
"Eh. kami?." Tanya Akiko mewakili seluruh anggota Kelompok Alpha.
Setelah mereka tadi berkumpul sebentar, mereka kini dipanggil untuk kepentingan masing-masing. Tak hanya Mereka, Kelompok Beta dan Gamma kini dipanggil untuk berdiskusi mengenai rencana yang akan mereka lakukan saat perang nanti. Dan jika saat ini Kelompok Beta dan Gamma ada di ruang diskusi, disinilah Kelompok Alpha berada.
"Iya. aku meminta bantuan kalian untuk pergi ke Kota Vesper." Jawab Shawn membenarkan pertanyaan bahwa mereka akan dikirim untuk melakukan diplomasi ke Kota Vesper.
"Memangnya apa yang terjadi?." Tanya Sakuraba sedikit bingung apa yang terjadi sebenarnya.
Hikawa kini maju mendekati Shawn dan Kelompok Alpha dan menjelaskan apa yang terjadi. "Walikota Vesper telah berkhianat dengan membocorkan tempat dimana Tasan dan Diabolos disegel." Jawab Hikawa.
"APAAAA." Teriak seluruh anggota Kelompok Alpha kaget dengan apa yang baru saja mereka dengar. Walaupun Akiko, Igarashi, dan Sakuraba sudah menduga bahwa pengkhianatan mereka akan terjadi, mereka tak menyangka bahwa Kota Vesper melakukannya secepat ini.
"Bagaimana hal itu bisa terjadi?." Tanya Zakuro yang masih tidak percaya dengan informasi yang ia dengar tersebut.
"Kalian ingat?. Vesper memiliki hubungan erat dengan Tasan." Perkataan Shawn tadi membuat semua terdiam mengingat hubungan antara Tasan dan Vesper.
"Kami masih ingat akan hal itu." Jawab Hanada sambil menundukkan kepalanya.
"Lalu mengapa kami yang diutus?." Tanya Sakuraba.
"Aku sangat percaya dengan kemampuan kalian dalam menangani hal ini." Jawab Shawn memberikan sedikit hint pada Kelompok Alpha.
"Apakah ini ada hubungannya dengan Bakasuke?." Tanya Igarashi yang merasa bahwa ini pasti ada kaitannya dengan Si pirang bodoh yang manja itu.
"Begitulah." Balas Shawn membenarkan tebakan Igarashi.
"Baiklah akan kami lakukan." Kata Zakuro dengan semangat.
"Ngomong-ngomong dimana Miss Azuna?." Tanya Akiko yang merasa aneh bahwa seharian ini dia tidak melihat mentornya ini.
"Azuna sedang ada urusan lain mengenai keberadaan Kerajaan Deimos." Bohong Shawn agar mereka tidak mencari-cari keberadaan Azuna.
"Baiklah. Karena ini adalah merupakan pertama kalinya aku memberi Middle Level tugas, maka aku ingin kalian berusaha semampu kalian untuk bisa menyelesaikan tugas ini dengan baik." Mohon Shawn agar Kelompok Alpha mau melaksanakan tugas mereka dengan baik sekaligus mengubah topik pembicaraan tentang Azuna.
"Kalian hanya datang sebagai diplomat dan meminta mereka untuk mengubah pikiran mereka agar mereka mau melepaskan diri dari Tasan." Perintah Shawn pada seluruh Anggota Kelompok Alpha.
"Entah kenapa aku tidak setuju dengan idemu, King Regent." Kata Igarashi sedikit membangkang perintah Shawn membuat semua orang menoleh kearahnya.
"Igarashi." Panggil Hanada menatap sendu Igarashi.
"Anda tahu bahwa Mereka adalah sekumpulan pengkhianat. Mereka dengan sengaja membocorkan informasi mengenai tempat Tasan dan Diabolos disegel. perbuatan Mereka sudah tidak bisa dimaafkan lagi." Ujar Igarashi berusaha menahan amarahnya. Tetapi, jika ini menyangkut sahabat kecilnya, dia tidak bisa tinggal diam.
Hikawa yang menyadari bahwa sang putra merasa kesal dengan perbuatan Farran dan seluruh Penduduk Kota Vesper, berjalan dan memegang bahu Igarashi. "Igarashi." Panggil Hikawa berusaha menenangkan sang putra.
