Dreamy Magical

Dreamy Magical
The thing that is not right.


__ADS_3

Setelah terjatuh dari lubang, Sasuke kini berada di sebuah ruangan dimana terdapat banyak sekali buku-buku tua.


"apakah ini perpustakaan?." Tanya Sasuke kebingungan melihat banyak rak-rak buku di tempat yang gelap.


"Aku heran mengapa aku bisa ada disini?." Tanya Sasuke pada dirinya sendiri yang kebingungan mengapa bisa ada tempat seperti ini.


Dan ketika dia melihat kearah atas, lubang tadi kini menghilang. seolah-olah ada yang sengaja membawa dia kemari.


Sasuke kini berjalan sambil melihat sekeliling suasana perpustakaan yang sangat gelap dan mengerikan ini.


Saking fokusnya melihat kearah sekeliling, dia tidak memperdulikan kemana ia berjalan hingga....


Duk


"aduh." Sasuke Tersandung tumpukan buku-buku hingga ia terjatuh dan buku-buku tersebut Menimpa dirinya.


Ia melihat sebuah buku yang menarik perhatiannya.


"Buku harian?. milik siapa ini?." Ia terus melihat buku tersebut dan melihat sebuah tulisan tangan "Buku Harian Rella."


"Rella?." Entah kenapa Sasuke merasa mengenal siapa rella yang dimaksud oleh buku harian ini.


Sasuke kemudian membuka buku tersebut dan menemukan berbagai Curhatan seorang gadis dan Kisah cinta terlarangnya dengan Sang kekasih. dan diceritakan juga bahwa sang lelaki mengalami penderitaan berupa siksa dari sang ayah.


Entah kenapa dari buku harian ini, Sasuke merasa bahwa Sang kekasih yang dimaksud adalah orang yang sudah mengurungnya selama ini.


"Ini....." Sebuah halaman mengenai Sang gadis yang tengah mengandung darah daging dari sang kekasih.


"APA YANG KAU LAKUKAN DISINI!!!!" Teriak Tasan saat dia melihat Sasuke yang tengah membaca buku harian Rella.


"Ta....san" Sasuke yang kaget menoleh kearah tasan dengan rasa Cemas.


...****************...


"Aduh sakit sekali." Ujar Mimori setelah dia terjatuh dari tebing yang curam.


"Dasar wanita sialan. bisa-bisanya dia membuatku terjatuh seperti ini." Rutuk Mimori yang kesal dengan apa yang terjadi padanya tadi.


"Tapi...." Mimori mengarahkan pandangannya ke sekeliling melihat bahwa tebing ini memiliki sungai tersembunyi.


"tidak aku sangka kalau ada sebuah tebing di dunia hutan seperti ini." Kata Mimori mulai berdiri dari tempat dia terjatuh tadi.


"Sebaiknya aku coba untuk menelusuri tempat ini." Mimori kini mulai berjalan sambil menelusuri tebing.

__ADS_1


"Mimori kini berusaha untuk memanjat Tebing dengan bantuan rantai. tetapi Tidak bisa.


Sial dinding tebing ini sulit untuk dipanjat." Rutuk Mimori kesal tidak bisa memanjat tebing yang sepertinya licin tersebut.


"sekali lagi" Ujar Mimori masih berusaha. Ia kini mencoba di tempat yang agar kering tetapi hasilnya nol.


"sial masih saja tidak bisa." Kata Mimori yang kesal hingga ia tak menyadari bahwa seseorang telah memperhatikan gerak-geriknya.


Oh. rupanya ada yang mencoba untuk memanjat ternyata." Suara mengejek tersebut membuat Mimori menoleh kesuburan suara dan dan seketika itu juga, Mimori merasa kesal.


"kau lagi." Ujar Mimori yang tidak senang karena kembali melihat Maze di belakangnya.


"kenapa kau begitu terkejut lagipula aku adalah penjaga universe ini." Kata Maze yang mengingatkan Mimori mengenai siapa dia di Maze ini.


"Nah bagaimana?. apakah kau mau bertarung melawanku atau kabur karena ini...." Tanpa berlama-lama, Maze kini mengarahkan senter Lasernya kearah Mimori yang membuatnya refleks segera menghindar.


"tch." Ujar Mimori kemudian mengarahkan rantainya untuk menancap ke suatu tempat agar dia bisa kabur.


"Ahahahahhahahaha. Ayo teruslah berlari kau takkan bisa pernah menghindar walaupun kau mau." Ujar Maze menantang Mimori untuk bisa kabur dari kejaran Rayap-rayapnya.


'Sial. kenapa aku harus berurusan dengan orang ini.' Batin Mimori yang merasa terpojok saat ia dihadapkan lagi dengan wanita penyuka rayap ini.


Teruslah bersembunyi. kau takkan bisa lolos." Ujar Maze Sambil Mengarahkan Lasernya kearah Mimori yang berusaha untuk menjaga jarak dari Maze.


...****************...


"tidakkah kau merasa aneh pada ayahmu sendiri?." Tanya Sasuke yang mengalihkan pembicaraan sambil menampilkan rasa ibanya pada Tasan.


