk dijawab.


"Maksudmu?." Tanya Akiko Penasaran dengan maksud Sakuraba.


"Kau akan mengetahuinya nanti." Mungkin saat ini, Akiko tidak mengetahuinya. Tetapi suatu saat Akiko akan tahu bahwa dia memang memiliki hubungan dengan Miss Azuna.


TBC

__ADS_1


__ADS_2