"Aku tahu apa yang kau rasakan. Tetapi, menghukum mereka justru akan membuat mereka semakin ingin melepaskan diri dari Kerajaan Angel." Benar apa yang dikatakan oleh Hikawa, Kota Vesper berusaha untuk melepaskan diri dari Kerajaan Angel. Jika mereka dihukum, mereka justru akan semakin ingin meninggalkan Kerajaan Angel. Dan jika mereka bisa membuat hati semua orang Kota Vesper luluh, maka keinginan untuk melepaskan diri akan hilang.
"Mengapa ayah bisa dengan santai berbicara seperti itu?." Tanya Igarashi tidak suka.
"Semua hal bisa diselesaikan dengan kekeluargaan. Meskipun Ayah juga membenci mereka, tapi mereka juga memiliki hubungan darah dengan Sasuke." Jawab Hikawa berusaha agar putranya tidak bertindak gegabah.
"Tidak. Mereka bukan siapa-siapa. mereka hanyalah para pengkhianat." Kata Igarashi menolak kebenaran tersebut. Dia tidak ingin Sasuke disamakan dengan pengkhianat yang telah membuang dirinya.
__ADS_1
"Terserah kau saja." Balas Hikawa sudah lelah berdebat dengan putranya ini.
"Baiklah. Terlepas dari hal itu, Aku ingin kita selesaikan semua masalah ini dengan jalan damai." Perintah Shawn tidak dapat diganggu gugat.
"Baik." Ujar seluruh anggota Kelompok Alpha. Mereka kemudian segera meninggalkan ruangan untuk bersiap-siap.
"Hikawa." Panggilan tersebut membuat Hikawa menoleh kearah Sang King Regent.
"Aku minta kau awasi mereka." Perintah Shawn pada Hikawa.
"Mereka bukan anak kecil lagi, Shawn." Balas Hikawa berusaha untuk menenangkan King Regentnya ini.
"Aku cemas kalau seandainya Anakmu atau Akiko berbuat nekat." Ujar Shawn khawatir.
"Kau sama saja dengan King Azuma." Kata Hikawa menyamakan Shawn dengan King consort sebelumnya.
"Tunggu." Panggil Shawn kembali membuat Hikawa menoleh.
"Ada apa?." Tanya Hikawa yang baru saja memegang gagang pintu keluar.
"Jika Farran dan seluruh Kota Vesper berusaha untuk melukai mereka, Aku izinkan kau memberi perintah pada mereka untuk menyerang." Shawn tidak ingin menggunakan kekerasan untuk menyelesaikan masalah. Tetapi jika Farran berbuat nekat pada anak sepupunya itu, dia tidak akan tinggal diam.
"Aku merasa terhormat akan hal itu." Balas Hikawa kemudian meninggalkan Shawn sendiri.
...****************...
"Selamat datang kembali, Tasan Prince." Kata The Ravens menyambut Tasan kembali.
"Jadi, Apa kalian sudah yakin bahwa apa yang dikatakan oleh Farran itu adalah kebenaran?." Tanya Tasan pada seluruh bawahannya tersebut.
"Kami sudah memeriksa kembali menggunakan bola sihir milik kami, Yang mulia." Jawab Elliot
"Dan apa yang diucapkan oleh Farran memang sebuah kebenaran." Lanjut Theodore mengkorfirmasi.
Tasan yang mendengar tersebut tersenyum menyeringai. Tidak lama lagi, Semua rencana yang dia susun akan terlaksana.
"Sepertinya memang sangat mudah mempermainkan perasaan Farran bahwa kita semua akan menerima Dia dan Kota Vesper menjadi bagian dari Kerajaan Deimos." Kata Stuart sambil mengingat dengan bodohnya Farran menyetujui perjanjian yang menguntungkan satu pihak tersebut.
"Dia benar-benar lupa, bahwa Leluhur mereka, Veronna dan putrinya, Asahina telah menodai kehormatan Kerajaan Deimos. Dan Kerajaan Deimos tidak akan memaafkan seluruh Kota Vesper meskipun kesalahan tersebut dilakukan oleh dua domba putih." Imbuh Vera.
"Jangan anggap remeh mereka, Vera." Ujar Rudolph tiba-tiba.