Apa maksudmu itu?." Tanya Tasan tidak memahami maksud dari ucapan Sasuke.


"buku ini merupakan buku harian dimana Rella menulis semua isi hatinya mengenai dirimu." Jawab Sasuke sambil menunjukkan buku tersebut pada Tasan.


"disini ditulis kau selalu disiksa oleh ayahmu tetapi kau tidak masalah karena ayahmu melakukannya demi membuatmu kuat." Kata Sasuke menjelaskan salah satu halaman buku mengenai curhatan Rella yang mencemaskan Tasan terhadap ayahnya.


"lalu kenapa?. bukannya kau juga sama saja?." Balas Tasan merasa bahwa Sasuke menjadi seorang yang hypocrite karena Dia tidak menyukai tindakan Ayahnya pada dirinya sementara Sasuke sendiri tidak masalah akan siksaan yang diberikan oleh ayahnya sendiri.


"bukan."Balas Sasuke tidak setuju dengan Tasan.


"seandainya memang ayahku menyiksa diriku agar aku kuat, aku tidak bisa membenarkan perbuatannya." Lanjut Sasuke yang mengatakan bahwa seandainya perbuatan yang dilakukan oleh ayahnya adalah demi dirinya, dia merasa itu bukanlah hal yang benar.


"lalu?." Balas Tasan seolah-olah tidak peduli akan pernyataan Sasuke.


"ng?." Balas Sasuke yang tidak paham akan apa yang ingin diungkapkan oleh Tasan.

__ADS_1


"untuk apa kau peduli padaku?." Tasan merasa dia tidak ingin dikasihani oleh Sasuke.


Aku hanya menyampaikan apa yang....." Sasuke berusaha untuk menyampaikan apa yang ingin ia utarakan tetapi terpotong oleh Ucapan Tasan.


"yang terluka adalah aku. bukan kau." Ujar Tasan memotong ucapan Sasuke.


"Tasan." Ujar Sasuke iba.


"Aku kehilangan ibuku, Kehilangan Kekasih, kehilangan darah daging yang bahkan aku tidak pernah tau kalau dia ada.." Tasan meluapkan semua penderitaan yang ia rasakan selama ini pada Sasuke. membuat Sasuke terkejut karena Apa yang Tasan derita sama dengan yang ditulis di buku Harian Rella ini.


'Dia sudah mengetahui semuanya.' Batin Sasuke yang tidak menyangka bahwa Tasan telah mengetahui semuanya.


"Ini semua karena si Ratu sialan itu. karena dia kehidupanku semua menjadi seperti ini." Ujar Tasan menyalahkan seseorang yang ia anggap telah membuat dia menderita.


"Sekarang, serahkan buku harian itu!." Perintah Tasan agar Sasuke mengembalikan buku harian milik Rella.


Namun Sasuke masih memeluk buku harian tersebut. seolah-olah dia tidak ingin Tasan menghancurkan kebenaran yang ada di buku ini.


"Tasan dengarkan aku kalau memang Ratu yang sudah membuatmu seperti ini Rella tidak akan pernah...." Sasuke berusaha untuk membuat Tasan membuka hatinya. Tetapi tasan yang sudah emosi


"JANGAN PERNAH KAU BERANI MENYEBUT NAMANYA!!!!!." Ujar Tasan tidak terima Sasuke memanggil nama sang kekasih. Tanpa berlama-lama, Tasan menyerang Sasuke dengan Petir hitamnya.


"AAAAAAAAAAAAKKKKKKKKH." Sasuke seketika terkapar akibat Serangan Tasan hingga pingsan.


Tasan kini mengambil buku harian milik Rella kemudian memborgol kaki dan tangan Sasuke kemudian pergi meninggalkan Sasuke sendirian.


...****************...


"Ayo nona manis, dimana kau bersembunyi?." Ujar Maze memancing Mimori untuk keluar.


Helai rambut berwarna biru terlihat dihadapan Maze membuat dia segera mengarahkan Lasernya kearah tersebut. memberikan isyarat bagi Rayap-rayapnya untuk menyerang.


ketemu!!." Ujar Maze sambil mengarahkan Laser miliknya.


Namun tanpa disangka-sangka, Rantai datang dari arah tersebut dan langsung menyerang Rayap-rayap Maze hingga mati.


Apa.


"Sekuat apapun rayap mereka bukanlah tandingan dari semua benda yang berbau menyengat. contohnya kapur barus ini." Ujar Mimori sambil memegang kapur barus yang ia balurkan ke seluruh rantainya.


"Berani-beraninya kau." Ujar Maze kesal karena Mimori telah menyerang Rayap-rayapnya dengan rantai yang berlapis kapur barus.


Sekarang bagaimana kalau kita adu sihir kita tanpa sebuah senjata." Tantang Mimori yang kini sedikit senang karena terbebas dari Rayap-rayap milik Maze.

__ADS_1


"baiklah aku ladeni permainanmu." Ujar Maze menerima tantangan Mimori.


TBC.


__ADS_2