"Apa maksudmu itu, Rudolph?." Tanya Vera merasa bahwa Rudolph telah membela orang-orang yang salah.
"Maksudku adalah meskipun mereka telah membuat kesalahan besar, Tetapi mereka telah memberikan anak bernama Higashi Sasuke sebagai wadah terbaik yang pernah dimiliki oleh Tuan Tasan." Ujar Rudolph berusaha meluruskan perkataannya tadi.
"Rudolph benar." Balas Tasan membela perkataan Rudolph. Ia kemudian segera berdiri lalu berjalan membelakangi para The Ravens.
"Aku tidak senang karena mereka telah melahirkan Veronna dan Asahina yang merupakan domba putih. Tetapi, Setidaknya Vesper berusaha untuk menebus kesalahan mereka dengan memberikanku vessel yang kuat dan membocorkan informasi mengenai tempat tubuhku dan ayahku berada." Lanjutnya.
Tak lama kemudian, Keire datang menemui Tasan dan para The Ravens untuk memberitahu apa yang terjadi. "Tasan Prince " Panggil Keire kemudian menundukkan kepala.
__ADS_1
"Ada apa, Keire?." Tanya Tasan.
"Saya merasakan energi kuat agar segera menuju kearah Kota Vesper." Kata Keire memberi tahu bahwa seseorang telah pergi menuju kearah Kota Vesper.
Mengetahui siapa yang dimaksud oleh Keire, Tasan hanya tersenyum menyeringai menanti siapa yang akan datang. 'Sudah mulai bergerak, rupanya.' Batin Tasan tidak sabar untuk menyerang Penyihir Kerajaan Angel.
"Aria." Panggil Tasan meminta Aria untuk menghadap padanya.
"Saya disini, Prince." Balas Aria sambil menunjukkan rasa hormatnya.
"Minta salah satu Black wings terbaikmu untuk mencegah mereka sampai." Perintah Tasan pada Aria.
"Siap Laksanakan." Jawab Aria lalu kemudian meninggalkan tempat.
"The Ravens." Kini Tasan memanggil seluruh anggota The Ravens yang lain.
"Baik." Jawab Anggota The Ravens yang lainnya.
"Segera bersiap-siap di gerbang kalian masing-masing." Perintah Tasan pada anggota The Ravens yang lainnya. Hal ini sontak membuat semuanya bertanya-tanya apa yang terjadi.
"Mengapa, Prince?." Pertanyaan Stuart.
"Mereka sudah mulai bergerak untuk menemukan tempat ini. Jadi buat dinding penghalang agar mereka tidak bisa menemukan kita." Balas Tasan memberi jawaban atas pertanyaan
"Baik." Jawab The Ravens segera melaksanakan perintah yang diberikan oleh Tasan.
"Prince Bagaimana kalau kita...."
"Akh."
Sebelum menyelesaikan ucapannya, Tasan mendorong Leah hingga dia terjatuh. Tasan kemudian memberikan tatapan malas kearah Leah sebagai balasan.
"Aku tidak ada waktu untuk bermain-main denganmu. Segera bersiap-siap ditempatmu." Ucap Tasan sambil berlalu meninggalkan Leah sendirian.
Bukannya merasa kasihan, The Ravens malah menyeringai merutuki kebodohan Leah.
"Malang sekali, dirimu." Ujar Theodore menghina Leah.
"Mau bagaimana lagi, Cinta Tasan Prince hanya untuk Princess Rella. Bukan untukmu, Leah." Kata Vera yang ikut menimpali ucapan Theodore.
Mereka kemudian segera meninggalkan Leah sendirian sementara itu, Nancy masih melihat Leah dan lalu berkata,
"Disaat-saat seperti ini kau malah berbuat sesuatu yang tidak berguna. Dasar." Ucap Nancy sarkas dan meninggalkan Leah sendirian.
Sementara itu, Raye yang melihat tidak bisa berbuat apa-apa karena mereka akan semakin menyakiti Leah apabila ia bertindak.
...****************...
Sementara itu, seorang perempuan berambut coklat pendek bertopeng kini telah memasuki area Kerajaan yang telah lama ia tinggalkan.
"Aku pulang." Ucap Azuna tersenyum.
__ADS_1
TBC